- Dewan Hasrat Minta Program Antinarkoba Berbasis Pemetaan, Anggaran Harus Terukur hingga Hasilnya
- Hasrat PAN Usulkan Lomba Cerita Pendek Bahaya Narkoba, Edukasi Generasi Muda Lewat Media Sosial
- Hasrat Minta SOP Perlindungan Relawan Antinarkoba, Masyarakat Pelapor Jangan Dibiarkan Takut
- Hasrat PAN Dukung Perda P4GN dan Anggaran Antinarkoba, Selamatkan Generasi Muda Barito Utara
- Peredaran Narkoba Jadi Keprihatinan, Ardianto Soroti Dugaan Jaringan Narkoba hingga Wilayah Desa
- Ardianto Minta Bupati Perkuat Peran Kades dalam Pencegahan Narkoba
- Perkuat Sinergi Pertahanan Serumpun, Pangkogabwilhan II Sambut Kunjungan PP Tentara Malaysia di Mako Kogabwilhan II
- Perkokoh Soliditas TNI, Pangkogabwilhan II Sambut Kunjungan Kerja Danrem 091/ASN.
- Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Kootban Wilayah VII, Perkuat Sinergitas dan Koordinasi Pertahanan.
- Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa Semen.
Ketua DPR RI Puan Maharani Dorong Budaya Pilah Sampah Jadi Gerakan Nasional

Keterangan Gambar : Ketua DPR RI Puan Maharani
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,- Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut baik kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber yang mulai berlaku pada 10 Mei 2026. Menurutnya, kebijakan wajib pilah sampah ini perlu berkembang menjadi gerakan nasional demi menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Melalui Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026, warga Jakarta diwajibkan memilah sampah rumah tangga menjadi empat kategori, yakni organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu. Sampah organik akan diolah melalui kompos, maggot, atau biodigester, sedangkan sampah anorganik diarahkan ke bank sampah dan daur ulang.
Puan menilai kebijakan tersebut bukan sekadar program teknis pengelolaan lingkungan, tetapi bagian dari perubahan budaya hidup masyarakat perkotaan yang semakin mendesak dilakukan.
Baca Lainnya :
Ia menegaskan persoalan sampah kini berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, banjir, hingga masa depan generasi muda.
Menurut Puan, keberhasilan program pilah sampah membutuhkan dukungan sistem, edukasi berkelanjutan, serta kepastian bahwa sampah yang sudah dipilah benar-benar dikelola dengan baik.
Ia juga menilai budaya memilah sampah harus menjadi kebiasaan generasi muda dan bagian dari upaya mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Puan menegaskan DPR RI mendukung kebijakan lingkungan yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat, sekaligus memastikan implementasinya berjalan konsisten, terukur, dan berkelanjutan.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).










.jpg)





