- LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas Lewat Coaching Clinic
- Harga Telur dan Daging Ayam Stabil di Pasar Palmerah, Pedagang Harap Pasokan Lancar
- Satpol PP Jaktim Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Sejumlah Ruas Jalan Utama
- 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu Dimusnahkan
- Chandra Terpilih Secara Aklamasi, Lurah Cipondoh Makmur Segera Membuat SK Ketua RW 11
- SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Pangan Global
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
Pelepasan dan Pembekalan Ribuan Calon Pekerja Migran Indonesia di GOR POPKi

Keterangan Gambar : Tampak Kepala BP2MI Benny Rhamdani didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Wamen Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Staf Khusus Wakil Presiden RI Arif Rahman, Pejabat TETO, dan para Deputi BP2MI dalam acara pembekalan dan pelepasan ribuan CPMI
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memberikan pembekalan serta pengarahan kepada 2.686 calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan berangkat ke negara penempatan Korea Selatan (Korsel), Taiwan, dan Malaysia.
"Hari ini ada 2.686 calon PMI yakni terdiri dari 1.711 CPMI yang akan mengikuti Preliminary Education Program G to G Korea Selatan, 536 PMI Program G to G yang akan diberangkatkan ke Korea Selatan (Korsel), 126 PMI Program P to P yang akan diberangkatkan ke Malaysia, dan 313 CPMI yang diserahkan visa-nya dengan tujuan negara penempatan Taiwan," rinci Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat memberikan sambutan pada kegiatan Pilementary Education dan pelepasan CPMI, di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Senin (12/9/2022).
Turut hadir dalam acara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Staf Khusus Wakil Presiden RI sekaligus Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Arif Rahman, Wamen Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Kepala Perwakilan Taiwan (TETO) John Chen, dan Atase Ketenagakerjaan Korea Selatan Lee Junho.
Baca Lainnya :
- SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Pangan Global
- Indonesia Bidik Penguatan Industri Nasional Lewat Kolaborasi Strategis dengan Rusia
- Amran Sulaiman: Ketahanan Pangan Menguat, Cadangan Beras Indonesia Capai 5 Juta Ton
- Dari Afrika hingga Amerika Latin, Perebutan Kursi Tertinggi PBB Resmi Dimulai
- Dunia Pers Berduka: Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia di Jakarta
Acara tersebut juga diikuti oleh Bupati Sambas, Satono beserta calon PMI yang akan diberangkatkan ke Malaysia di kantor Bupati Sambas secara daring.
Benny mengatakan, acara hari ini bukti bagaimana sinergi, kolaborasi dibangun. Negara hadir melayani anak bangsa, para pekerja migran yang bekerja di luar negeri. Dan, lanjut Benny, tata kelola penempatan pelindungan PMI terus dilakukan BP2MI.
"Kita terus memperbaiki sistem, berbagai regulasi juga dibenahi, termasuk fasilitas layanan untuk pahlawan devisa. Ini sebagai bentuk kehadiran negara," tandasnya.
Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi upaya dan langkah-langkah Kepala BP2MI dalam memberikan pelayanan dan perlindungan bagi para pahlawan devisa negara.
"Saya apresiasi pembenahan (sistem layanan PMI) yang dilakukan oleh Pak Benny," ucap Erick.
Erick juga menyebut, yang dilakukan Kepala BP2MI mulai menunjukkan hasil dan negara penempatan PMI pun mulai ikut membenahi sistem ketenagakerjaan asing.
"Pak Benny bekerja dengan hati, sesuai arahan Bapak Presiden. Kita lihat sekarang bagaimana Korea Selatan dan Taiwan mau memperbaiki seluruh sistem pekerjanya untuk menghormati pekerja dari negara kita. Bahkan, ada revisi standar gaji bekerja di Taiwan dan Korea Selatan," cetus Erick.

















