- Jelang Gelombang Aksi, YPPM Minta Mahasiswa Tertib dan Siap Dialog Terbuka
- PRSI dan Kementerian ESDM Bahas Strategi Pengembangan Generasi Energi Masa Depan
- KUR Rp70 Triliun untuk Sektor Mikro, Pemerintah Gaspol Tekan Kemiskinan Ekstrem
- Ketua DPRD Hadiri Pelantikan Pejabat Barito Utara, Dukung Penguatan Kinerja Birokrasi
- Kapolsek dan Anggota Polsek Danau Paris Dilaporkan ke Bareskrim Polri
- Pemkot Jaktim Perkuat Sinergi Wajib Belajar 13 Tahun dan Penanganan Anak Tidak Sekolah
- Bupati Barito Utara Lantik Pejabat,Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
- RPTRA Jadi Garda Terdepan, Pramono Anung Tegaskan Pentingnya Ketahanan Keluarga
- Kesbangpol Barut Ajak ASN Tingkatkan Kinerja, Masyarakat Diminta Jaga Kondusivitas
- Sjafrie Sjamsoeddin dan Koizumi Shinjiro Sepakat Perkuat Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik
Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Dialihkan Dari Lapangan Winodadi, ini Alasannya

Keterangan Gambar : Poto : Istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Karena dianggap menghilangkan fasilitas umum berupa tanah lapangan Desa Wonodadi, Kecamatan Wonodadi, mendadak geger menolak pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih, aksi warga yang mengatasnamakan Forum Warga Desa Wonodadi ini berjumlah puluhan pada Selasa (13/01/26) pagi mengadakan aksi protes untuk menolak rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang rencananya menggunakan area lapangan tersebut.
Aksi pagi itu dipimpin ketua Leonardus Dady, mereka sambil membawa dokumen pernyataan sikap yang menuntut agar lokasi pembangunan koperasi segera dipindahkan atau direlokasi ke tempat lain yang tidak mengganggu fasilitas umum.
Ketegasan warga ini didasari oleh kekhawatiran hilangnya ruang publik. Dalam dokumen resminya, warga berargumen bahwa Lapangan Desa Wonodadi adalah jantung kegiatan masyarakat, mulai dari olahraga hingga acara sosial kemasyarakatan.
Baca Lainnya :
- Jelang Gelombang Aksi, YPPM Minta Mahasiswa Tertib dan Siap Dialog Terbuka
- KDMP Desa Gununggede Perkokoh Perekonomian Desa Mandiri dan Sejahtera
- Genjot Produksi Pangan, 69 Alsintan Turun ke Petani Majalengka
- Dari Asbes Jebol ke Jeruji : Aksi Curat Bengkel Rp 26 Juta Dibongkar Polisi
- Jejak Digital Menjerat! Motor Raib Pagi Hari, Pelaku Diciduk Malamnya di Majalengka
Menghilangkan fungsi lapangan dianggap bakal memutus ruang terbuka hijau bagi generasi muda serta mengancam kebersamaan warga.
"Pembangunan di atas lapangan berpotensi menghilangkan fungsi sosial dan kebersamaan warga yang sudah terbangun lama di sini," tulis forum tersebut dalam poin keberatannya.
Merespons gejolak di lapangan, Ketua BPD Wonodadi, Evi Triana, langsung memberikan tanggapan.
Ia menyatakan pihak desa telah mendengar aspirasi tersebut dan berkomitmen untuk mencari jalan tengah.
Sebagai langkah lanjut, BPD berencana menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk membahas tuntutan relokasi tempat pembangunan koperasi tersebut.
Melalui Musdesus nanti, diharapkan muncul solusi yang tidak merugikan pihak manapun pembangunan koperasi tetap bisa berjalan, namun hak warga atas fasilitas lapangan tetap terjaga.
Sumber lain dilapangan Danramil Wonodadi Letnan Dua Sarnoto dihubungi media inu menyampaikan, adanya gejolak masyarakat akhirnya rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dipindah tempat berada di tanah kas desa yang berdekatan antara puskesmas, Koramil dan Kecamatan Wonodadi
"Karena itu merupakan tanah kas desa, kami tetap mengadakan musyawarah dengan lembaga desa dan elemen masyarakat, semoga semua berjalan lancar," Ungkap Danramil Rabu pagi 14/01/26 ( za/mp )
















