- Perkuat Komitmen Pelayanan Nasabah, BRI Life Hadirkan Wajah Baru Kantor Layanan di Denpasar
- 95 Wartawan Ikuti UKW di Majalengka, PWI Tekankan Profesionalisme
- Kementerian UMKM Optimistis Petani Lebih Sejahtera Lewat KUR dan Penguatan Kelompok Tani
- Dari Petani Ikan hingga Program MBG, Ekosistem BMT THS Tumbuh Berkat Dukungan LPDB Koperasi
- Danantara Tinjau PNM Mojokerto, Perkuat Pemberdayaan 73 Ribu Nasabah Ultra Mikro
- Pemprov DKI Perkuat Pencegahan Kebakaran, APAR Disiapkan di Tiap RW
- Bupati Tegaskan WTP ke-11 Bukan Sekadar Prestasi, tetapi Bukti Tata Kelola Keuangan yang Berorientasi pada Masyarakat
- Pin Garuda Emas PAW Hendi Sang Jurnalis Siap Laksanakan Tugas Partai
- Bupati Barito Utara Tegaskan Komitmen Perkuat PAD dan Efektivitas Belanja Daerah
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Usaha Mikro lewat Festival Pelindungan Usaha di Jember
Kementerian UMKM Optimistis Petani Lebih Sejahtera Lewat KUR dan Penguatan Kelompok Tani

Keterangan Gambar : Kementerian UMKM memperkuat pemberdayaan petani
MEGAPOLITANPOS.COM, Jember – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat pemberdayaan petani melalui penguatan kelembagaan usaha secara berkelompok. Langkah ini dinilai menjadi kunci untuk menciptakan skala ekonomi yang lebih efisien, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kesejahteraan petani.
Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, saat menghadiri kegiatan tanam perdana jagung kemitraan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (21/7/2026).
Riza menegaskan sektor pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Namun, menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh tingginya produksi, tetapi juga oleh meningkatnya kesejahteraan petani sebagai pelaku utama di sektor pertanian.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Optimistis Petani Lebih Sejahtera Lewat KUR dan Penguatan Kelompok Tani
- PTPN I Perkuat Tata Kelola dan Ekspansi Pasar Demi Dukung Ketahanan Pangan Nasional
- Hadapi Kemarau Panjang, Komisi III Minta Pemkot Tangerang Perkuat Mitigasi dan Jaga Ketahanan Pangan
- FAZ Perluas Jaringan Distribusi Ikan, Teh, Tanaman, dan Pengadaan Barang ke Berbagai Sektor
- Ketua KONI Kota Blitar Bersama Jajaran Pengurus Bahas Penyamaan Visi Misi
"Produksi pangan akan berjalan baik dan berkelanjutan apabila petaninya sejahtera. Karena itu, berbagai kebijakan afirmatif pemerintah harus dimanfaatkan secara optimal agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani," ujar Riza.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah menyediakan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan berbagai kemudahan. Salah satunya adalah fasilitas pembiayaan hingga Rp100 juta tanpa agunan tambahan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain memperoleh subsidi bunga dari pemerintah, petani juga dapat memanfaatkan skema pembayaran yang lebih fleksibel melalui sistem bayar setelah panen (yarnen). Skema tersebut memungkinkan petani menyesuaikan pembayaran cicilan dengan siklus panen sehingga tidak membebani kondisi keuangan selama masa tanam.
Riza menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi apabila masih ada penyalur KUR yang meminta agunan tambahan untuk pinjaman di bawah Rp100 juta.
"KUR merupakan instrumen afirmasi pemerintah untuk membantu petani mengembangkan usahanya. Pembiayaan hingga Rp100 juta tidak memerlukan agunan tambahan. Apabila masih ditemukan adanya permintaan agunan tambahan, masyarakat dapat melaporkannya kepada pemerintah," tegasnya.
Menurut Riza, tantangan utama pertanian Indonesia saat ini adalah masih kecilnya skala usaha yang dimiliki sebagian besar petani. Karena itu, Kementerian UMKM mendorong petani memperkuat kelembagaan melalui kelompok tani agar mampu menciptakan efisiensi biaya produksi sekaligus meningkatkan daya tawar di pasar.
Ia menjelaskan, dengan bergabung dalam kelompok, petani dapat membeli benih, pupuk, dan sarana produksi lainnya secara kolektif sehingga biaya menjadi lebih murah. Selain itu, hasil panen yang dihimpun dalam jumlah besar akan memperkuat posisi tawar petani saat menjual produknya.
"Tidak ada yang salah dengan lahan yang kecil. Yang perlu kita ubah adalah cara mengelolanya. Ketika petani berkelompok, mereka dapat membeli benih, pupuk, maupun sarana produksi secara bersama sehingga lebih efisien. Di sisi lain, volume produksi yang lebih besar juga akan meningkatkan posisi tawar petani dalam menentukan harga," jelasnya.
Kementerian UMKM optimistis sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan akan mampu melahirkan petani yang lebih produktif, berdaya saing, dan berperan besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.(AS/JO).


.jpg)












