- Puspa Nuswantara 2026 Resmi Dibuka, Ajang Perkuat Ekosistem Batik Asli Indonesia
- Polres Metro Jakarta Pusat Musnahkan Barang Bukti Hasil Ungkap 12 Kasus Narkoba Juni 2026
- Polres Majalengka Amankan Aksi Damai, Pemda Terima Aspirasi
- Promo Bumbu Masak di Jakarta Fair 2026 Jadi Buruan Pengunjung, Cek Daftar Booth Favoritnya
- Sekretariat DPRD Barito Utara Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada H. Nurul Anwar
- Gun Sriwitanto Hadiri Penutupan Batara Expo 2026, Dukung Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif
- BRI Life Perkuat UMKM Sleman, Olahan Singkong Naik Kelas Lewat Program CSR Berkelanjutan
- Ribuan Massa Kepung DPRD Majalengka, Desak Program MBG Jalan
- Si Luna Inovasi Program Digital Mudahkan Layanan Publik di Kelurahan Kamulan
- Dewan Pers Berikan Mandat RRI Gelar UKW Siber, Perkuat Profesionalisme Pers Digital
Harga Telur dan Daging Ayam Stabil di Pasar Palmerah, Pedagang Harap Pasokan Lancar
.jpg)
Keterangan Gambar : Menteri Perdagangan Budi Santoso mendampingi Menkopangan Zulkifli Hasan meninjau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Palmerah, Rabu (13/5/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendampingi Menkopangan Zulkifli Hasan meninjau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Palmerah, Rabu (13/5/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan (HA).
Dalam kunjungan tersebut, Mendag Budi Santoso menyampaikan bahwa harga minyak goreng rakyat MINYAKITA di wilayah Sumatra dan Jawa masih terjaga di kisaran HET sebesar Rp15.700 per liter. Namun demikian, pemerintah masih menemukan harga yang relatif tinggi di wilayah Papua dan Maluku akibat kendala distribusi.
Baca Lainnya :
Menurut Mendag, pemerintah terus berkoordinasi dengan Perum Bulog dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat distribusi minyak goreng ke wilayah Indonesia Timur.
“Stok aman, tidak ada masalah. Untuk Papua dan Maluku memang tinggi, dan Bulog siap menyuplai. Masalahnya ada di distribusi, oleh karena itu kami selalu meminta bantuan Bulog terutama untuk distribusi ke wilayah Timur,” ujar Budi Santoso.
Pemerintah juga terus memperkuat sinergi dengan BUMN pangan untuk menjaga stabilitas harga. Distribusi minyak goreng melalui skema domestic market obligation (DMO) bahkan telah melampaui target minimal 35 persen dan kini mencapai lebih
dari 50 persen.
Mendag menegaskan bahwa MINYAKITA bukan minyak goreng subsidi, melainkan bagian dari kewajiban produsen dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik melalui skema DMO.
Selain itu, Kementerian Perdagangan secara rutin memantau harga kebutuhan pokok di 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi melalui dashboard Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan memastikan kondisi pangan nasional saat ini aman dengan stok yang dinilai mencukupi bahkan berlebih. Ia meminta Bulog segera menyuplai MINYAKITA ke daerah-daerah yang masih mengalami lonjakan harga, khususnya Papua dan Maluku.
Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Palmerah, sejumlah komoditas dijual sesuai bahkan di bawah HET dan HA. Beras SPHP Bulog dijual Rp12.500/kg, MINYAKITA Rp15.700/liter, telur ayam ras Rp27.000/kg, daging ayam ras Rp40.000/kg, cabai merah keriting Rp50.000/kg, serta bawang putih honan Rp35.000/kg.
Sementara itu, minyak goreng premium dijual Rp21.000/liter, gula pasir Rp18.000/kg, bawang merah Rp60.000/kg, dan cabai rawit merah Rp80.000/kg.
Salah satu pedagang, Eko, mengaku menjual MINYAKITA kemasan dua liter seharga Rp31.400 atau sesuai HET. Ia berharap stok minyak goreng rakyat tetap tersedia agar masyarakat mudah mendapatkannya.
“ Saya inginnya stok ada terus,” kata Eko.
Pedagang lainnya, Anwar, mengatakan minyak goreng premium masih menjadi pilihan masyarakat dan dijual Rp21.000 per liter. Ia juga menjual telur ayam ras Rp27.000/kg atau di bawah HET.
“Kalau bisa harganya terus stabil supaya semakin terjangkau masyarakat,” ujar Anwar.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)













