- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
- Tokoh Masyarakat Lahei Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dalam Persoalan Jalan Hauling
- Dandim 0510/Tigaraksa Dukung Ketahanan Pangan, Panen Padi Sawah dan Pemberian Bantuan Sarana Pertanian
- Kemenag Kabupaten Tangerang Berikan Pembinaan Guru PAI, Untuk Menbangun Ekosistem Pendidikan Kuat.
- Wamen Ossy Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan.
- Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria.
- Koramil 04/Cikupa Ngaji Bareng Dan Bagikan Sembako Dengan MUI Kec Cikupa.
- Tingkatkan Keamanan Melalui Patroli Malam, Babinsa Ajak Warga Peduli Lingkungan.
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
Bunga PNM Mekaar Akan Dipangkas, Presiden Prabowo Dorong Keadilan Ekonomi Berbasis Pancasila

Keterangan Gambar : Nasabah PNM
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar diturunkan hingga di bawah 9 persen. Kebijakan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu (13/05/2026).
Menurut Presiden, kebijakan itu merupakan langkah nyata pemerintah untuk menghadirkan keadilan ekonomi bagi masyarakat kecil, khususnya keluarga prasejahtera yang selama ini masih menghadapi bunga kredit tinggi.
“Ini keputusan politik, saya sudah ambil bahwa bunga untuk Permodalan Nasional Madani, untuk kredit keluarga prasejahtera, dari 24 persen, kita turunkan harus di bawah 10 persen, harus di bawah 9 persen,” ujar Presiden Prabowo.
Baca Lainnya :
Dalam pidatonya, Presiden menyoroti ketimpangan akses pembiayaan antara masyarakat kecil dan pengusaha besar. Ia menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan semangat keadilan sosial yang menjadi dasar negara.
“Bayangkan, orang kaya dikasih 9 persen, orang miskin 24 persen. Ini negara Pancasila, saya tidak paham,” tegasnya.
Presiden juga meminta agar pemerintah terus mengevaluasi berbagai kelemahan sistem ekonomi dan memperbaiki kebijakan yang dinilai belum berpihak kepada rakyat kecil. Ia menekankan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 harus diwujudkan secara nyata dalam kebijakan ekonomi nasional.
Selain penurunan bunga kredit PNM Mekaar, Presiden turut menyoroti persoalan lambatnya perizinan usaha yang selama ini menjadi keluhan para pelaku usaha dan investor. Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga mempercepat reformasi birokrasi serta mengurangi hambatan administrasi yang dinilai menghambat investasi.
Presiden bahkan meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membentuk satuan tugas deregulasi untuk menyederhanakan aturan yang tumpang tindih.
Menurut Presiden, pengusaha yang menjalankan usaha secara benar harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah karena memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi nasional.
Menutup sambutannya, Presiden optimistis pemerintah mampu meningkatkan efisiensi anggaran dan memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kebijakan strategis yang berpihak pada rakyat.(AS).


.jpg)


1.jpg)

.jpg)








