- KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel
- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
- BNN RI dan Australian Federal Police Perkuat Kemitraan Brantas Jaringan Narkotika
- 638 Prajurit Satgas BGC TNI Konga 39-H MONUSCO Diberangkatkan Tugas Misi PBB ke Kongo
- Sambut HUT ke 81, KAI Ajak 607 Anak Panti Asuhan Naik Whoosh
- Cegah Kejahatan Malam, TNI Dan Komduk Intensifkan Patroli/Siskamling .
- Bupati Tangerang Sambangi Bayi Berpenyakit Jantung.
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- JPO Alun-alun Majalengka Mulai Dibangun, Bakal Jadi Ikon Baru Kota
- Iing Misbahuddin di Sadawangi, Kalimat Singkatnya Jadi Perhatian
Pelepasan dan Pembekalan Ribuan Calon Pekerja Migran Indonesia di GOR POPKi

Keterangan Gambar : Tampak Kepala BP2MI Benny Rhamdani didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Wamen Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Staf Khusus Wakil Presiden RI Arif Rahman, Pejabat TETO, dan para Deputi BP2MI dalam acara pembekalan dan pelepasan ribuan CPMI
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memberikan pembekalan serta pengarahan kepada 2.686 calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan berangkat ke negara penempatan Korea Selatan (Korsel), Taiwan, dan Malaysia.
"Hari ini ada 2.686 calon PMI yakni terdiri dari 1.711 CPMI yang akan mengikuti Preliminary Education Program G to G Korea Selatan, 536 PMI Program G to G yang akan diberangkatkan ke Korea Selatan (Korsel), 126 PMI Program P to P yang akan diberangkatkan ke Malaysia, dan 313 CPMI yang diserahkan visa-nya dengan tujuan negara penempatan Taiwan," rinci Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat memberikan sambutan pada kegiatan Pilementary Education dan pelepasan CPMI, di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Senin (12/9/2022).
Turut hadir dalam acara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Staf Khusus Wakil Presiden RI sekaligus Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Arif Rahman, Wamen Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Kepala Perwakilan Taiwan (TETO) John Chen, dan Atase Ketenagakerjaan Korea Selatan Lee Junho.
Baca Lainnya :
- Dokumen Boedel Pailit Dipersoalkan, Kuasa Hukum Abu Hasan Minta Pengadilan Lakukan Audit
- Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Tegaskan Komitmen Utamakan Nasabah
- Pimpin Apel HUT RI KE-81 Wali Kota Blitar Ajak Warga Jaga Keutuhan NKRI
- Peringati Hari Veteran Nasional, Bandung Serukan Kolaborasi dan Pelayanan untuk Masyarakat
- Launching Kopi Bubuk Konvensional Jos Jiz Siap Jadi Pesaing Pasar Internasional
Acara tersebut juga diikuti oleh Bupati Sambas, Satono beserta calon PMI yang akan diberangkatkan ke Malaysia di kantor Bupati Sambas secara daring.
Benny mengatakan, acara hari ini bukti bagaimana sinergi, kolaborasi dibangun. Negara hadir melayani anak bangsa, para pekerja migran yang bekerja di luar negeri. Dan, lanjut Benny, tata kelola penempatan pelindungan PMI terus dilakukan BP2MI.
"Kita terus memperbaiki sistem, berbagai regulasi juga dibenahi, termasuk fasilitas layanan untuk pahlawan devisa. Ini sebagai bentuk kehadiran negara," tandasnya.
Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi upaya dan langkah-langkah Kepala BP2MI dalam memberikan pelayanan dan perlindungan bagi para pahlawan devisa negara.
"Saya apresiasi pembenahan (sistem layanan PMI) yang dilakukan oleh Pak Benny," ucap Erick.
Erick juga menyebut, yang dilakukan Kepala BP2MI mulai menunjukkan hasil dan negara penempatan PMI pun mulai ikut membenahi sistem ketenagakerjaan asing.
"Pak Benny bekerja dengan hati, sesuai arahan Bapak Presiden. Kita lihat sekarang bagaimana Korea Selatan dan Taiwan mau memperbaiki seluruh sistem pekerjanya untuk menghormati pekerja dari negara kita. Bahkan, ada revisi standar gaji bekerja di Taiwan dan Korea Selatan," cetus Erick.

.jpg)

.jpg)
.jpg)










