Breaking News
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
Perkumpulan Penggemar Ayam Indonesia (PPAI) Blitar Raya Minta Restu DPRD dan Walikota Blitar Gelar K

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Para pecinta dan penghobi ayam petarung Blitar yang tergabung dalam wadah Perkumpulan Penggemar Ayam Indonesia (PPAI ) di Blitar bisa bernafas lega, pasalnya niatan akan diselenggarakan ivent kontes ayam direstui oleh DPRD Kota Blitar. Kontes ayam aduan ini merupakan sarana menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), ajang kompetisi atau kontes yang memiliki nilai historis warisan budaya para leluhur, patut dilestarikan karena juga mengandung nilai kepariwisataan serta membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Blitar Raya, rekomendasi diberikan oleh Komisi II DPRD Kota Blitar setelah PPAI mengadakan dengar pendapat di ruang Komisi, Senin (17/1/22). Aris Dedi Arman anggota Komisi II DPRD Kota Blitar, Aris Dedi Arman kepada wartawan mengatakan, pihaknya bersedia memfasilitasi PPAI menemui Walikota dan ketua DPRD Kota Blitar, agar memberi supot dan merestui acara kontes nanti.
"Kami akan memfasilitasi PPAI agar bisa ketemu Ketua DPRD dan Walikota Blitar, bagaimanapun kegiatan ini adalah positif, dan kontes ayam boleh, yang tidak boleh adalah judinya, ivent ini ada nilai ekonomisnya bagi rakyat yakni UMKM, kita juga ingin membuang brand image negatif, sabung ayam tidak selalu identik dengan perjudian.
"Event ayam ini juga sekaligus menjaga kearifan lokal dan menambah koleksi pariwisata peningkatan PAD khususnya Kota Blitar," ucapnya.
Dilain pihak Kadiono selaku ketua pembina PPAI Blitar atau yang cukup dikenal dengan sebutan Tonyok, menyampaikan, sebenarnya terkait rencana ini PPAI hanya ingin menagih janji Drs. Santoso MP.d yang sekarang menjabat Walikota Blitar sewaktu pembukaan ivent kontes ayam di hotel Herlingga tahun lalu, untuk kedepannya walikota memfasilitasi PPAI untuk menyelenggarakan kontes ayam.
"Pak Walikota sesuai janjinya setiap tahun bersedia untuk mengadakan kontes ayam di Blitar. Kami berharap setelah usai dengar pendapat hearing dengan DPRD ini kita akan mengadakan musyawarah teman-teman kapan bisa diselenggarakanya event PPAI selanjutnya, untuk membahas kapan waktu dan tempatnya, baru nanti kita akan menghadap lagi untuk mematangkan rencana kegiatan nanti,"ujarnya.
Tonyok lebih lanjut juga mengharapkan, karena ini ivent setahun sekali untuk tempat masih tentatif, karena banyak gedung besar di Kota Blitar yang bisa menampung event.
"Mengingat para peserta kontes banyak yang dari luar kota dan luar pulau, seperti Makasar, Bone, Jakarta, Semarang, Surabaya dan masih banyak lagi daerah lain di Indonesia yang hadir. Mereka kebanyakan hadir seminggu sebelum kontes, mereka butuh penginapan, otomatis ini ada pergerakan ekonomi, mulai dari penginapan dan hotel tempat mereka menginap, dari kuliner juga sudah berjalan, tempat perawatan ayam, dan nantinya mereka juga akan mengenal produk unggulan kota Blitar yang akan mereka bawa pulang sebagai cindera mata. Dan harapannya adanya ivent kontes ayam ini bisa merubah imade seni pertarungan ayam ini bukan hanya judi saja, tapi bisa menjadi daya tarik wisata budaya," tandasnya.
Sementara itu Ketua PPAI Blitar, Stevanus Rudi juga menambahkan, pada prinsipnya kami mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah kota yang sangat responsif sangat akomodatif dan luar biasa diterima dengan baik dan bisa memahami kalau kontes ayam ini bisa diproyeksikan sebagai aset wisata budaya yang juga punya nilai ekonomi.
"Kami akan terus berbuat bagaimana merubah image bahwa laga ayam aduan itu tidak selalu dianggap sebagai ajang berjudi saja, kita akan membuat semacam lomba, dan dalam lomba tentu ada jurinya ada jamnya dan ada fasilitas bagaimana agar ayam tidak cidera berat saat berlaga. Dengan kontes ayam paling tidak juga akan mengenalkan ayam asli Indonesia yang semakin tenggelam karena kalah brand dengan ayam dari Bangkok, Burma, Thailand dan sebagainya. Karena ayam negeri kurang promosi .(za/mp)

















