- Barito Utara Bidik Iklim Investasi Sehat Lewat Raperda Penanaman Modal
- Buka Konsultasi Publik, Pemkab Barito Utara Matangkan Raperda Penanaman Modal
- OJK dan Pemkab Majalengka Kuatkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Situ Cipanten Gunungkuning
- Dua Raperda Dibahas Sekaligus, DPRD Dan Pemkab Barito Utara Sepakat Agendakan Pada Banmus Mendatang
- DPRD Bahas Raperda PSU, Patih Herman Desak Solusi Konkret untuk Jalan Perumahan
- Hadapi Tekanan Fiskal, BPD Didorong Jadi Motor Utama Ekonomi Daerah
- Dinkes Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Pemanfaatan SIG di Bidang Kesehatan
- Langkah Strategis Eman Suherman di Musrenbang Jabar 2026: Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Kunci Masa Depan Daerah
- Ramah Tamah Bersama Kasrem 102 Panju Panjung, Bupati Harapkan Kolaborasi Pemda dan TNI Semakin Solid
- Papipar Jadi Momentum Promosi Daerah, Anggota DPRD, H Tajeri Beri Pesan Ini
Viral Sekolah Rusak di Majalengka! Kadisdik Buka Fakta : Sudah Diusulkan, Tapi Terbentur Aturan Pusat

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H Rd Muhammad Umar Ma
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Video kondisi memprihatinkan SDN II Gandawesi di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, meledak di media sosial dan memantik gelombang kemarahan publik. Sorotan tajam pun mengarah pada buruknya fasilitas pendidikan yang dinilai tak layak bagi siswa.
Di tengah tekanan publik yang kian menguat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H Rd Muhammad Umar Ma'ruf, akhirnya angkat bicara.
Melalui akun resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, yang dikutip Selasa (14/04/2026), ia menegaskan bahwa kondisi sekolah tersebut sebenarnya sudah lama masuk dalam perhatian pemerintah daerah.
Baca Lainnya :
- Viral Sekolah Rusak di Majalengka! Kadisdik Buka Fakta : Sudah Diusulkan, Tapi Terbentur Aturan Pusat
- Bupati H Eman Suherman Gerak Cepat Fasilitasi Warga Ampel Ligung Majalengka yang Terkena Abrasi
- Veri Azzam Arrasyid Raih Juara 2 OSN Tingkat Nasional, Siswa SDN Mekarwangi 1 Argapura Majalengka
"Sudah diusulkan untuk rehab, bahkan sudah disurvei," tegasnya.
Namun, realita di lapangan berkata lain. Perbaikan tak kunjung terealisasi. Penyebabnya? Regulasi dari pemerintah pusat disebut menjadi tembok penghalang.
Fakta ini sontak memunculkan pertanyaan publik sampai kapan siswa harus bertahan dalam kondisi yang tak layak?

Tak hanya itu, Kadisdik juga mengungkap bahwa SDN II Gandawesi bukan satu-satunya. Ada banyak sekolah lain di Majalengka yang mengalami kondisi serupa dan telah dipetakan oleh dinas terkait.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, total terdapat 323 sekolah yang telah masuk program revitalisasi, dengan rincian :
39 sekolah PAUD
221 sekolah SD
63 sekolah SMP
Masalah kian kompleks ketika berbicara soal anggaran. Dana BOS yang selama ini diharapkan menjadi solusi, ternyata memiliki keterbatasan besar. Aturan melarang penggunaan untuk rehab berat, sementara hanya sekitar 20 persen anggaran yang bisa dialokasikan untuk pemeliharaan ringan.
"Bukan hanya sekolah yang viral saja, melainkan sekolah lainnya yang serupa juga sudah kami mapping," ungkapnya.
Di sisi lain, publik tak lagi sekadar ingin penjelasan. Desakan kini mengarah pada tindakan nyata. Viralitas kasus ini menjadi alarm keras bahwa persoalan infrastruktur pendidikan masih menjadi luka lama yang belum sepenuhnya sembuh.
Kini, semua mata tertuju pada langkah konkret pemerintah akankah ada percepatan, atau justru kembali terhambat birokrasi?
















