- Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Dikebut, Pemkab Jemput Bola ke Pusat
- Bupati Shalahuddin Kembali Sisir Titik Karhutla di Teweh Selatan
- Karhutla Melanda Barito Utara, Shalahuddin, Felix Turun Langsung Lapangan
- KAI dan INKA Pastikan Perawatan 7 Trainset KRL iE305 Tepat Target, Safety Jadi Prioritas
- Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat.
- Patroli Malam Bersama Komduk Perkuat Kamtibmas di Wilayah Kodim 0506/Tgr.
- Mintarsih Ungkap Hutang Blue Bird Taxi Lebih Dari Hartanya dan Aset Minus
- Dokumen Boedel Pailit Dipersoalkan, Kuasa Hukum Abu Hasan Minta Pengadilan Lakukan Audit
- Komisi II DPRD Kota Blitar Panggil Suplayer dan Toko Mitra KKMP Atas Temuan Beras Apeg di Masyarakat.
- Kodim 0510/Tigaraksa Gelar Pembinaan Mental untuk Perkuat Ketahanan Personel.
PWI Gate, Apa Kata Mantan Ketum PWI Pusat Atal S Depari

Keterangan Gambar : Mantan Ketum PWI Pusat Atal S Depari saat menghadiri pemilihan ketua PWI Jaya, Kamis(25/4).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Kasus PWI Gate semakin santer diperbincangkan publik khususnya dikalangan wartawan. Belum lama ini saat melaporkan pertanggungjawaban pengurus (Ketua PWI Jaya) semasih di jabat Sayid Iskandarsyah, Kesit Budi Handoyo ketua PWI Jaya terpilih tegas mengatakan, pertanggungjawaban tidak dapat saya berikan, sebab saat Ketua semasa Sayid dia mengundurkan diri bersama tiga orang pengurus lainnya.
.jpg)
Baca Lainnya :
- PWI Banten Doakan Keselamatan Lima Jurnalis yang Dilaporkan Hilang saat Liputan GAK
- PWI Jaya Kembali Gelar UKW, Wartawan Dituntut Profesional dan Berintegritas
- Dari UMKM hingga Pantai Teluk Nipah, Relawan Bakti BUMN Tinggalkan Manfaat untuk Desa Bulok
- Bukan Sekadar Seremoni, PTPN I Hadirkan Dampak Ekonomi bagi Ratusan UMKM
- PTPN I Ubah Aset Jadi Mesin Pertumbuhan, Cafe dan Gerai Produk Hilir Segera Hadir
Poto: Mantan Ketum PWI Pusat, Atal S Depari berpelukan mengucapkan selamat atas terpilihnya Kesit Budi Handoyo sebagai ketua PWI Jaya.
" Saya tidak menyampaikan pertanggungjawaban Ketua Sayid sebab beliau mengundurkan diri bersama tiga orang pengurus lainnya, apakah pertanggungjawaban saya diterima," ujar Kesit dalam pledoinya yang disambut kata diterima oleh para anggota PWI peserta pemilihan, Dibalaikota DKI, Kamis(25/4).

Terlebih juga Kesit mengatakan suasana pemilihan diwarnai oleh suasana citra PWI ditengah kasus dugaan korupsi oleh oknum yang saat ini tengah ditangani oleh pihak berwajib.
" Apalagi PWI saat ini seperti yang ramai diberitakan sedang tersandung masalah dugaan penyelewengan dana UKW bantuan BUMN," tukasnya.
Sementara itu Mantan Ketua PWI Pusat periode 2018-2023 Atal S Depari mengatakan bahwa dirinya mengaku kaget setelah banyak mendengar bahwa PWI tersandung masalah dugaan korupsi, namun begitu dia mengaku tidak akan menghalangi proses pengungkapannya.
" Saya sebagai ketua ya kaget juga mendengar itu, sampai ada pihak pihak diluar PWI yang melaporkan itu, saya kira saya tidak cegah, karena ada kasus yang harus dicari kebenarannya," kata Atal disela sela acara pemilihan Ketua PWI.
Terkait bantahan Ketum PWI Pusat Hendri Ch Bangun kepada media bahwa DK telah salah menuduhnya seraya mengatakan fitnah. Selain itu juga Hendry membantah bahwa itu bukan dana hibah BUMN tetapi Sponsorshif, Atal secara tegas mengatakan apapun sumber dana itu harus ada pertanggungjawaban yang jelas, ada aturan dan mekanismenya.
" Ya seolah Hendry mengatakan dia tidak bersalah lah, apapun sumber dana itu ada aturannya. Semasa saya dulu tidak pernah menggunakan dana APBN,saya menyelenggarakan UKW pakai dana sponsor, itukan sebenarnya bagus UKW didukung BUMN, asal dikelola dengan benar., tapi mengapa disalahgunakan," terangnya.
Ini sangat memalukan citra wartawan terutama PWI, lanjut Atal. Bahkan terkesan Ketum dan para terduga lainnya merasa tidak bersalah seolah masih merasa biasa bisa aja.
" Sekarang kan memang belum diperiksa, tapi kan proses terus berlanjut, kita tunggu saja penanganannya," tegas Atal.
Atal berharap kedepannya PWI harus lebih baik lagi dan menjadi barometer bagi wartawan Indonesia." Ya saya berharap kedepannya PWI harus lebih baik lagi, transparan dan akuntabel, sehingga menjadi barometer bagi PWI PWI daerah dan wartawan khususnya, " tutupnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)
.jpg)












