- Mensos Gus Ipul Minta Pejabat Baru Fokus Validasi Data dan Berantas Korupsi
- Kinerja BNI Melesat, Transformasi Digital dan BRAVE Jadi Motor Pertumbuhan
- PTPN I Percepat Optimalisasi Aset, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru untuk Ketahanan Pangan
- Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Pemkab Barito Utara Laksanakan Kaji Tiru ke DIY
- Elim Tyu Samba Dampingi Ketua MPR RI Ziarah Ke Makam Bung Karno
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
Pelepasan dan Pembekalan Ribuan Calon Pekerja Migran Indonesia di GOR POPKi

Keterangan Gambar : Tampak Kepala BP2MI Benny Rhamdani didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Wamen Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Staf Khusus Wakil Presiden RI Arif Rahman, Pejabat TETO, dan para Deputi BP2MI dalam acara pembekalan dan pelepasan ribuan CPMI
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memberikan pembekalan serta pengarahan kepada 2.686 calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan berangkat ke negara penempatan Korea Selatan (Korsel), Taiwan, dan Malaysia.
"Hari ini ada 2.686 calon PMI yakni terdiri dari 1.711 CPMI yang akan mengikuti Preliminary Education Program G to G Korea Selatan, 536 PMI Program G to G yang akan diberangkatkan ke Korea Selatan (Korsel), 126 PMI Program P to P yang akan diberangkatkan ke Malaysia, dan 313 CPMI yang diserahkan visa-nya dengan tujuan negara penempatan Taiwan," rinci Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat memberikan sambutan pada kegiatan Pilementary Education dan pelepasan CPMI, di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Senin (12/9/2022).
Turut hadir dalam acara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Staf Khusus Wakil Presiden RI sekaligus Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Arif Rahman, Wamen Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Kepala Perwakilan Taiwan (TETO) John Chen, dan Atase Ketenagakerjaan Korea Selatan Lee Junho.
Baca Lainnya :
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
- Kementerian UMKM Luncurkan Arah Baru Kewirausahaan, Fokus Naik Kelas dan Daya Saing Global
- PT. FAZ ANUGERAH NUSANTARA Dukung Program Cetak Sawah Nasional Lewat Pengadaan Pupuk dan Pestisida
- Semangat Anak Wae Moto Menyala, PNM Peduli Wujudkan Sekolah yang Lebih Aman dan Nyaman
- SEAVFC Jadi Panggung Talenta Muda, Liza Maria Yakin Anak Indonesia Mampu Bersaing di ASEAN
Acara tersebut juga diikuti oleh Bupati Sambas, Satono beserta calon PMI yang akan diberangkatkan ke Malaysia di kantor Bupati Sambas secara daring.
Benny mengatakan, acara hari ini bukti bagaimana sinergi, kolaborasi dibangun. Negara hadir melayani anak bangsa, para pekerja migran yang bekerja di luar negeri. Dan, lanjut Benny, tata kelola penempatan pelindungan PMI terus dilakukan BP2MI.
"Kita terus memperbaiki sistem, berbagai regulasi juga dibenahi, termasuk fasilitas layanan untuk pahlawan devisa. Ini sebagai bentuk kehadiran negara," tandasnya.
Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi upaya dan langkah-langkah Kepala BP2MI dalam memberikan pelayanan dan perlindungan bagi para pahlawan devisa negara.
"Saya apresiasi pembenahan (sistem layanan PMI) yang dilakukan oleh Pak Benny," ucap Erick.
Erick juga menyebut, yang dilakukan Kepala BP2MI mulai menunjukkan hasil dan negara penempatan PMI pun mulai ikut membenahi sistem ketenagakerjaan asing.
"Pak Benny bekerja dengan hati, sesuai arahan Bapak Presiden. Kita lihat sekarang bagaimana Korea Selatan dan Taiwan mau memperbaiki seluruh sistem pekerjanya untuk menghormati pekerja dari negara kita. Bahkan, ada revisi standar gaji bekerja di Taiwan dan Korea Selatan," cetus Erick.


.jpg)
.jpg)








.jpg)




