- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
Sosok Politisi Ini Tegaskan Kawal Program MBG, Jika Tidak Bisa Jadi Ancaman Anggaran Negara

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Majalengka, Muh. Fajar Shidik CH, CHt
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA – Muh. Fajar Shidik CH, CHt, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka, memberikan pandangan kritis terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.
Menurut Fajar, keberhasilan program MBG yang menyasar siswa dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat atau pencairan anggaran, melainkan dari ketepatan sasaran, kualitas gizi makanan, serta pencegahan pemborosan dan potensi penyimpangan.
Ia menekankan pentingnya pengawasan optimal di titik-titik produksi, seperti dapur sehat (Satuan Pelayanan Penyedia Gizi/SPPG) yang telah disiapkan Pemkab Majalengka bersama TNI/Polri dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Lainnya :
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
"Pengawasan harus diperketat agar program ini benar-benar aman dan efektif, terutama menghindari risiko seperti kasus keracunan yang pernah terjadi di daerah lain," tegasnya.
Lebih jauh, Fajar Shidik menyoroti dimensi ekonomi lokal sebagai kunci utama. Ia mendorong agar MBG dimanfaatkan sebagai penggerak roda ekonomi desa dengan melibatkan potensi setempat, seperti BUMDes, katering UMKM lokal, kelompok perempuan, petani, dan nelayan sebagai pemasok bahan baku utama.
"Program ini jangan hanya menguntungkan korporasi besar. Harus menghidupkan dapur masyarakat kecil agar ada multiplier effect bagi ekonomi desa dan mengurangi kesenjangan dengan profesi lain," pintanya.
Secara emosional-ekonomi, Fajar melihat MBG sebagai peluang emas untuk memberdayakan pelaku usaha mikro, bukan sekadar program konsumsi massal yang berisiko boros.
Diakhir pernyataannya, ia mengingatkan risiko besar dari program nasional berskala besar seperti ini.
"Setiap program besar selalu membawa risiko tak kalah besar. Jika tidak dikawal ketat, MBG bukan solusi, melainkan ancaman baru bagi anggaran negara dan daerah," pungkas Fajar Shidik.
Pandangan ini disampaikan sebagai bentuk pengawasan dan dorongan kebijakan agar MBG di Majalengka tidak hanya meningkatkan gizi siswa, tetapi juga memberikan dampak positif berkelanjutan bagi perekonomian lokal dan masyarakat desa. Program MBG sendiri telah berjalan di Majalengka dengan kolaborasi berbagai pihak, termasuk target ratusan ribu penerima manfaat melalui puluhan SPPG. (Agit)

















