- Kinerja BNI Melesat, Transformasi Digital dan BRAVE Jadi Motor Pertumbuhan
- PTPN I Percepat Optimalisasi Aset, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru untuk Ketahanan Pangan
- Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Pemkab Barito Utara Laksanakan Kaji Tiru ke DIY
- Elim Tyu Samba Dampingi Ketua MPR RI Ziarah Ke Makam Bung Karno
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
- HUT ke-81 RI: doa kebangsaan lintas agama tegaskan Bhinneka Tunggal Ika
PTPN I Percepat Optimalisasi Aset, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru untuk Ketahanan Pangan

Keterangan Gambar : PTPN I mempercepat optimalisasi aset strategis di seluruh Indonesia
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) mempercepat optimalisasi aset sebagai salah satu pilar utama transformasi perusahaan untuk memperkuat daya saing, meningkatkan nilai ekonomi, serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, dalam diskusi buku Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara yang dirangkaikan dengan Tasyakuran Swasembada Pangan Indonesia di Jakarta, Sabtu (1/8).
Abdul Rivai menegaskan PTPN I memiliki aset strategis yang tersebar di Sumatera, Jawa, hingga Maluku. Potensi tersebut harus dikelola secara produktif agar menjadi mesin pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.
Baca Lainnya :
“Kita harus bangga memiliki aset yang besar dan strategis. Namun, kebanggaan itu harus diwujudkan melalui pengelolaan yang produktif sehingga aset benar-benar menjadi mesin pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan,” ujar Rivai.
Menurutnya, penataan aset menjadi salah satu prioritas dalam 100 hari pertama kepemimpinannya. Program tersebut mencakup penguatan legalitas, kepastian status penguasaan, pemetaan potensi, serta penyusunan strategi pemanfaatan aset untuk meningkatkan nilai ekonomi perusahaan.
“Tidak boleh ada aset yang hanya menjadi beban. Setiap aset harus memberikan manfaat terbaik dan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan,” tegasnya.
Aset PTPN I meliputi lahan perkebunan, pabrik pengolahan, gudang, bangunan, kawasan komersial dan wisata, serta berbagai aset pendukung lainnya. Seluruhnya terus ditata dan dikelola secara profesional guna menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan, negara, dan masyarakat.
Dalam pengembangannya, PTPN I juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Namun, setiap kerja sama harus berorientasi pada penciptaan nilai tambah, memiliki kepastian hukum, dan dilaksanakan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Perusahaan juga memperkuat digitalisasi pengelolaan aset melalui pembangunan basis data terintegrasi, pemetaan geospasial, sistem informasi aset, serta pemantauan berkala untuk meningkatkan akurasi data dan mempercepat pengambilan keputusan bisnis.
“Dengan dukungan teknologi digital, perusahaan memiliki basis data aset yang lebih kuat sehingga setiap keputusan dapat diambil secara lebih cepat, tepat, dan berbasis data,” kata Rivai.
Ia menegaskan bahwa optimalisasi aset merupakan investasi jangka panjang untuk membangun PTPN I yang sehat, modern, adaptif, dan berkelanjutan.
“Melalui tata kelola yang baik, kolaborasi strategis, dan transformasi yang berkelanjutan, kami ingin memastikan setiap aset PTPN I menjadi kekuatan utama yang menciptakan nilai tambah dan memperkuat masa depan perusahaan,” tutup Rivai.(AS/MP).










.jpg)




