Breaking News
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
PPM Investor Tambang Jangan Tumpang Tindih

MEGAPOLITANPOS.COM, Murung Raya - Bupati Murung Raya (Mura) Drs Perdie M Yoseph MA mendorong kepada seluruh investor tambang khususnya batubara agar melakukan percepatan pelaksanaan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di masing masing wilayah kerjanya. Seperti diketahui bahwa program PPM merupakan produk yang wajib dilaksanakan oleh para investor selama masih beraktifitas secara sistematis dan terukur. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM nomor 25 tahun 2018 tentang perusahaan pertambangan mineral dan batubara, dan keputusan Menteri ESDM nomor 1824K/30/MEM/2018 tentang pedoman pelaksanan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat serta sesuai surat Bupati Murung Raya nomor 500/11/Ek.SDA tanggal 11 Januari 2022 perihal evaluasi pelaksanaan program PPM sektor pertambangan di wilayah Murung Raya. “Evaluasi ini kita laksanakan agar kegiatannya disesuaikan, antara program Pemda dengan program perusahaan. Sehingga bisa menghindari potensi tumpang tindih dilapangan,” kata Perdie saat diwawancarai awak media, Jumat (21/1/2022). Bupati juga mengungkapkan beberapa program dari PPM ini seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, kemandirian ekonomi, dan infrastruktur. “Program program ini lah yang harus dievaluasi agar tidak berbenturan dengan program pemerintah. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Perdie lagi. Dia juga menngakui tantangan yang dihadapi para investor dalam merealisasikan Program PPM ini cukup menantang, seperti kondisi geografis, keterbatasan jumlah dan kualitas SDM untuk mengelola program tersebut. “Faktor faktor tersebut tentu menjadi tantangan bagi para investor merealisasikan program tersebut, dan kita selaku pemerintah daerah siap bersama sama untuk melakukan evaluasi agar hasil PPM bisa maksimal,” pungkasnya.(aseng).

















