- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
- Ormas Laskar Blitar Serukan Rakyat Tetap Mendukung Program MBG dan KDMP
- DPRD Barito Utara Dorong Peningkatan Fasilitas dan Pelayanan Jamaah Haji
- Pemkab Barito Utara Sambut Kepulangan Jamaah Haji, Harapkan Menjadi Teladan di Masyarakat
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
- Ketua Umum PRSI Bahas Program Workshop Robotika Bersama Anjungan Kalimantan Selatan TMII
- RISNU Masjid Nurul Hidayah Kembali Gelar Gempita Muharram 1448 H, Hadirkan Festival Islami dan Kegiatan Sosial
Terkait Izin CV Bumi Indah Diduga Bodong, Anggota DPR RI Nurhadi Tegur Bupati

Keterangan Gambar : Terkait Izin CV Bumi Indah Diduga Bodong, Anggota DPR RI Nurhadi Tegur Bupati
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Masalah Kandang Bodong di kawasan Desa Ngaringan Kecamatan Gandusari sudah selayaknya mematuhi peraturan yang ada, apalagi setelah Kementrian Lingkungan Hidup Kehutanan ( KLHK ) bahwa merekomendasikan agar CV Bumi Indah di Kabupaten Blitar disanksi administratif. Surat rekomendasi bernomor S.1314/BPPHLHK.2/TU/GKM.2.1/B/12/2024 yang diterbitkan pada 12 Desember 2024.
Menanggapi hal tersebut Nurhadi anggota DPR RI dari partai NasDem Komisi 9 yang bermitra dengan Kesehatan sangat mendukung kebijakan KLHK, dimana CV Bumi Indah yang seharusnya mentaati aturan perijinan, tidak semena mena mengabaikan lingkungan masyarakat sekitar yang terganggu kesehatanya akibat bau limbah peternakan.
"Ini harus segera disikapi khususnya Pemkab Blitar, agar Bupati bertindak tegas, mengutamakan kepentingan masyarakat masalah kesehatan," kata Nurhadi Sabtu ( 20/09/25 ) di Tlogo.
Baca Lainnya :
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Alokasi Dana Desa Sumber Untuk Ketahanan Pangan Kambing Sebesar 20 Persen
- Lolos Seleksi Penjaringan Tonny Andreas Siap Majukan Prestasi KONI Kota Blitar
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
- Surani : Truck Banpres Semangat dan Harapan Baru KDMP Desa Tambarekjo Berjaya
Menyikapi masalah tersebut Nurhadi kepada awak media berjanji akan menegur Bupati Blitar, bahwa hal pencemaran ini tidak bisa dibiarkan berlarut - larut dibiarkan,"Saya lihat semua media di Blitar serius menyoroti masalah pencemaran lingkungan oleh CV Bumi Indah
Secara pribadi ataupun lembaga Legislatif Nurhadi juga sangat menyayangkan sikap arogansi PT Bumi Indah, Pimpinan daerah juga hendaknya memikirkan solusi yang terbaik bagaimana agar lebih tidak menimbulkan dampak ke dua belah pihak, masyarakat juga menjadi Pemikiran yang jauh lebih penting.
"Ini harus segera duduk bersama membahas masalah ini, masuknya investor penting, satu sisi terhadap dampak pencemaran jangan sampai berlarut larut dibiarkan karena menyangkut kesehatan," tandasnya
Kepada awak media Nurhadi juga menyampaikan akan menegur Bupati agar segera menuntaskan masalah pencemaran lingkungan oleh CV Bumi Indah, "Ini tidak boleh di biarkan berlarut larut, apalagi sekarang ini media di Blitar gencar menyoroti pencemaran oleh pengusaha peternak ayam Itu, kami secara pribadi akan sampaikan kepada Bupati," Imbuhnya.
Untuk di ketahui bahwa CV Bumi Indah memang ada unsur kesengajaan abai prosedur aturan, disebutkan kekurangan perijinan itu masing - masing Perizinan berusaha, Perizinan lingkungan, Perizinan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta Perizinan pendukung lainnya.
Tidak hanya itu, KLHK juga meminta agar seluruh kegiatan usaha dihentikan sementara sampai seluruh izin terpenuhi.
Masalah pencemaran lingkungan akibat limbah industri peternakan di masa pemerintahan Bupati Rijanto ada dua catatan yang hingga sekarang masih menyisakan penderitaan rakyat pertama adalah peternakan sapi perah Green Field limbah tletong, dan yang baru adalah limbah kotoran ayam di Ngaringan Gandusari oleh CV Bumi Indah. (za/mp)











.jpg)





