- Jatinangor Music Fest 2026 Meriah, Booth BNI Jadi Magnet Pengunjung
- Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
Bedah Buku di Universitas Sahid, GEMA Kosgoro Dorong Menlu Sugiono Pelajari Reunifikasi Korea: Game Theory
.jpg)
Keterangan Gambar : acara bedah buku yang digelar di Universitas Sahid di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,– Menteri Luar Negeri RI Sugiono dinilai perlu membaca buku Reunifikasi Korea: Game Theory sebagai salah satu referensi penting untuk memperkaya perspektif dalam menjalankan diplomasi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.
Pandangan tersebut disampaikan Ketua Umum DPN GEMA Kosgoro, HMU Kurniadi, dalam acara bedah buku yang digelar di Universitas Sahid di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Menurut Kurniadi, buku yang ditulis oleh Teguh Santosa tersebut memberikan perspektif strategis mengenai konflik dan peluang reunifikasi di Semenanjung Korea melalui pendekatan Game Theory atau teori permainan.
Baca Lainnya :
- Bedah Buku di Universitas Sahid, GEMA Kosgoro Dorong Menlu Sugiono Pelajari Reunifikasi Korea: Game Theory
- Sejumlah Artis dan Influencer Indonesia Luncurkan Petisi Bersama, Serukan Aksi Kemerdekaan Palestina
- OJK: Pinjol Ilegal Sangat Berbahaya Bagi Masyarakat
- Pengamat: Demokrasi Sedang Tidak Baik Baik Saja
- Kemenlu Sudan, Perang Terjadi Akibat Pemberontakan RSF Melawan SAF
“Buku ini sangat penting dibaca oleh para pengambil kebijakan, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono. Dengan membaca buku ini, diharapkan beliau semakin memperkaya perspektif strategis dalam melihat dinamika hubungan internasional,” ujar Kurniadi dalam diskusi tersebut.
Ia menjelaskan, pendekatan teori permainan yang digunakan dalam buku itu memberikan gambaran bagaimana negara-negara membuat keputusan strategis dengan mempertimbangkan langkah serta respons dari pihak lain.
“Diplomasi modern membutuhkan cara berpikir strategis seperti yang dijelaskan dalam buku ini. Karena itu saya berharap Menteri Luar Negeri Sugiono dapat membaca buku ini agar semakin kapabel dalam mengelola diplomasi Indonesia di tengah persaingan geopolitik global,” katanya.
Buku karya Teguh Santosa tersebut dinilai mampu memberikan kerangka berpikir yang lebih komprehensif mengenai strategi diplomasi, negosiasi internasional, serta peran aktor-aktor global dalam menentukan arah konflik maupun perdamaian.
Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika geopolitik dunia, Sugiono diharapkan mampu memperkuat posisi diplomasi Indonesia di panggung internasional sekaligus menjaga kepentingan nasional di tengah perubahan konstelasi politik global yang semakin dinamis.
Sementara itu, Teguh Santosa menjelaskan bahwa buku tersebut tidak hanya membahas hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan, tetapi juga menggambarkan bagaimana kepentingan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, Rusia, dan Jepang memengaruhi dinamika politik di kawasan tersebut.
Menurutnya, pendekatan teori permainan membantu menjelaskan bagaimana setiap negara mengambil keputusan strategis dengan memperhitungkan berbagai kemungkinan respons dari aktor lain.
“Isu reunifikasi Korea tidak hanya soal dua negara, tetapi juga melibatkan kepentingan geopolitik negara-negara besar. Karena itu pendekatan strategis sangat penting untuk memahami dinamika yang terjadi,” ujar Teguh. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).






.jpg)








