- Pemprov DKI Jakarta Resmi Cabut Izin Operasional B Fashion dan The Seven terkait Peredaran Narkotika
- Peserta UKW di Barito Utara Diberi Pembekalan, Wartawan Senior Tekankan Etika dan Verifikasi Berita
- Komitmen Hijau BNI: Konservasi Satwa Dilindungi hingga Pemberdayaan Desa Penyangga
- Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Jatim-Jateng, Tonggak Baru Ekonomi Desa
- Menikmati Sunrise dari Atas Awan, Nimo Highland Jadi Primadona Libur Panjang
- Dukung Suporter Indonesia di Thailand Open 2026, BNI Andalkan QRIS wondr by BNI
- Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
- Ditreskrimum Polda Metro Siapkan Tim Buru Begal dan Kejahatan Jalanan 24 Jam
- Wujudkan Swasembada Gula Kementan Kerjasama CV Lang Buana Tanam Bibit Unggul Tebu Aas Agribun
- BNI Perkuat Dukungan untuk PBSI, Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Indonesia Kian Bersinar
Pemkab Barito Utara Gelar Rapat Koordinasi Camat se-Kabupaten Barito Utara Tahun 2025

MEGAPOLITANPOS.COM
- Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar kegiatan rapat
koordinasi camat se-Kabupaten Barito Utara tahun 2025. Kegiatan tersebut
dilaksanakan di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Rabu (05/11/2025).
Rapat
koordinasi dihadiri oleh Bupati Barito Utara, Wakil Bupati, Staf Ahli Bupati,
para Asisten Sekretariat Daerah, kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah
Kabupaten Barito Utara, para kepala bagian di Sekretariat Daerah, serta seluruh
camat dan aparatur kecamatan se-Kabupaten Barito Utara.
Baca Lainnya :
- Pemprov DKI Jakarta Resmi Cabut Izin Operasional B Fashion dan The Seven terkait Peredaran Narkotika
- Peserta UKW di Barito Utara Diberi Pembekalan, Wartawan Senior Tekankan Etika dan Verifikasi Berita
- Komitmen Hijau BNI: Konservasi Satwa Dilindungi hingga Pemberdayaan Desa Penyangga
- Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Jatim-Jateng, Tonggak Baru Ekonomi Desa
- Menikmati Sunrise dari Atas Awan, Nimo Highland Jadi Primadona Libur Panjang
Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara, Drs. Muhlis, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa rapat koordinasi camat tahun ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dengan seluruh kecamatan di Barito Utara.
Hal ini terutama dalam rangka menyongsong pelaksanaan pembangunan daerah tahun 2026, yang menjadi tahun pertama pelaksanaan RPJMD Kabupaten Barito Utara 2025–2029.
“Pertemuan ini memiliki arti yang sangat penting karena menjadi wadah untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta memastikan arah pembangunan di setiap kecamatan selaras dengan kebijakan dan prioritas pembangunan daerah,” ucap Muhlis saat membuka sambutannya.
Dikatakannya hal ini menjadi pondasi awal dalam mewujudkan visi Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara periode 2025–2030, yakni ‘Terwujudnya Kabupaten Barito Utara yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan’.
Lebih lanjut, Sekda menyebutkan arah pembangunan tahun 2026 mencakup empat fokus utama, salah satunya meningkatkan kapasitas kelembagaan dan tata kelola pemerintahan di kecamatan dan desa.
Dia berharap rapat koordinasi ini menjadi forum produktif, bukan sekadar agenda rutin, tetapi wadah untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, dan menyusun langkah konkret dalam mewujudkan pembangunan tahun 2026 yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat Barito Utara.
Selain itu Sekda juga
mengajak seluruh camat untuk menjadikan tahun 2026 sebagai tahun konsolidasi pembangunan daerah, tahun percepatan pemerataan infrastruktur, serta tahun kebangkitan semangat gotong royong di seluruh kecamatan.
Dikegiatan yang sama, Bupati Barito Utara, H Shalahuddin menyampaikan bahwa para camat memiliki peran yang sangat strategis dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan tahun 2026.
Dalam melaksanakan pembangunan tahun 2026, pemerintah kabupaten menegaskan sejumlah prinsip utama, yaitu pemerataan dan keadilan, keterpaduan dan kolaborasi, efisiensi dan akuntabilitas, serta keberlanjutan (sustainability).
Ia juga mengimbau seluruh camat agar terus menjalin kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga dunia usaha.
“Kolaborasi dan sinergi adalah kunci keberhasilan pembangunan,” pungkasnya.

1.jpg)

.jpg)











