Breaking News
- Bupati Shalahuddin Apresiasi Pandangan Fraksi PKB terhadap Raperda Perubahan APBD 2026
- Erick Soedjasa Pulang ke Indonesia atas Kemauan Sendiri, Kuasa Hukum: Bukan untuk Hindari Proses Hukum
- Pemkab Barito Utara Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi Terkait APBD-P 2026
- Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Babinsa Koramil CBD Dan Ciputat Patroli Kamtibmas Malam.
- Bupati Barito Utara Minta Penyelesaian Batas Desa Mea dan Tongka Dipercepat
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Sosialisasi PSDN, Dorong Kesadaran Bela Negara dan Penguatan Komcad.
- Babinsa Cireundeu Hadiri Penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten 2026.
- Catat Tanggalnya, Pemkot Tangerang Buka Layanan KB Gratis 15–18 September 2026.
- Akses Pedestrian Jadi Prioritas, Trotoar Jalan Bouraq-Lio Baru Kota Tangerang Diperbaiki.
- Tangerang 10K Dongkrak Okupansi Hotel, 1.362 Kamar Terisi Dua Hari.
Pemkot Blitar Minta Dan Lanud Malang Mengirim Pesawat Tempur dan Menambah Tank, Ini Alasannya

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Pemerintah Kota Blitar berencana akan mendatangkan sebuah pesawat tempur dan menambah lagi dengan satu Unit Tank, yang akan diletakkan di Monumen Pembela Tanah Air ( Peta ) yang terletak di jalan Pahlawan depan TMP Raden Wijaya. Satu Tank dan meriam sebelumnya sudah berada di lokasi Monumen Peta, berserta satu unit meriam anti serangan udara, untuk menambah daya tarik wisata, Pemerintah kota Blitar berkoordinasi dengan Dan Lanud Abdul Rahman Saleh Malang untuk mendatangkan pesawat tempur mini, dan penambahan 1 Unit Tank angkatan darat berkoordinasi dengan Kodam V Brawijaya, hal ini disampaikan Walikota Blitar Drs. Santoso kepada wartawan di ruang kerjanya pada Jum'at (04/03/22).
"Pagi ini kita melakukan rapat pemaparan pembangunan Museum Peta Blitar, tadi kami mengundang kepala OPD dan Konsultan untuk pemaparan bagaimana design Musium Peta, kita juga akan menata untuk satu obyek wisata kebangsaan agar benar benar menjadi tempat yang representatif," ujar Santoso.
Untuk rencana pelaksanaan pembuatan Museum Peta Blitar direncanakan akan menelan anggara 6 milyar rupiah, dan pembangunan akan secara bertahap.
"Kita juga menunggu bantuan dari Pemerintah Pusat sesuai kepres 80 sebesar 25 m yang nanti akan digelontorkan ke Pemkot Blitar, itu nanti bisa kita gunakan untuk pembagunan penunjang di Kota Blitar seperti Walk City di jalan Mastrip, terus sentra pasar ikan hias," imbuhnya.
Selanjutnya Santoso juga berharap, dengan konsep yang berkiblat Jogjakarta pengunjung wisata Blitar tak hanya menyaksikan taman Pecut saja, akan tetapi juga bisa memanjakan keluarga di Jalan Mastrip yang akan di sulap menjadi Malioboronya Kota Blitar.
"Nanti ornamen termasuk hiasan, lampu harus menggambarkan khas Kota Blitar, seperti ikan Koi, Bung Karno, Supriadi, Blimbing bahkan kendang, serta motif batik khas Kota Blitar, dengan hiasan lampu taman yang asri secara otomatis nanti lebih menggerakan ekonomi mikro seperti UMKM," pungkasnya. (Ad/kmftik/za/mp)


.jpg)




.jpg)








