Sebanyak 181 Pekerja Rokok Korban PHK Mendapat Latihan Kerja

By Johan MP 09 Nov 2022, 12:36:43 WIB Jawa Timur
Sebanyak 181 Pekerja Rokok Korban PHK Mendapat Latihan Kerja

Keterangan Gambar : Walikota Blitar Santoso


MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Sebanyak 181 pekerja rokok korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dari pabrik rokok apache, pada Rabu (09/11/22) mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Blitar bertempat di Balai Kota Koesoemo Wicitro. 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Juyanto S.E MM Masalah pengangguran di kota Blitar dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat, tercatat pada tahun 2021, jumlah penduduk kota Blitar ada 153 ribu sekian, dari jumlah tersebut tercatat ada 6,61 persen masih belum mendapatkan pekerjaan, yang pertambahannya ada beberapa indikator seperti putus usia sekolah SLTP, lulusan perguruan tinggi yang belum mendapat pekerjaan, ditambah adanya perusahaan yang tidak bisa melangsungkan usahanya sehingga terpaksa harus melakukan PHK besar besaran.



Baca Lainnya :

Seperti dilaporkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Blitar Juyanto S.E MM menyebutkan, acara pelatihan yang mendatangkan nara sumber dari SMK PGRI 2 bertujuan untuk mengurangi jumlah angka pengangguran khususnya bagi pencari kerja dan korban PHK, pelatihan diantaranya meliputi ketrampilan tata boga, salon, sablon.

"Mereka setelah mengikuti pelatihan para korban PHK ini setelah mendapat bekal ketrampilan, agar mereka tetap bisa bekerja dan siap menciptakan lapangan kerja baru, sehingga mampu menyerap jumlah tenaga kerja di kota Blitar menjadi tenaga trampil dan mandiri," ujar Juyanto.


Dilain sisi Walikota Blitar Drs. santoso M.Pd dihadapan peserta pelatihan menyampaikan, saat ini semua negara dihadapkan pada masalah besar, yakni krisis multi dimensi, pada tahun 2023 adalah masa yang sangat kelam bagi semua negara, tidak hanya di Indonesia.

"Dampak krisis multi dimensi sudah kita rasakan, dimana banyak negara yang terpaksa harus mengurangi jumlah tenaga kerja seperti pekerja Migran, upaya Pemkot Blitar bagaimana agar mereka tetap bisa bekerja, tanggungjawab kita adalah dengan memberikan bekal ketrampilan agar mereka bisa exis menciptakan lapangan kerja baru,"ujar Santoso.

Santoso juga mengatakan banyak pemutusan kerja tak hanya di dalam bahkan luar negeri, banyak Pekerja Migran Indonesia di pulangkan. Tanggungjawab pemerintah berkewajiban untuk membina para korban PHK dengan memberikan pelatihan diantaranya seperti membuat kue, sablon, potong rambut.

"Dengan demikian pemerintah terus mendorong terhadap peningkatan dan kemampuan SDM  berdaya saing sehingga mendorong tumbuh kembang UMKM di Kota Blitar.

"Pemerintah memberikan fasilitas sarana dan prasarana, hendaknya hal ini menjadi penyemangat untuk menciptakan lapangan kerja, melalui sebuah perjuangan jangan putus asa sebelum berjuang, sehingga membuahkan kesuksesan,"tuturnya

Acara yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM diharapkan menjadi inspirasi mendorong bagi korban PHK agar tidak menambah jumlah angka pengangguran di Kota Blitar, mengingat dari tahun ke tahun angka pengangguran terus bertamba.Walikota juga berpesan agar bantuan sarana dan prasarana dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya dan jangan di jual.

"Saya targetkan di kota Blitar pertahun mampu menciptakan dua wira usaha baru, agar kota Blitar mampu menjawab tantangan masalah pengangguran. Saya pesan agar bantuan alat ini tidak di jual, bila itu di jual.semua ya Wasalam,"pungkasnya. (adv.kmftik/za/mp)




  • Program SAE Ramadhan Fest 2026 Kiat Anggia Emarini Majukan Pelaku UMKM Blitar

    🕔19:56:03, 09 Mar 2026
  • Persatuan Perempuan Sidoarjo Berbagi Takjil dan Suarakan Perdamaian Untuk Pimpinan Sidoarjo

    🕔08:36:25, 05 Mar 2026
  • Polres Blitar Kota Launching SPPG YKB Cik Ditiro, Siap Layani 1.500 Paket MBG

    🕔18:38:10, 03 Mar 2026
  • Saan Mustopa: Safari Ramadhan Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Bung Karno

    🕔18:42:29, 03 Mar 2026
  • Bupati Blitar : High Level Meeting TPID Mendorong Pegendalian Inflasi dan Percepatan Pembangunan Daerah.

    🕔10:55:02, 02 Mar 2026