- Kementerian UMKM Dampingi Usaha Menengah Menuju IPO melalui RISE TO IPO 2026
- PPI Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Impor Ilegal 49,85 Ton Kacang Tanah
- Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Dikebut, Pemkab Jemput Bola ke Pusat
- Bupati Shalahuddin Kembali Sisir Titik Karhutla di Teweh Selatan
- Karhutla Melanda Barito Utara, Shalahuddin, Felix Turun Langsung Lapangan
- KAI dan INKA Pastikan Perawatan 7 Trainset KRL iE305 Tepat Target, Safety Jadi Prioritas
- Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat.
- Patroli Malam Bersama Komduk Perkuat Kamtibmas di Wilayah Kodim 0506/Tgr.
- Mintarsih Ungkap Hutang Blue Bird Taxi Lebih Dari Hartanya dan Aset Minus
- Dokumen Boedel Pailit Dipersoalkan, Kuasa Hukum Abu Hasan Minta Pengadilan Lakukan Audit
Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia

Keterangan Gambar : santunan kepada anak-anak yatim di acara forum dialog bertajuk Syukuran, Doa Bersama Swasembada Pangan Indonesia, dan Peluncuran Buku oleh PTPN I
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) menegaskan bahwa sektor perkebunan memiliki peran fundamental dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kedaulatan negara. Melalui transformasi bisnis yang berorientasi pada produktivitas, inovasi, keberlanjutan, dan hilirisasi, PTPN I berkomitmen menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam forum dialog bertajuk Syukuran, Doa Bersama Swasembada Pangan Indonesia, dan Peluncuran Buku karya Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras di Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan menjadi momentum diskusi mengenai hubungan erat antara pangan dan ketahanan negara.
Buku berjudul "Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara" menjadi titik tolak pembahasan mengenai posisi strategis PTPN I. Abdul Rivai Ras menegaskan bahwa perusahaan yang bergerak di sektor agro tersebut memiliki irisan yang sangat kuat dengan ketahanan nasional.
Baca Lainnya :
- Kompi Produksi Kodim 0808/Blitar Aktif Kelola Pertanian, Peternakan Kambing dan Perikanan Untuk ini.
- Dari UMKM hingga Pantai Teluk Nipah, Relawan Bakti BUMN Tinggalkan Manfaat untuk Desa Bulok
- Bukan Sekadar Seremoni, PTPN I Hadirkan Dampak Ekonomi bagi Ratusan UMKM
- Komisi II DPRD Minta Kemarau Agar Bupati Blitar Fokus Pola Pertanian Gogorancah
- PTPN I Raih Anugerah Mahayuga, Tegaskan Peran Perkebunan bagi Ketahanan Pangan Nasional
Menurutnya, PTPN I tidak hanya berkontribusi pada penyediaan pangan, tetapi juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, membuka akses pembangunan di berbagai wilayah pelosok, serta menjadi pusat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang agronomi modern.
"Dengan aset yang besar, tenaga kerja yang banyak, sebaran wilayah yang luas, dan misi yang humanis, PTPN I memiliki hubungan yang sangat erat dengan ketahanan pangan dan ketahanan negara," ujar Abdul Rivai Ras.
Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan religius. Selain diskusi dan peluncuran buku, kegiatan juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, santunan kepada anak-anak yatim, serta tausiah oleh Ustaz Das'ad Latif yang memberikan perspektif spiritual mengenai pentingnya kemandirian pangan.
Abdul Rivai Ras menyebut visi transformasi PTPN I selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
Ia mengutip pernyataan Presiden Prabowo bahwa bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tidak akan pernah benar-benar merdeka. Karena itu, pembangunan sektor pangan harus dipandang sebagai upaya membangun kemandirian, menjaga stabilitas ekonomi, dan memperkuat ketahanan negara.
Dalam paparannya, Abdul Rivai Ras juga mengungkapkan sejumlah capaian strategis sektor pangan nasional. Berdasarkan data pemerintah, produksi beras nasional pada 2025 mencapai sekitar 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi padi mencapai 71,95 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) dengan surplus beras sekitar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2025.
Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas strategis, yakni beras, jagung pakan, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah, petani, pekebun, peternak, penyuluh, akademisi, BUMN, dunia usaha, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.
"Swasembada pangan adalah wujud nyata kemandirian bangsa. Sebagai BUMN perkebunan, PTPN I akan terus memperkuat produktivitas, mempercepat modernisasi perkebunan, mengembangkan bibit unggul, memperluas hilirisasi, serta membangun kemitraan yang saling menguatkan dengan petani," tegasnya.
Abdul Rivai Ras menilai perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok global semakin menunjukkan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.
Karena itu, transformasi PTPN I tidak hanya diarahkan pada peningkatan kinerja korporasi, tetapi juga pada penguatan industri gula nasional, pengembangan komoditas perkebunan unggulan, serta dukungan terhadap ketahanan energi melalui hilirisasi berbasis bioenergi.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan swasembada pangan menjadi fondasi penting bagi berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan bahan pangan secara berkelanjutan.
Ke depan, PTPN I akan terus mengembangkan perkebunan modern berbasis teknologi digital, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.
"Bagi PTPN I, menjaga swasembada pangan bukan sekadar memenuhi target produksi, melainkan menjaga kedaulatan bangsa. Dari setiap hektare kebun yang dikelola secara produktif, tumbuh harapan untuk memperkuat ketahanan nasional, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan mewujudkan Indonesia yang mandiri menuju Indonesia Emas 2045," pungkas Abdul Rivai Ras.(AS/MP).
















