- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
- KAI Gandeng Komunitas Kampanyekan Keselamatan serta Ajak Masyarakat Disiplin di Perlintasan
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman, dan Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib. Senin, (26/01/2026)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) audensi dengan Bupati Majalengka dan menghadirkan seluruh pimpinan lembaga jasa keuangan diantaranya, perbankan, pegadaian, BPR, dan lainnya.
Ini bertujuan, menjalin sinergi, komunikasi kolaborasi kerjasama dalam upaya mendorong para pelaku dunia Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Hal itu dikatakan, Agus Muntholib sebagai Kepala OJK Cirebon. Ia pun menegaskan bahwa, OJK berkomitmen secara penuh untuk menyampaikan program utama dalam pendorong peningkatan akses yang berkaitan dengan penyaluran KUR.
Baca Lainnya :
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
"Berdasarkan statistik data penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Barat, untuk Kabupaten Majalengka ada di peringkat 19 dari 27 Kota/Kab di Jawa Barat," katanya usai gelar audensi di ruang rapat Kantor Bupati Majalengka. Senin, (26/01/2026).
Agus menjelaskan, karena dasar itu dan juga masih dalam wilayah kerja kami serta berdekatan dengan Cirebon berharap dengan hasil audensi ini bersama sama mendorong hal tersebut.
"Adapun hal yang berkaitan dengan kendala ini adalah soal mengakses informasi. Jadi begini, rata rata perbankan memiliki standar atau persyaratan selain yang ditetapkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian RI yaitu salah satunya adalah SLIK atau Sistem Layanan Informasi Keuangan," jelasnya.
Lebih jauh ia kembali menjelaskan, diketahui bersama bahwa OJK pun telah menegaskan SLIK itu bukan satu satunya alat atau hal yang utama untuk mengukur orang bisa mendapatkan KUR atau tidak.
"Karena, perbankan bisa menetapkan risk tolerance atau resiko toleransi terhadap para nasabah yang memilki catatan SLIK. Pada dasarnya diantara mereka ada yang mengajukan KUR bukan karena masalah yang bersangkutan tetapi dipinjam oleh saudara semisal kakak atau adiknya," paparnya.
Agus menambahkan, dari itu kami meminta perbankan lebih selektif mengkaji riset ontimenya untuk bisa lebih di optimalkan. Kami OJK sudah mendorong akan hal itu dengan dikeluarkannya POJK 19 tahun 2025 agar ada kemudahan akses pembiayaan bagi KUKM karena diketahui indonesia di topang perekonomiannya sekira 60 persen dari UMKM.
"Dari catatan kami, banyak sekali pengaduan hingga 40 persen di tahun 2025 kemarin. Ada 1976 soal itu karena SLIK dan itu menjadi salah satu kendala, berharap agar di internalnya bisa memilki kebijakan. Masyarakat nanti yang terkendala dengan SLIK di berikan semacam relaksasi waktu." harapnya.
Sementara itu, Bupati Majalengka H Eman Suherman menambahkan, Alhamdulillah hari ini sebagai bentuk koordinasi dan kolaborasi saya berkesempatan bisa rapat bersama dengan OJK dan seluruh perbankan.
"Sebelumnya kami pemerintah pernah meminta dipasilitasi bertemu dengan seluruh pimpinan jasa perbankan di Majalengka, karena selama ini kita belum pernah," ujarnya.
Bupati diakhir menambahkan, pemerintah dalam hal ini mengapresiasi langkah OJK dalam upaya dorong para pelaku UMKM dengan KUR nya.
"Melihat dari hal itu, perbankan pun harus bisa menjadi manfaat untuk rakyatnya," pungkasnya. ** (Agit)

















