- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
- Harga Daging Rp140 Ribu/Kg, Mendag Pastikan Pasokan Sembako Aman Jelang Lebaran
- Satgas BPKAD Akan Sidak Lahan Fasos Fasum RW 09 Kel.Kutabumi Yang Diduga Dikomersilkan
- Cegah Perundungan di Sekolah, Kapolda Metro Jaya Hadirkan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah
Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Dialihkan Dari Lapangan Winodadi, ini Alasannya

Keterangan Gambar : Poto : Istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Karena dianggap menghilangkan fasilitas umum berupa tanah lapangan Desa Wonodadi, Kecamatan Wonodadi, mendadak geger menolak pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih, aksi warga yang mengatasnamakan Forum Warga Desa Wonodadi ini berjumlah puluhan pada Selasa (13/01/26) pagi mengadakan aksi protes untuk menolak rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang rencananya menggunakan area lapangan tersebut.
Aksi pagi itu dipimpin ketua Leonardus Dady, mereka sambil membawa dokumen pernyataan sikap yang menuntut agar lokasi pembangunan koperasi segera dipindahkan atau direlokasi ke tempat lain yang tidak mengganggu fasilitas umum.
Ketegasan warga ini didasari oleh kekhawatiran hilangnya ruang publik. Dalam dokumen resminya, warga berargumen bahwa Lapangan Desa Wonodadi adalah jantung kegiatan masyarakat, mulai dari olahraga hingga acara sosial kemasyarakatan.
Baca Lainnya :
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
- Satgas BPKAD Akan Sidak Lahan Fasos Fasum RW 09 Kel.Kutabumi Yang Diduga Dikomersilkan
Menghilangkan fungsi lapangan dianggap bakal memutus ruang terbuka hijau bagi generasi muda serta mengancam kebersamaan warga.
"Pembangunan di atas lapangan berpotensi menghilangkan fungsi sosial dan kebersamaan warga yang sudah terbangun lama di sini," tulis forum tersebut dalam poin keberatannya.
Merespons gejolak di lapangan, Ketua BPD Wonodadi, Evi Triana, langsung memberikan tanggapan.
Ia menyatakan pihak desa telah mendengar aspirasi tersebut dan berkomitmen untuk mencari jalan tengah.
Sebagai langkah lanjut, BPD berencana menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk membahas tuntutan relokasi tempat pembangunan koperasi tersebut.
Melalui Musdesus nanti, diharapkan muncul solusi yang tidak merugikan pihak manapun pembangunan koperasi tetap bisa berjalan, namun hak warga atas fasilitas lapangan tetap terjaga.
Sumber lain dilapangan Danramil Wonodadi Letnan Dua Sarnoto dihubungi media inu menyampaikan, adanya gejolak masyarakat akhirnya rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dipindah tempat berada di tanah kas desa yang berdekatan antara puskesmas, Koramil dan Kecamatan Wonodadi
"Karena itu merupakan tanah kas desa, kami tetap mengadakan musyawarah dengan lembaga desa dan elemen masyarakat, semoga semua berjalan lancar," Ungkap Danramil Rabu pagi 14/01/26 ( za/mp )















