- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
Jebol Sungai Cimanuk di Majalengka, Area Pertanian dan Rumah Warga Terendam Banjir

Keterangan Gambar : Banjir di Kabupaten Majalengka
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka dalam kurun waktu hingga Sabtu 24 Januari 2026 mencatat ada 26 titik lokasi terjadinya peristiwa alam, bencana tanah longsor, banjir dan pohon tumbang yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka dengan segera melakukan penanganan kedaruratan, mengevakuasi warga, terus memantau kondisi wilayah serta mencatat dengan melaksanakan pendataan.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menginstruksikan jajarannya seperti BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk bergerak cepat dalam menangani kondisi darurat.
Baca Lainnya :
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
"Utamakan di wilayah yang terdampak banjir dan longsor. Juga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP3) untuk segera melakukan pendataan terhadap lahan pertanian, terutama sawah yang terdampak banjir," tegasnya saat di lokasi terjadinya banjir. Sabtu, (24/01/2026)
Lanjut bupati, keselamatan warga menjadi prioritas utama, sedangkan untuk Dinas Ketahanan pangan agar segera melakukan pendataan terhadap sawah dan lahan pertanian yang terdampak banjir.

"Hal itu, sebagai dasar penanganan dan langkah lanjutan ke depan," terangnya.
Bupati menghimbau kepada masyarakat khususnya bagi yang berada di titik lokasi rawan bencana juga yang saat ini terdampak untuk tetap selalu waspada terhadap potensi susulan yang bisa saja terjadi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim menambahkan dengan memastikan hingga dengan saat ini tidak ada korban jiwa.
"Hanya ada rumah warga yang mengalami kerusakan dan beberapa akses jalan tertutup material longsor, jajaran tim yang dikerahkan masih terus melakukan pendataan dan penanganan di lapangan," ujarnya.
Hasil dari data area pertanian yang tercatat, Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, menyebutkan bahwa sawah yang terdampak banjir berada di beberapa kecamatan.
"Kecamatan Jatitujuh, Kertajati, Ligung, Sumberjaya, Dawuan, Kasokandel, Cikijing, dan Cingambul, dengan luasan mencapai ratusan hektar," sebutnya.
Ditempat itu, Camat Ligung, Abdul Goni, menambahkan bahwa ada satu desa yang mengalami banjir dikarenakan jebolnya sungai cimanuk di Desa Wanasalam.
"Akibat kejadian tersebut, sekitar 200 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa," pungkasnya. ** (Agit)

















