- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
- Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah.
Sambut HUT Kemerdekaan RI Ke-79, BP2MI Seragamkan Jaket Pelepasan PMI dengan Warna Merah

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Terdapat momen menarik saat Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melaksanakan seremonial pelepasan pekerja migran Indonesia (PMI) program penempatan Government to Government (G to G) Korea Selatan dan Jerman di Hotel eL Royal, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (5/8/2024).
Biasanya, BP2MI menyeragamkan jaket pelepasan PMI dengan warna kuning. Namun, kali ini, lembaga yang dipimpin Benny Rhamdani itu menyelaraskan seragam pahlawan devisa dengan jaket berwarna merah.
"Semangat Agustus-an," kata Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika (ASAF) BP2MI, Lasro Simbolon.
Baca Lainnya :
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Koramil Pondok Aren Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga.
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
Diakui Lasro, hal ini merupakan instruksi dari Kepala BP2MI Benny Rhamdani untuk menyambut bulan kemerdekaan.
"Selama pemberangkatan Agustus, kita tunjukkan simbol negara kita, Merah Putih. September kembali ke warna serupa," tambah Lasro.
Lasro memastikan pihaknya akan memberikan pelayanan terbaik kepada PMI. Mengingat, PMI merupakan penyumbang devisa negara terbesar kedua setelah sektor minyak dan gas (migas).
"Mereka orang-orang hebat, orang-orang bermartabat. Kita tunjukkan seperti melepas duta-duta bangsa seperti atlet. Jadi, inilah cara BP2MI minimal menghormati pahlawan devisa," ujarnya.
Dia juga berpesan kepada negara penempatan untuk menghargai PMI. Sebab, keberadaan mereka dapat meningkatkan perekonomian negara penempatan.
"Kita jaga hubungan bilateral yang baik. Anda sudah dapat banyak benefit dari kehadiran PMI, maka berikan hak-hak mereka dengan pantas," tuntas Lasro.
Diketahui, BP2MI melepas 582 pekerja migran Indonesia yang terdiri dari 551 pekerja migran ke Korea Selatan, 5 PMI ke Jerman dan dihadiri 26 Calon PMI (CPMI) yang sedang melaksanakan orientasi pra pemberangkatan program G to G Korea Selatan.(*/Anton)










.jpg)





