- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kodim 0506/Tgr Sosialisasikan Penerimaan Secaba dan Secata PK TNI AD Gelombang I TA 2027, Tegaskan Gratis Tanpa Biaya.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang Dorong Percepatan Sertipikasi Tanah, Aset Pemda, dan Tanah Wakaf.
- Sertu Suparman Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau.
- Tim Wasrik Itdam V/Brawijaya Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan Di Wilayah Kodim 0808/Blitar.
- Evaluasi Maturitas SPIP 2026, Kantah Kabupaten Tangerang Terima Kunjungan BPKP dan Biro OrtalaMR Kementerian ATR/BPN.
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- BNI Hadirkan Promo dan Kemudahan Transaksi di MotoGP Mandalika 2026
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
Viral di Medsos, DPRD Majalengka Temukan Retak dan Aspal Terkelupas

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin, SM, SH
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Keluhan warga terkait kondisi Jalan Munjul-Ciandeu yang ramai diperbincangkan di media sosial mendapat perhatian serius dari Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka. Dalam sidak yang dilakukan Kamis (04/06/2026), Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH, menemukan sejumlah titik retakan dan pengelupasan aspal yang menjadi sorotan publik.
Isu tersebut sebelumnya mencuat setelah sebuah unggahan di Facebook menyebut ruas jalan yang baru dihotmix beberapa hari telah menunjukkan retakan memanjang. Unggahan itu memunculkan beragam spekulasi mengenai kualitas konstruksi, mulai dari dugaan pemadatan yang tidak optimal hingga ketebalan lapisan aspal yang dinilai kurang memadai.
Menanggapi polemik yang berkembang, Komisi III memilih melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Hasil sidak menunjukkan adanya retakan rambut yang telah diperbaiki pada beberapa titik. Namun, di kawasan Ciandeu ditemukan bagian aspal yang terkelupas diduga akibat lapisan yang terlalu tipis sehingga rentan terhadap beban kendaraan.
Baca Lainnya :
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
Iing menegaskan bahwa setiap temuan harus ditindaklanjuti berdasarkan fakta teknis, bukan sekadar opini yang berkembang di media sosial. Namun demikian, kritik dan laporan masyarakat dinilai penting sebagai bentuk pengawasan publik terhadap proyek yang dibiayai dari uang rakyat.
"Anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat. Karena itu kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas, bukan hanya mengejar volume pekerjaan," tegasnya.
Komisi III juga mengingatkan agar seluruh proyek infrastruktur tahun anggaran 2026 diawasi secara ketat untuk mencegah munculnya kerusakan dini yang berpotensi merugikan keuangan daerah dan masyarakat pengguna jalan. ** (Agit)
















