- Ancaman Dunia Maya Mengintai Anak, Diskominfo Majalengka Dukung PP Tunas
- DPR Soroti Risiko Fiskal 2026, Program Makan Bergizi Gratis Bisa Disesuaikan
- Majalengka Gaungkan Gerakan Sedekah Anak, Bupati Eman Suherman Tekankan Nilai Kepedulian Sosial
- Berbagi di Ramadan, PRI Santuni 1.000 Anak Yatim dan Dhuafa serta Bagikan 20 Ribu Paket Bantuan
- Polri Fasilitasi Mediasi, Kasus Nabilah O\'brien dan Zendhy Kusuma Berakhir Damai
- Undangan Bukber Wagub Kalsel, PRSI Dorong Penguatan Teknologi untuk Generasi Muda
- Momentum Nuzulul Qur-an, H. Nurul Anwar Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Ibadah di Bulan Ramadhan
- Ramadhan Momentum Memperbaiki Diri, Hj Nety Herawati Ajak Masyarakat Tingkatkan Ibadah dan Jaga Kesehatan
- Musrenbang RKPD 2027 Resmi Dibuka, Bupati Barito Utara Tekankan Perencanaan Terarah dan Prioritas Pembangunan
- Ketua DPRD Barito Utara Musrenbang RKPD Jadi Wadah Menyelaraskan Aspirasi Masyarakat
ABR Kembali Pimpin Jajaka: Integritas adalah Mata Uang Paling Berharga, Berita Amanah Publik

MEGAPOLITANPOS.COM Majalengka – Abdurrahman, yang akrab disapa ABR, resmi terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Jaringan Jurnalis Majalengka (Jajaka) dalam musyawarah tahunan yang berlangsung dinamis.
Jajaka sendiri merupakan Badan Otonom dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Majalengka.
Dalam sambutannya, ABR langsung mengirimkan pesan tajam kepada seluruh insan pers: integritas adalah mata uang yang paling berharga di era banjir informasi saat ini.
Baca Lainnya :
- Ancaman Dunia Maya Mengintai Anak, Diskominfo Majalengka Dukung PP Tunas
- Majalengka Gaungkan Gerakan Sedekah Anak, Bupati Eman Suherman Tekankan Nilai Kepedulian Sosial
- DPD PSI Majalengka Turun ke Masyarakat, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Perkuat Struktur Partai
- Pesantren Al-Mizan Gelar Ramadhan Fest 2026, Hadirkan Zikir hingga Bahtsul Masail
- Proyek Geothermal Halmahera Barat Disorot, Komisi XII DPR RI Dorong Evaluasi
"Berita bukan sekadar produk, tapi amanah publik yang harus dijaga. Integritas adalah satu-satunya mata uang yang tidak bisa ditukar dengan apapun," tegas ABR di hadapan para jurnalis yang hadir di Sawah Kopi Majalengka, Sabtu 22 Februari 2025.
ABR menyoroti tantangan besar yang dihadapi jurnalis lokal, terutama di tengah maraknya hoaks, misinformasi, dan tekanan politik yang bisa mengganggu independensi media. Ia menegaskan, setiap jurnalis harus memegang teguh prinsip etika jurnalistik demi menjaga kepercayaan publik.
"Di era sekarang, semua orang bisa jadi penyebar informasi. Tapi, jurnalis sejati harus mampu memilah fakta dari sensasi, data dari opini, dan kebenaran dari kepentingan," ujarnya.
ABR juga berbicara tentang hubungan antara pers, masyarakat, dan pemerintah daerah. Menurutnya, pers seharusnya menjadi mitra kritis yang mengawasi jalannya kebijakan publik, bukan sekadar alat penyampai informasi yang menyenangkan bagi penguasa.
"Kita bukan musuh pemerintah, tapi mitra yang siap mengingatkan bila ada penyimpangan. Kritik yang sehat adalah vitamin bagi demokrasi," tegasnya.
Dalam konteks ini, ABR menegaskan bahwa Jajaka akan terus menjaga keseimbangan antara menjadi pengawas kebijakan dan menyosialisasikan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, ABR berencana menggulirkan program literasi media bagi masyarakat, mengingat masih banyak warga yang mudah terjebak dalam pusaran berita palsu. Selain itu, ia menyiapkan mekanisme advokasi untuk melindungi jurnalis yang mengalami intimidasi saat menjalankan tugasnya.
"Kita butuh masyarakat yang kritis dan jurnalis yang berani. Jika ada yang mencoba membungkam, Jajaka akan berdiri paling depan untuk membela kebebasan pers," ungkapnya.
ABR menargetkan Jajaka bukan hanya menjadi organisasi profesi, melainkan pilar demokrasi lokal yang memperjuangkan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jujur dan transparan.
"Berita adalah cahaya di tengah gelapnya kebohongan. Jajaka akan menjadi pelita yang memastikan masyarakat Majalengka mendapatkan informasi yang mencerahkan, bukan menyesatkan," pungkasnya. ** (Agit)

















