- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Papan Proyek Jalan Sumberjaya Disorot, PUTR : Bukan Proyek Kami
Harga Telur dan Daging Ayam Stabil di Pasar Palmerah, Pedagang Harap Pasokan Lancar
.jpg)
Keterangan Gambar : Menteri Perdagangan Budi Santoso mendampingi Menkopangan Zulkifli Hasan meninjau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Palmerah, Rabu (13/5/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendampingi Menkopangan Zulkifli Hasan meninjau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Palmerah, Rabu (13/5/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan (HA).
Dalam kunjungan tersebut, Mendag Budi Santoso menyampaikan bahwa harga minyak goreng rakyat MINYAKITA di wilayah Sumatra dan Jawa masih terjaga di kisaran HET sebesar Rp15.700 per liter. Namun demikian, pemerintah masih menemukan harga yang relatif tinggi di wilayah Papua dan Maluku akibat kendala distribusi.
Baca Lainnya :
Menurut Mendag, pemerintah terus berkoordinasi dengan Perum Bulog dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat distribusi minyak goreng ke wilayah Indonesia Timur.
“Stok aman, tidak ada masalah. Untuk Papua dan Maluku memang tinggi, dan Bulog siap menyuplai. Masalahnya ada di distribusi, oleh karena itu kami selalu meminta bantuan Bulog terutama untuk distribusi ke wilayah Timur,” ujar Budi Santoso.
Pemerintah juga terus memperkuat sinergi dengan BUMN pangan untuk menjaga stabilitas harga. Distribusi minyak goreng melalui skema domestic market obligation (DMO) bahkan telah melampaui target minimal 35 persen dan kini mencapai lebih
dari 50 persen.
Mendag menegaskan bahwa MINYAKITA bukan minyak goreng subsidi, melainkan bagian dari kewajiban produsen dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik melalui skema DMO.
Selain itu, Kementerian Perdagangan secara rutin memantau harga kebutuhan pokok di 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi melalui dashboard Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan memastikan kondisi pangan nasional saat ini aman dengan stok yang dinilai mencukupi bahkan berlebih. Ia meminta Bulog segera menyuplai MINYAKITA ke daerah-daerah yang masih mengalami lonjakan harga, khususnya Papua dan Maluku.
Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Palmerah, sejumlah komoditas dijual sesuai bahkan di bawah HET dan HA. Beras SPHP Bulog dijual Rp12.500/kg, MINYAKITA Rp15.700/liter, telur ayam ras Rp27.000/kg, daging ayam ras Rp40.000/kg, cabai merah keriting Rp50.000/kg, serta bawang putih honan Rp35.000/kg.
Sementara itu, minyak goreng premium dijual Rp21.000/liter, gula pasir Rp18.000/kg, bawang merah Rp60.000/kg, dan cabai rawit merah Rp80.000/kg.
Salah satu pedagang, Eko, mengaku menjual MINYAKITA kemasan dua liter seharga Rp31.400 atau sesuai HET. Ia berharap stok minyak goreng rakyat tetap tersedia agar masyarakat mudah mendapatkannya.
“ Saya inginnya stok ada terus,” kata Eko.
Pedagang lainnya, Anwar, mengatakan minyak goreng premium masih menjadi pilihan masyarakat dan dijual Rp21.000 per liter. Ia juga menjual telur ayam ras Rp27.000/kg atau di bawah HET.
“Kalau bisa harganya terus stabil supaya semakin terjangkau masyarakat,” ujar Anwar.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















