- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- DPRD Dukung Langkah Penguatan Penanganan Karhutla dan BBM di Barito Utara
- Wakil Ketua DPRD Barito Utara Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- DPRD Barito Utara Hadiri Seluruh Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Pimpin Rapat Karhutla dan BBM, Bupati Tekankan Bangun Koordinasi dan Kumonikasi Yang Cepat
- Diduga Lalai Mematikan Kompor LPG Warung Pujasera Istana Gebang Nyaris Ludes Terbakar
- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, Perlunya Pengawasan Ketat Bagi Aparat Penegak Hukum

Keterangan Gambar : Poto Istimewa
Megapolitanpos.com, Jakarta - Jajak pendapat terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan ada peningkatan persepsi positif dalam penegakan hukum nasional. Survei dilakukan dalam rentang 7-11 Januari 2023, menempatkan 1.221 responden dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Dalam temuan survei, Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan, terjadi peningkatan persepsi positif terkait kondisi penegakan hukum. Sebaliknya, persepsi negatif mengalami penurunan cukup signifikan.
“Ada 27,6 persen yang menilai kondisi penegakan hukum dalam kondisi baik. Ada kenaikan dari 23,4 persen dari temuan Oktober 2022,” kata Djayadi saat memaparkan hasil survei bertajuk Kinerja Presiden, Pencabutan PPKM, Ketersediaan Bahan Pokok dan BBM, serta Peta Politik Terkini secara virtual, pada Minggu (22/1).
Baca Lainnya :
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- PT. Perkebunan Karanganyar Lepas 80 Hektare ke Masyarakat
- Pin Garuda Emas PAW Hendi Sang Jurnalis Siap Laksanakan Tugas Partai
- Pakar Hukum Trisakti: Ancaman terhadap Polisi Saat Bertugas Tak Bisa Ditoleransi
Menurut Djayadi, kerja-kerja Kejaksaan menjadi salah satu penopang meningkatnya persepsi positif masyarakat terkait kondisi penegakan hukum.
Menanggapi hasil survei tersebut Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar dalam suatu wawancara via telpon, Selasa(24/01/2023) mengatakan setuju dengan hasil survei tersebut, namun menurutnya perlunya pengawasan yang sangat ketat kepada lembaga atau aparat penegak hukum, karena jika pengawasan kurang ketat akan menyuburkan bisnis hukum.
" Saya setuju dengan hasil survei ini tetapi menurut saya persentuhan antara hukum dan bisnis itu sangat dekat, sehingga jika pengawasannya kurang ketat, maka bisa menyubutkan bisnis hukum," jelas Abdul Fickar.
Fickar menyebut ada faktor yang sangat mempengaruhi masyarakat terhadap penegakan hukum, dia memberi contoh Penyidangan kasus kematian Brigadir J dapat meningkatkan tren positif penegakan hukum di Indonesia.
" Penyidangan kasus kematian Brigadir J saya kira menjadi faktor yg sangat mempengaruhi meningkatnya tren positif penegakan hukum," katanya.
Dia menambahkan adalah menjadi suatu PR bersama untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap para penegak hukum, seperti Komisi kepolisian, komisi kejaksaan dan komisi yudisial harus meningkatkan kinerja kerja pengawasannya terhadap para penegak hukum.
"Dan yang menjadi pekerjaan rumah (PR) itu sebenarnya tentang bagaimana menjaga momentum ini dengan memperketat pengawasan2 terhadap para penegak hukumnya," katanya.
Meningkatnya kepercayaan publik bagi penegakan hukum di Indonesia kata dia harus dipertahankan, namun begitu pengawasan terhadap para aparat Penegakan hukum harus dilakukan," tutupnya.(ASl/Red/MP).

















