- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Kemenag Kab Tangerang Terus Perkuat Pembinaan Madrasah.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- Muhammad Nazaruddin Pimpin Jalan Sehat PRI, Bahas Program Pemerintah dan Agenda Partai
- Sambut HUT Ke-7 Kogabwilhan I, IKKT PWA CBS II Kogabwilhan II Pererat Silaturahmi Dan Kepedulian.
- Peran Aktif Babinsa Patroli Malam, Jadi Tauladan Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Kirab Budaya dan Ruwat Bumi, Pentingnya Menjaga Kerukunan .
KPK Cokok Bupati Sudewo, Diduga Terlibat Jual Beli Jabatan di Pemkab Pati

Keterangan Gambar : Bupati Pati, Jawa Tengah, Sudewo
MEGAPOLITANPOS.COM, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) menangkap Bupati Pati, Jawa Tengah, Sudewo. Penangkapan tersebut dibenarkan oleh juru bicara (jubir) KPK-RI Budi Prasetyo.
"Benar, (salah satu) yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan (OTT) adalah saudara SDW (Bupati Pati)," kata Budi, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, pada Senin (19/1/2026).
Usai dicokok, kepala daerah yang sempat viral didemo terkait polemik kenaikan pajak daerah itu dibawa oleh penyidik KPK dari wilayah Kudus, Jawa Tengah ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Baca Lainnya :
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat.
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Lahan Investor di Batam Dipersoalkan, Kuasa Hukum PT Jaya Putra Kundur: Kami Akan Laporkan ke KPK
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
Budi Prasetyo menjelaskan, dalam OTT tersebut KPK menjaring delapan orang termasuk Bupati Sudewo.
"Yang ada 8 orang (termasuk SDW)," sebut Budi Prasetyo.
Disinyalir, OTT yang menyasar Bupati Pati Sudewo terkait dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pati, Jawa Tengah. Namun, lembaga antirasuah belum mengungkap secara rinci konstruksi dan indentitas pihak-pihak yang diamankan dalam OTT.
KPK memiliki waktu 1x24 jam dalam menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.(*/Anton)









1.jpg)
.jpg)




