Breaking News
- DPRD Barito Utara Hadir di Batu Raya I, Serap Aspirasi Warga Lewat Safari Ramadhan
- Wisata Belanja Ramadhan 2026, 819 Anak di Barito Utara Dapat Bantuan Belanja Lebaran
- Pemkab Barito Utara Gelar Pasar Murah dan Bagikan Sembako Gratis, Upaya Tekan Inflasi Jelang Idul Fitri
- DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata
- Kapolda Metro Cek Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 serta Kesiapsiagaan Personel di Terminal Bus dan Stasiun KA
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
Pemkot Blitar Minta Dan Lanud Malang Mengirim Pesawat Tempur dan Menambah Tank, Ini Alasannya

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Pemerintah Kota Blitar berencana akan mendatangkan sebuah pesawat tempur dan menambah lagi dengan satu Unit Tank, yang akan diletakkan di Monumen Pembela Tanah Air ( Peta ) yang terletak di jalan Pahlawan depan TMP Raden Wijaya. Satu Tank dan meriam sebelumnya sudah berada di lokasi Monumen Peta, berserta satu unit meriam anti serangan udara, untuk menambah daya tarik wisata, Pemerintah kota Blitar berkoordinasi dengan Dan Lanud Abdul Rahman Saleh Malang untuk mendatangkan pesawat tempur mini, dan penambahan 1 Unit Tank angkatan darat berkoordinasi dengan Kodam V Brawijaya, hal ini disampaikan Walikota Blitar Drs. Santoso kepada wartawan di ruang kerjanya pada Jum'at (04/03/22).
"Pagi ini kita melakukan rapat pemaparan pembangunan Museum Peta Blitar, tadi kami mengundang kepala OPD dan Konsultan untuk pemaparan bagaimana design Musium Peta, kita juga akan menata untuk satu obyek wisata kebangsaan agar benar benar menjadi tempat yang representatif," ujar Santoso.
Untuk rencana pelaksanaan pembuatan Museum Peta Blitar direncanakan akan menelan anggara 6 milyar rupiah, dan pembangunan akan secara bertahap.
"Kita juga menunggu bantuan dari Pemerintah Pusat sesuai kepres 80 sebesar 25 m yang nanti akan digelontorkan ke Pemkot Blitar, itu nanti bisa kita gunakan untuk pembagunan penunjang di Kota Blitar seperti Walk City di jalan Mastrip, terus sentra pasar ikan hias," imbuhnya.
Selanjutnya Santoso juga berharap, dengan konsep yang berkiblat Jogjakarta pengunjung wisata Blitar tak hanya menyaksikan taman Pecut saja, akan tetapi juga bisa memanjakan keluarga di Jalan Mastrip yang akan di sulap menjadi Malioboronya Kota Blitar.
"Nanti ornamen termasuk hiasan, lampu harus menggambarkan khas Kota Blitar, seperti ikan Koi, Bung Karno, Supriadi, Blimbing bahkan kendang, serta motif batik khas Kota Blitar, dengan hiasan lampu taman yang asri secara otomatis nanti lebih menggerakan ekonomi mikro seperti UMKM," pungkasnya. (Ad/kmftik/za/mp)

















