- Tinjau Korban Angin Puting Beliung Mas Ibbin Salurkan Sembako di Kelurahan Sukorejo dan Turi.
- Bukan Sekadar Silaturahmi : SMS Lahir, Konsolidasi Pemuda Majalengka Menuju 2029 Dimulai
- Semarak Muscab PKB di Berbagai Daerah, Maman Imanul Haq Ucapkan Selamat & Sukses
- Generasi Nias Melek Teknologi, PRSI Sumut dan BINUS Medan Gelar Workshop Robotika
- Hujan Deras Picu Banjir di Jakarta Barat, 12 RT Terendam dan Sejumlah Jalan Lumpuh
- Pendatang Baru Wajib Lapor 1x24 Jam, Dukcapil Siapkan Layanan Jemput Bola
- Pesan Paskah 2026, Menag Tekankan Harmoni dan Persaudaraan Bangsa
- Pemprov DKI Siap Gelar Lebaran Betawi ke-18, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Jakarta
- Ateng Sutisna Dorong Penguatan BIM demi Industri Bernilai Tinggi
- JKB Gelar Halal Bihalal 2026, Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Komitmen Kebangsaan
PWI Gate, Apa Kata Mantan Ketum PWI Pusat Atal S Depari

Keterangan Gambar : Mantan Ketum PWI Pusat Atal S Depari saat menghadiri pemilihan ketua PWI Jaya, Kamis(25/4).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Kasus PWI Gate semakin santer diperbincangkan publik khususnya dikalangan wartawan. Belum lama ini saat melaporkan pertanggungjawaban pengurus (Ketua PWI Jaya) semasih di jabat Sayid Iskandarsyah, Kesit Budi Handoyo ketua PWI Jaya terpilih tegas mengatakan, pertanggungjawaban tidak dapat saya berikan, sebab saat Ketua semasa Sayid dia mengundurkan diri bersama tiga orang pengurus lainnya.
.jpg)
Baca Lainnya :
- Menuju 500 Tahun Jakarta, PWI Jaya Siapkan Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin ke-52
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Ramadan Penuh Makna, BRI Life Gandeng Yayasan Sosial Tebar Kepedulian
- PWI Majalengka Apresiasi Sikap Terbuka Kapolri Layani Doorstop di Tengah Sorotan Kasus Oknum
Poto: Mantan Ketum PWI Pusat, Atal S Depari berpelukan mengucapkan selamat atas terpilihnya Kesit Budi Handoyo sebagai ketua PWI Jaya.
" Saya tidak menyampaikan pertanggungjawaban Ketua Sayid sebab beliau mengundurkan diri bersama tiga orang pengurus lainnya, apakah pertanggungjawaban saya diterima," ujar Kesit dalam pledoinya yang disambut kata diterima oleh para anggota PWI peserta pemilihan, Dibalaikota DKI, Kamis(25/4).

Terlebih juga Kesit mengatakan suasana pemilihan diwarnai oleh suasana citra PWI ditengah kasus dugaan korupsi oleh oknum yang saat ini tengah ditangani oleh pihak berwajib.
" Apalagi PWI saat ini seperti yang ramai diberitakan sedang tersandung masalah dugaan penyelewengan dana UKW bantuan BUMN," tukasnya.
Sementara itu Mantan Ketua PWI Pusat periode 2018-2023 Atal S Depari mengatakan bahwa dirinya mengaku kaget setelah banyak mendengar bahwa PWI tersandung masalah dugaan korupsi, namun begitu dia mengaku tidak akan menghalangi proses pengungkapannya.
" Saya sebagai ketua ya kaget juga mendengar itu, sampai ada pihak pihak diluar PWI yang melaporkan itu, saya kira saya tidak cegah, karena ada kasus yang harus dicari kebenarannya," kata Atal disela sela acara pemilihan Ketua PWI.
Terkait bantahan Ketum PWI Pusat Hendri Ch Bangun kepada media bahwa DK telah salah menuduhnya seraya mengatakan fitnah. Selain itu juga Hendry membantah bahwa itu bukan dana hibah BUMN tetapi Sponsorshif, Atal secara tegas mengatakan apapun sumber dana itu harus ada pertanggungjawaban yang jelas, ada aturan dan mekanismenya.
" Ya seolah Hendry mengatakan dia tidak bersalah lah, apapun sumber dana itu ada aturannya. Semasa saya dulu tidak pernah menggunakan dana APBN,saya menyelenggarakan UKW pakai dana sponsor, itukan sebenarnya bagus UKW didukung BUMN, asal dikelola dengan benar., tapi mengapa disalahgunakan," terangnya.
Ini sangat memalukan citra wartawan terutama PWI, lanjut Atal. Bahkan terkesan Ketum dan para terduga lainnya merasa tidak bersalah seolah masih merasa biasa bisa aja.
" Sekarang kan memang belum diperiksa, tapi kan proses terus berlanjut, kita tunggu saja penanganannya," tegas Atal.
Atal berharap kedepannya PWI harus lebih baik lagi dan menjadi barometer bagi wartawan Indonesia." Ya saya berharap kedepannya PWI harus lebih baik lagi, transparan dan akuntabel, sehingga menjadi barometer bagi PWI PWI daerah dan wartawan khususnya, " tutupnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).










.jpg)

.jpg)




