- Fuomo Dorong Kreator Indonesia Jadi Pelaku Bisnis, Siapkan Fitur AI Analytics Engine
- DPRD Sambut Positif Langkah Pemkot Tangerang Akhiri Kerja Sama PSEL Dengan PT Oligo
- Darurat Sampah Nasional : DPRD Minta Pemkot Kota Tangerang Mentransformasi Tata Kelola Sampah
- DPRD Apresiasi Respons Cepat Pemkot Tangerang Tangani Banjir
- Ketua DPRD Terima Tokoh Agama dan Masyarakat, Tabayun Soal Isu Revisi Perda 7 & 8
- AC Manual vs AC Digital di Mobil Modern: Prinsip Sama, Cara Rawatnya Tak Boleh Salah
- Raymond Indra dan Joaquin Ukir Runner-up di Istora, Disebut Penerus Kevin/Marcus
- Anggota DPRD Barito Utara Nilai ORARI Tetap Strategis di Tengah Perkembangan Teknologi
- Alwi Farhan Juara Tunggal Putra Indonesia Masters 2026, BNI: Bukti Pembinaan PBSI Efektif
- Sosok Politisi Ini Tegaskan Kawal Program MBG, Jika Tidak Bisa Jadi Ancaman Anggaran Negara
Refleksi HPN 2026: 10 Tantangan Jurnalis Indonesia di Era Media Baru

Keterangan Gambar : Dr. Bagus Sudarmanto
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten dengan tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, dunia jurnalistik Indonesia menghadapi tantangan besar di tengah masifnya transformasi digital. Perkembangan media baru membawa peluang sekaligus tekanan serius terhadap kerja jurnalistik, mulai dari dominasi algoritma, krisis model bisnis, hingga menurunnya kepercayaan publik.
Dalam refleksinya, Dr. Bagus Sudarmanto mengidentifikasi 10 tantangan utama jurnalis Indonesia, antara lain: ketimpangan ekonomi media akibat dominasi platform global, ancaman kebebasan pers dan kriminalisasi, degradasi etika karena tekanan kecepatan dan viralitas, kesenjangan profesionalisme wartawan, serta melemahnya peran pers sebagai pilar demokrasi. Tantangan lain mencakup maraknya disinformasi, tekanan algoritma terhadap independensi redaksi, prekarisasi kerja jurnalis, persoalan etika penggunaan kecerdasan buatan (AI), hingga krisis kepercayaan publik terhadap media.
Kesepuluh tantangan tersebut menegaskan bahwa persoalan pers nasional bukan semata isu teknologi, melainkan krisis struktural yang menyangkut perlindungan hukum, kesejahteraan jurnalis, keberlanjutan ekonomi media, dan integritas etika. HPN 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi jurnalis, industri media, negara, dan platform digital guna menjaga nilai-nilai dasar jurnalisme: independensi, akurasi, akuntabilitas, dan kepentingan publik sebagai fondasi bangsa yang kuat.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
Baca Lainnya :
- Refleksi Kinerja 1 Tahun Pemerintah Kota Bogor
- Hendry Ch Bangun Ingatkan Bahaya Ketergantungan AI dalam Jurnalisme
- Ketua PWI Jaya: Natal Bersama Jadi Simbol Toleransi dan Kebersamaan Insan Pers
- Refleksi HPN 2026: 10 Tantangan Jurnalis Indonesia di Era Media Baru
- 2.9 Triliun Jadi APBD Majalengka 2026, Ini Alasannya
Penulis: Dr. Bagus Sudarmanto, S.Sos., M.Si. Anggota Dewan Redaksi keadilan.Id dan Pengurus Harian PWI Jaya.










.jpg)





