- Jelang Gelombang Aksi, YPPM Minta Mahasiswa Tertib dan Siap Dialog Terbuka
- PRSI dan Kementerian ESDM Bahas Strategi Pengembangan Generasi Energi Masa Depan
- KUR Rp70 Triliun untuk Sektor Mikro, Pemerintah Gaspol Tekan Kemiskinan Ekstrem
- Ketua DPRD Hadiri Pelantikan Pejabat Barito Utara, Dukung Penguatan Kinerja Birokrasi
- Kapolsek dan Anggota Polsek Danau Paris Dilaporkan ke Bareskrim Polri
- Pemkot Jaktim Perkuat Sinergi Wajib Belajar 13 Tahun dan Penanganan Anak Tidak Sekolah
- Bupati Barito Utara Lantik Pejabat,Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
- RPTRA Jadi Garda Terdepan, Pramono Anung Tegaskan Pentingnya Ketahanan Keluarga
- Kesbangpol Barut Ajak ASN Tingkatkan Kinerja, Masyarakat Diminta Jaga Kondusivitas
- Sjafrie Sjamsoeddin dan Koizumi Shinjiro Sepakat Perkuat Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik
PHK Sepihak Ratusan THL Massa GPN Akan Geruduk DPRD Kota Blitar

Keterangan Gambar : Wakil Sekjen GPN, Pipit Sri Pamungkas
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Pemutusan hubungan kerja sepihak Tenaga Harian Lepas ( THL ) yang di awali di lingkup RSUD Ngudi Waluyo sebanyak 62 orang kisah tragis berkepanjangan dan dialami rekan sejawat sesama THL di sejumlah OPD kota Blitar, Kesemrawutan perekrutan tenaga outsourcing dan Tenaga Harian Lepas (THL) di Kota Blitar yang disinyalir sarat kepentingan politik menyita perhatian dan kemarahan publik. Ratusan massa yang tergabung dalam wadah Gerbang Pejuang Nusantara (GPN), berencana menggelar aksi massa pada Kamis 22 Januari 2026, menggruduk Gedung DPRD Kota Blitar di Jalan A. Yani kota Blitar.
Rencana aksi akan dipimpin langsung oleh Mujiono atau yang akrab disapa Mbah Monot. Dia menyebutkan aksi solidaritas GPN menilai adanya proses perekrutan outsourcing amburadul dan sama sekali tidak berpihak pada wong cilik. Ironisnya, DPRD sebagai lembaga pengawas kebijakan pemerintah justru dinilai tak berdaya bahkan gagal menjalankan tugas fungsi kontrol.
“Kami bersama rekan-rekan GPN mewakili ratusan tenaga outsourcing yang sampai hari ini nasibnya tidak jelas. Kami datang langsung ke DPRD untuk menanyakan, sebenarnya ke mana arah perekrutan tenaga outsourcing dan THL ini. Ini bukan soal administrasi, ini soal nasib orang kecil,” tegas Wakil Sekjen GPN, Pipit Sri Pamungkas, Selasa 20 Januari 2026 kepada awak media.
Baca Lainnya :
- Jelang Gelombang Aksi, YPPM Minta Mahasiswa Tertib dan Siap Dialog Terbuka
- KDMP Desa Gununggede Perkokoh Perekonomian Desa Mandiri dan Sejahtera
- Genjot Produksi Pangan, 69 Alsintan Turun ke Petani Majalengka
- Dari Asbes Jebol ke Jeruji : Aksi Curat Bengkel Rp 26 Juta Dibongkar Polisi
- Jejak Digital Menjerat! Motor Raib Pagi Hari, Pelaku Diciduk Malamnya di Majalengka
Pipit mengungkapkan, surat permohonan dengar pendapat sudah dilayangkan ke DPRD Kota Blitar sejak Senin 19 Januari 2026. GPN menyoroti kuat dugaan ketidakberesan dalam proses perekrutan tenaga THL dan outsourcing yang akan didampingi oleh GPN yang bermarkas di Wlingi.
Salah satu contoh paling mencolok terjadi di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Sejumlah tenaga outsourcing yang telah dinyatakan lolos seleksi bahkan sempat mulai bekerja, tiba-tiba dibatalkan secara sepihak tanpa penjelasan yang jelas.
“Mereka sudah lulus seleksi, sudah masuk kerja, tapi mendadak dibatalkan. Ini tidak manusiawi. Dan kejadian serupa bukan hanya di rumah sakit, tapi hampir terjadi di puluhan OPD,” beber Pipit.
Kondisi tersebut memicu dampak berantai. Sejumlah tenaga outsourcing kebersihan tidak dipekerjakan, membuat berbagai ruas jalan dan kawasan perkantoran di Kota Blitar dipenuhi sampah. Predikat Kota Adipura yang selama ini menjadi kebanggaan pun kini dipertaruhkan.
Ironisnya, di sejumlah kantor pemerintahan, para ASN terpaksa turun tangan menyapu dan mengepel lantai karena ketiadaan petugas kebersihan.
GPN juga menyinggung peran PT Sasana Bersaudara Indonesia selaku pihak penyedia outsourcing tidak profesional. Meski sempat mendapat kritik dari salah satu anggota dewan, pihak perusahaan hanya diam saja .
“Kalau memang tidak layak menjadi mitra rumah sakit dan OPD, ya jangan dipaksakan. Jangan rakyat kecil yang jadi korban eksperimen,” tegas Pipit.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Blitar, dr. Syahrul Alim, memastikan pihaknya akan menerima dan menindaklanjuti aspirasi GPN. DPRD berjanji melibatkan seluruh komisi serta dinas terkait untuk mengurai persoalan tersebut.
“Kami akan menyertakan masing-masing komisi dan dinas terkait. Bahkan beberapa dinas sudah kami panggil sebagai mitra kerja untuk dimintai penjelasan soal tenaga THL dan outsourcing,” ujar Syahrul Alim.
Hasil dari pembahasan di tingkat komisi, lanjut Syahrul, akan dirangkum menjadi rekomendasi resmi DPRD Kota Blitar.
“Setelah pembahasan di komisi, DPRD akan membuat surat rekomendasi kepada Wali Kota Blitar sebagai bahan pengambilan kebijakan,” pungkasnya. (za/mp)
















