- Estafet Kepemimpinan PBM, Gus Nuril Percayakan Tongkat Nagasari kepada Gus Radit
- Revitalisasi SDN Sukasari Kidul Rp 769 Juta, Mutu Bangunan Dipertanyakan
- Kementerian UMKM Percepat Pemulihan Wirausaha Terdampak Bencana di Sumatera
- Kinerja Solid dan Sehat, BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Kuartal III Tertinggi dalam Sejarah Sebesar Rp27,5 Triliun
- Rp 13 Miliar Digelontorkan, Majalengka Bidik Panen 3 Kali Setahun
- Kementerian ATR/BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi.
- Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI.
- PWI Jaya Gelar OKK Angkatan 25, 29 Wartawan Ikuti Pembekalan Organisasi dan Jurnalistik
- Jambore Kumitra 2026, Kementerian UMKM Perluas Akses Modal dan Pasar di Kalimantan Selatan
- Kapolda Metro Komjen Dadang Hartanto Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2026
Selamatkan Kekayaan Negara, TNI AL Sita 1,9 Ton Pasir Timah Siap Selundup ke Malaysia

Keterangan Gambar : Kodaeral IV Bongkar Penyelundupan Pasir Timah di Perairan Karimun
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan maritim dan melindungi kekayaan alam Indonesia dengan menggagalkan upaya penyelundupan 1,9 ton pasir timah yang diduga akan dikirim ke Malaysia melalui perairan Karimun, Kepulauan Riau.
Keberhasilan tersebut diumumkan dalam konferensi pers yang dipimpin Komandan Kodaeral IV, Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla, di Markas Komando Lanal Tanjung Balai Karimun, Selasa (21/7/2026).
Baca Lainnya :
- MHX Jakarta 2026 Hadirkan Lebih Banyak Rumah Sakit dan Pilihan Wisata Medis Unggulan
- Lahan Investor di Batam Dipersoalkan, Kuasa Hukum PT Jaya Putra Kundur: Kami Akan Laporkan ke KPK
- PT Jaya Putra Kundur Minta Perlindungan Hukum kepada Presiden, Persoalkan Pembatalan Lahan di Batam
- Selamatkan Kekayaan Negara, TNI AL Sita 1,9 Ton Pasir Timah Siap Selundup ke Malaysia
- Kementerian UMKM Gandeng BP Batam dan BRI Perkuat UMKM di Ekosistem Industri
Dalam keterangannya, Laksda TNI Berkat Widjanarko menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan implementasi langsung dari arahan pimpinan TNI AL untuk memberantas penyelundupan sumber daya alam strategis sekaligus mendukung program hilirisasi nasional.
"Keberhasilan ini merupakan implementasi nyata perintah pimpinan TNI Angkatan Laut untuk memberantas penyelundupan sumber daya alam, mengawal program hilirisasi, serta memastikan kekayaan mineral Indonesia dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat," tegasnya.
Pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat pada 20 Juli 2026 mengenai dugaan penyelundupan pasir timah menuju Malaysia. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Quick Response Region Command IV Lanal Tanjung Balai Karimun bersama Satgas Operasi Cakra-26.K Sat Intelmar Pusintelal melakukan penyekatan dan pengintaian di Perairan Pelambung, Kabupaten Karimun.
Sekitar pukul 01.45 WIB, petugas berhasil menghentikan sebuah speedboat fiber bermesin ganda 200 PK yang membawa 50 karung pasir timah dengan total berat sekitar 1.900 kilogram. Seorang terduga pelaku turut diamankan di lokasi.
Dari hasil penyelidikan lanjutan, aparat mengidentifikasi lima orang yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan tersebut. Mereka berinisial DS, W, A, OA, dan I, dengan peran berbeda sebagai pemilik muatan, nahkoda, hingga anak buah kapal.
Selain mengamankan pasir timah, petugas juga menyita berbagai barang bukti berupa satu unit speedboat, tiga telepon genggam, dua tas selempang, dompet, KTP, SIM A, dua kartu ATM BCA, dua powerbank, serta sebuah kacamata.
Hasil uji laboratorium menunjukkan material yang diamankan memiliki kandungan timah (Sn) tinggi, sehingga diduga merupakan hasil penambangan yang belum melalui proses pengolahan.
Menurut Laksda TNI Berkat Widjanarko, keberhasilan operasi tersebut berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sekitar Rp1,52 miliar, berdasarkan estimasi nilai jual pasir timah di Malaysia.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan kesiapsiagaan TNI AL dalam menjalankan fungsi penegakan hukum di laut, memperkuat pengawasan wilayah perbatasan, serta mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan lintas negara.
Saat ini seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penanganan perkara dilakukan bersama instansi terkait guna mengungkap jaringan penyelundupan secara menyeluruh serta menuntaskan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Laksda TNI Berkat Widjanarko menegaskan TNI AL akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di seluruh wilayah perairan Indonesia, khususnya terhadap penyelundupan mineral, narkotika, dan berbagai tindak pidana lintas negara lainnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di laut sebagai bentuk sinergi menjaga kedaulatan negara dan kekayaan alam Indonesia.(AS/MP).

.jpg)













