- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Ribuan Relawan MBG Tasikmalaya Turun ke Jalan, Tegaskan Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
- Jakarta Fair 2026 Hadirkan Berbagai Booth Laptop Best Seller, Keluaran Terbaru, Dapat Voucher Servis Rp550.000
- Bupati Serap Aspirasi dan Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat, Saat Safari Jumat Di Gunung Purei
- Apa Instruksi Bupati Saat Tinjau Jalan Km 30 Menuju Desa Jamut Teweh Timur
- H.Alhadi Ajak Umat Muslim Seimbangkan Waktu Bermedia Digital dengan Membaca Al Qur\'an
- Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
- Bupati Lantik dr. Egga, RSUD Majalengka Ditarget Lebih Responsif dan Modern
- Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar
ABR Kembali Pimpin Jajaka: Integritas adalah Mata Uang Paling Berharga, Berita Amanah Publik

MEGAPOLITANPOS.COM Majalengka – Abdurrahman, yang akrab disapa ABR, resmi terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Jaringan Jurnalis Majalengka (Jajaka) dalam musyawarah tahunan yang berlangsung dinamis.
Jajaka sendiri merupakan Badan Otonom dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Majalengka.
Dalam sambutannya, ABR langsung mengirimkan pesan tajam kepada seluruh insan pers: integritas adalah mata uang yang paling berharga di era banjir informasi saat ini.
Baca Lainnya :
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
- Bupati Lantik dr. Egga, RSUD Majalengka Ditarget Lebih Responsif dan Modern
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
"Berita bukan sekadar produk, tapi amanah publik yang harus dijaga. Integritas adalah satu-satunya mata uang yang tidak bisa ditukar dengan apapun," tegas ABR di hadapan para jurnalis yang hadir di Sawah Kopi Majalengka, Sabtu 22 Februari 2025.
ABR menyoroti tantangan besar yang dihadapi jurnalis lokal, terutama di tengah maraknya hoaks, misinformasi, dan tekanan politik yang bisa mengganggu independensi media. Ia menegaskan, setiap jurnalis harus memegang teguh prinsip etika jurnalistik demi menjaga kepercayaan publik.
"Di era sekarang, semua orang bisa jadi penyebar informasi. Tapi, jurnalis sejati harus mampu memilah fakta dari sensasi, data dari opini, dan kebenaran dari kepentingan," ujarnya.
ABR juga berbicara tentang hubungan antara pers, masyarakat, dan pemerintah daerah. Menurutnya, pers seharusnya menjadi mitra kritis yang mengawasi jalannya kebijakan publik, bukan sekadar alat penyampai informasi yang menyenangkan bagi penguasa.
"Kita bukan musuh pemerintah, tapi mitra yang siap mengingatkan bila ada penyimpangan. Kritik yang sehat adalah vitamin bagi demokrasi," tegasnya.
Dalam konteks ini, ABR menegaskan bahwa Jajaka akan terus menjaga keseimbangan antara menjadi pengawas kebijakan dan menyosialisasikan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, ABR berencana menggulirkan program literasi media bagi masyarakat, mengingat masih banyak warga yang mudah terjebak dalam pusaran berita palsu. Selain itu, ia menyiapkan mekanisme advokasi untuk melindungi jurnalis yang mengalami intimidasi saat menjalankan tugasnya.
"Kita butuh masyarakat yang kritis dan jurnalis yang berani. Jika ada yang mencoba membungkam, Jajaka akan berdiri paling depan untuk membela kebebasan pers," ungkapnya.
ABR menargetkan Jajaka bukan hanya menjadi organisasi profesi, melainkan pilar demokrasi lokal yang memperjuangkan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jujur dan transparan.
"Berita adalah cahaya di tengah gelapnya kebohongan. Jajaka akan menjadi pelita yang memastikan masyarakat Majalengka mendapatkan informasi yang mencerahkan, bukan menyesatkan," pungkasnya. ** (Agit)








.jpg)








