- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Hadirkan Rasa Aman di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
- Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan
- Ketua Komisi III DPRD Barito Utara Apresiasi Langkah Cepat Penanganan Jalan Rusak
- Pengangkatan Wakil Direktur Polimedia Jadi Sorotan, Diduga Tak Penuhi Syarat Statuta
- Keributan di Pasar Lama, Nasrullah Minta Kronologi sebenarnya dibuka
- Gubernur Pramono Apresiasi Program Pengolahan Sampah Organik di Jakarta Timur
Sebanyak 181 Pekerja Rokok Korban PHK Mendapat Latihan Kerja

Keterangan Gambar : Walikota Blitar Santoso
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Sebanyak 181 pekerja rokok korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dari pabrik rokok apache, pada Rabu (09/11/22) mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Blitar bertempat di Balai Kota Koesoemo Wicitro.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Juyanto S.E MM Masalah pengangguran di kota Blitar dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat, tercatat pada tahun 2021, jumlah penduduk kota Blitar ada 153 ribu sekian, dari jumlah tersebut tercatat ada 6,61 persen masih belum mendapatkan pekerjaan, yang pertambahannya ada beberapa indikator seperti putus usia sekolah SLTP, lulusan perguruan tinggi yang belum mendapat pekerjaan, ditambah adanya perusahaan yang tidak bisa melangsungkan usahanya sehingga terpaksa harus melakukan PHK besar besaran.

Baca Lainnya :
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- Kadisdik Kota Tangerang Beberkan Rincian Program Sekolah Gratis Tahun 2026
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
- Ratusan Pil Haram Diamankan, Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Obat Ilegal
- Optimalkan Ruang Publik, Satpol PP Kota Tangerang Tertibkan PKL di Sekitar Alun-Alun Ahmad Yani
Seperti dilaporkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Blitar Juyanto S.E MM menyebutkan, acara pelatihan yang mendatangkan nara sumber dari SMK PGRI 2 bertujuan untuk mengurangi jumlah angka pengangguran khususnya bagi pencari kerja dan korban PHK, pelatihan diantaranya meliputi ketrampilan tata boga, salon, sablon.
"Mereka setelah mengikuti pelatihan para korban PHK ini setelah mendapat bekal ketrampilan, agar mereka tetap bisa bekerja dan siap menciptakan lapangan kerja baru, sehingga mampu menyerap jumlah tenaga kerja di kota Blitar menjadi tenaga trampil dan mandiri," ujar Juyanto.

Dilain sisi Walikota Blitar Drs. santoso M.Pd dihadapan peserta pelatihan menyampaikan, saat ini semua negara dihadapkan pada masalah besar, yakni krisis multi dimensi, pada tahun 2023 adalah masa yang sangat kelam bagi semua negara, tidak hanya di Indonesia.
"Dampak krisis multi dimensi sudah kita rasakan, dimana banyak negara yang terpaksa harus mengurangi jumlah tenaga kerja seperti pekerja Migran, upaya Pemkot Blitar bagaimana agar mereka tetap bisa bekerja, tanggungjawab kita adalah dengan memberikan bekal ketrampilan agar mereka bisa exis menciptakan lapangan kerja baru,"ujar Santoso.
Santoso juga mengatakan banyak pemutusan kerja tak hanya di dalam bahkan luar negeri, banyak Pekerja Migran Indonesia di pulangkan. Tanggungjawab pemerintah berkewajiban untuk membina para korban PHK dengan memberikan pelatihan diantaranya seperti membuat kue, sablon, potong rambut.
"Dengan demikian pemerintah terus mendorong terhadap peningkatan dan kemampuan SDM berdaya saing sehingga mendorong tumbuh kembang UMKM di Kota Blitar.
"Pemerintah memberikan fasilitas sarana dan prasarana, hendaknya hal ini menjadi penyemangat untuk menciptakan lapangan kerja, melalui sebuah perjuangan jangan putus asa sebelum berjuang, sehingga membuahkan kesuksesan,"tuturnya
Acara yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM diharapkan menjadi inspirasi mendorong bagi korban PHK agar tidak menambah jumlah angka pengangguran di Kota Blitar, mengingat dari tahun ke tahun angka pengangguran terus bertamba.Walikota juga berpesan agar bantuan sarana dan prasarana dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya dan jangan di jual.
"Saya targetkan di kota Blitar pertahun mampu menciptakan dua wira usaha baru, agar kota Blitar mampu menjawab tantangan masalah pengangguran. Saya pesan agar bantuan alat ini tidak di jual, bila itu di jual.semua ya Wasalam,"pungkasnya. (adv.kmftik/za/mp)

















