- Kementerian UMKM: Holding Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok
- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
- Wali Kota Blitar ; Sekolah Rakyat Terpadu 2 Membuka Harapan Baru Pendidikan Layak dan Memadai
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Teken Kesepakatan KUA-PPAS 2027 Legislatif dan Eksekutif Dorong Percepatan pembangunan Kabupaten Blitar
Bunga PNM Mekaar Akan Dipangkas, Presiden Prabowo Dorong Keadilan Ekonomi Berbasis Pancasila

Keterangan Gambar : Nasabah PNM
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar diturunkan hingga di bawah 9 persen. Kebijakan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu (13/05/2026).
Menurut Presiden, kebijakan itu merupakan langkah nyata pemerintah untuk menghadirkan keadilan ekonomi bagi masyarakat kecil, khususnya keluarga prasejahtera yang selama ini masih menghadapi bunga kredit tinggi.
“Ini keputusan politik, saya sudah ambil bahwa bunga untuk Permodalan Nasional Madani, untuk kredit keluarga prasejahtera, dari 24 persen, kita turunkan harus di bawah 10 persen, harus di bawah 9 persen,” ujar Presiden Prabowo.
Baca Lainnya :
Dalam pidatonya, Presiden menyoroti ketimpangan akses pembiayaan antara masyarakat kecil dan pengusaha besar. Ia menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan semangat keadilan sosial yang menjadi dasar negara.
“Bayangkan, orang kaya dikasih 9 persen, orang miskin 24 persen. Ini negara Pancasila, saya tidak paham,” tegasnya.
Presiden juga meminta agar pemerintah terus mengevaluasi berbagai kelemahan sistem ekonomi dan memperbaiki kebijakan yang dinilai belum berpihak kepada rakyat kecil. Ia menekankan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 harus diwujudkan secara nyata dalam kebijakan ekonomi nasional.
Selain penurunan bunga kredit PNM Mekaar, Presiden turut menyoroti persoalan lambatnya perizinan usaha yang selama ini menjadi keluhan para pelaku usaha dan investor. Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga mempercepat reformasi birokrasi serta mengurangi hambatan administrasi yang dinilai menghambat investasi.
Presiden bahkan meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membentuk satuan tugas deregulasi untuk menyederhanakan aturan yang tumpang tindih.
Menurut Presiden, pengusaha yang menjalankan usaha secara benar harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah karena memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi nasional.
Menutup sambutannya, Presiden optimistis pemerintah mampu meningkatkan efisiensi anggaran dan memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kebijakan strategis yang berpihak pada rakyat.(AS).










.jpg)






