- Kantah Kabupaten Tangerang Raih Predikat Informatif Capaian Nilai 98,50 .
- Wujud Sinergi TNI dan Warga Jaga Keamanan Lewat Patroli Malam.
- Kakanwil Kemenag Banten Dukung Simamat, Perkuat Transformasi Digital.
- Inovasi Produk Makanan dan Minuman Mendunia, SIAL 2026 Hadirkan 10 Finalis Terbaik
- DPRD Provinsi Maluku Desak Penertiban DAS Waitomu, Wajo: Konstruksi Harus Dibongkar
- Empat OPD Pemprov Maluku Dievaluasi, Komisi II DPRD Provinsi Catat Perkembangan Positif
- Solichin Tegaskan Legalitas Lahan Harus Tuntas Sebelum TPU Muslim Dibangun
- Dandim 0808/Blitar Terima Kunker Mentan RI di Udanawu, TNI Siap Dukung Kemandirian Pangan.
- PP Polri Beri Dukungan Moral kepada Kapolri Suyudi Ario Seto dalam Penegakan Hukum Oknum Polisi
- Tenaga Ahli Komisi II MPR Bersama Pengusaha Bela Bangsa Sambangi PT STM: Dorong Kolaborasi Strategis dan Inovasi Berbasis Data demi Kemakmuran Bangsa
Sosok Politisi Ini Tegaskan Kawal Program MBG, Jika Tidak Bisa Jadi Ancaman Anggaran Negara

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Majalengka, Muh. Fajar Shidik CH, CHt
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA – Muh. Fajar Shidik CH, CHt, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka, memberikan pandangan kritis terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.
Menurut Fajar, keberhasilan program MBG yang menyasar siswa dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat atau pencairan anggaran, melainkan dari ketepatan sasaran, kualitas gizi makanan, serta pencegahan pemborosan dan potensi penyimpangan.
Ia menekankan pentingnya pengawasan optimal di titik-titik produksi, seperti dapur sehat (Satuan Pelayanan Penyedia Gizi/SPPG) yang telah disiapkan Pemkab Majalengka bersama TNI/Polri dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Lainnya :
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
- Kapolres Majalengka Bongkar Dua Kasus Pengeroyokan, Ini Kronologinya
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
"Pengawasan harus diperketat agar program ini benar-benar aman dan efektif, terutama menghindari risiko seperti kasus keracunan yang pernah terjadi di daerah lain," tegasnya.
Lebih jauh, Fajar Shidik menyoroti dimensi ekonomi lokal sebagai kunci utama. Ia mendorong agar MBG dimanfaatkan sebagai penggerak roda ekonomi desa dengan melibatkan potensi setempat, seperti BUMDes, katering UMKM lokal, kelompok perempuan, petani, dan nelayan sebagai pemasok bahan baku utama.
"Program ini jangan hanya menguntungkan korporasi besar. Harus menghidupkan dapur masyarakat kecil agar ada multiplier effect bagi ekonomi desa dan mengurangi kesenjangan dengan profesi lain," pintanya.
Secara emosional-ekonomi, Fajar melihat MBG sebagai peluang emas untuk memberdayakan pelaku usaha mikro, bukan sekadar program konsumsi massal yang berisiko boros.
Diakhir pernyataannya, ia mengingatkan risiko besar dari program nasional berskala besar seperti ini.
"Setiap program besar selalu membawa risiko tak kalah besar. Jika tidak dikawal ketat, MBG bukan solusi, melainkan ancaman baru bagi anggaran negara dan daerah," pungkas Fajar Shidik.
Pandangan ini disampaikan sebagai bentuk pengawasan dan dorongan kebijakan agar MBG di Majalengka tidak hanya meningkatkan gizi siswa, tetapi juga memberikan dampak positif berkelanjutan bagi perekonomian lokal dan masyarakat desa. Program MBG sendiri telah berjalan di Majalengka dengan kolaborasi berbagai pihak, termasuk target ratusan ribu penerima manfaat melalui puluhan SPPG. (Agit)







.jpg)








