- PELNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
- Jatinangor Music Fest 2026 Meriah, Booth BNI Jadi Magnet Pengunjung
- Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
HUT ke-81 RI: doa kebangsaan lintas agama tegaskan Bhinneka Tunggal Ika
.jpg)
Keterangan Gambar : Doa kebangsaan lintas agama di Monas menjadi simbol bahwa persatuan Indonesia dibangun di atas fondasi spiritual.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026) malam, menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan semangat kebersamaan. Doa kebangsaan lintas agama yang digelar dalam rangkaian acara tersebut mempertemukan para pemuka agama dan masyarakat dalam satu ikhtiar bersama mendoakan Indonesia.
Kegiatan ini menegaskan bahwa keberagaman Indonesia bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang terus dirawat melalui nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong, dan persaudaraan antarumat beragama.
Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Jakarta, Romo Agustinus Heri Wibowo, Pr, menegaskan bahwa doa merupakan fondasi penting dalam kehidupan berbangsa. Menurutnya, setiap upaya membangun Indonesia harus dilandasi dengan doa agar memperoleh penyertaan dan berkat Tuhan.
Baca Lainnya :
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Kodam VI/Mulawarman, Perkuat Sinergi Pertahanan Wilayah
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Polda Kaltim, Perkuat Sinergi Pengamanan Wilayah Strategis
- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
"Doa adalah fondasi dasar hidup kita sebagai bangsa yang religius. Semua daya upaya manusiawi kita, kerja sama di antara kita, dilandasi atas doa supaya Tuhan merestui, memberkati, dan menyempurnakan semua pekerjaan baik yang telah kita rencanakan, kita lakukan, dan akan kita laksanakan," ujarnya.
Dari kalangan Hindu, Ketua Umum Pinandita Sanggraha Nusantara, Pinandita Gede Pastika, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan doa lintas agama yang dinilainya mampu memperkuat keharmonisan di tengah kemajemukan bangsa.
"Ini adalah bagaimana mempersatu umat dan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia untuk menyatukan kebinekaan ini menjadi satu keharmonisan yang luar biasa," katanya.
Pandangan serupa disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Sangha Agung Indonesia, Bhikkhu Bhadranatha, Thera. Ia menilai doa lintas agama mencerminkan wajah Indonesia yang mampu menjaga persatuan dalam keberagaman.
"Nilai-nilai cinta kasih dan Pancasila menjadi kekuatan yang membawa persatuan dan kesatuan dengan jauh lebih indah karena memang inilah Indonesia," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, Xs. Budi S. Tanuwibowo, menyebut doa lintas agama menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mengelola keberagaman secara damai. Ia mengibaratkan perbedaan seperti orkestra yang terdiri atas berbagai alat musik, tetapi berpadu harmonis karena memainkan satu lagu kebersamaan, yakni Indonesia.
"Di atas segala perbedaan, kemanusiaan kita satu. Dengan kebersamaan, mudah-mudahan Indonesia menjadi bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera," ujarnya.
Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, menilai perjalanan bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari doa seluruh umat beragama. Ia menekankan bahwa warisan para pendiri bangsa adalah semangat persatuan tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.
"Itu adalah legacy yang sangat luar biasa yang harus kita pelihara dan kita jaga bagi keutuhan Indonesia ke depan," ungkapnya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa zikir dan doa kebangsaan merupakan bentuk rasa syukur atas berbagai capaian bangsa sekaligus ikhtiar memohon keberkahan bagi masa depan Indonesia.
"Sangat tepat kita melakukan doa dan syukur kebangsaan agar capaian yang telah diraih dapat dipertahankan dan Indonesia terus berkembang menjadi episentrum peradaban dunia di masa depan," kata Nasaruddin.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga kebersamaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, Indonesia adalah "lukisan yang paling indah" yang harus dipelihara bersama agar tetap menjadi bangsa yang damai, harmonis, dan mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
Doa kebangsaan lintas agama di Monas menjadi simbol bahwa persatuan Indonesia dibangun di atas fondasi spiritual, kemanusiaan, dan komitmen bersama untuk menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.(AS/MP).




.jpg)
.jpg)



.jpg)






