- Bengkel Wijaya AC Mobil Tunjukkan Profesionalisme Tangani Berbagai Masalah AC Mobil
- Korban KSPSB Desak Negara Hadir, Proses PKPU Gagal dan Hukum Dinilai Mandek
- Respon PUPR Jalan Rusak Kades Kedungbanteng Redakan Emosi Warga Akan Tanam Pohon Pisang
- Satlantas Menyapa Masyarakat, Edukasi Administrasi Kendaraan dan Pelatihan SIM Praktis
- DPRD Minta Perusahaan Tambang Beralih ke Jalan Khusus, Hentikan Hauling di KM 30
- Hauling Batu Bara Dinilai Rusak Jalan, DPRD Barito Utara Panggil Tiga Perusahaan Tambang
- Konfercab GP Ansor Barito Utara, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Bupati Barito Utara Buka Konfercab GP Ansor, Tekankan Penguatan Nilai Kemanusiaan
- Menkop Ferry Optimis Satu Data Indonesia Bakal Percepat Proses Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
Joget Membawa Petaka

Keterangan Gambar : Johan Pimred Megapolitanpos.com
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang-Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) joget berarti tari (sebarang tarian) dan lagu Melayu yang iramanya agak rancak.
Kata ini juga bisa merujuk kepada Tandak atau ronggeng yang merupakan sebutan lain untuk tarian tersebut.
Baca Lainnya :
- Respon PUPR Jalan Rusak Kades Kedungbanteng Redakan Emosi Warga Akan Tanam Pohon Pisang
- Satlantas Menyapa Masyarakat, Edukasi Administrasi Kendaraan dan Pelatihan SIM Praktis
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
- DPRD Sambut Positif Langkah Pemkot Tangerang Akhiri Kerja Sama PSEL Dengan PT Oligo
- Darurat Sampah Nasional : DPRD Minta Pemkot Kota Tangerang Mentransformasi Tata Kelola Sampah
Secara umum "joget" bisa berarti tarian apa saja yang dilakukan untuk hiburan, baik bagi penari maupun penonton.
Joget itu sendiri tidak menjadi masalah, jika waktu dan tempatnya sesuai untuk meluapkan kegembiraan dan rasa senang, jika itu dilakukan di tempat pesta pernikahan atau ulang tahun, atau acara konser, secara spontan tubuh merespon bergerak dari hentakan musik yang di dengar.
Kritikan muncul serta Buruh menjadi marah dan sakit hati karena para anggota DPR berjoget lagu daerah Sajojo dan Famire Jumat, 15 Agustus 2025, di tengah kesulitan ekonomi rakyat Indonesia, khususnya para buruh.
Beberapa penyebab kritikan dan kemarahan mahasiswa buruh dan rakyat Indonesia terhadap DPR RI beberapa diantaranya adalah :
1. joget-joget.
2.Calon anggota MK diingatkan oleh anggota Komisi 3 DPR RI, jangan menghantam DPR jika nanti sah menjadi Hakim MK.
3.DPR minta PT KAI menyediakan gerbong khusus perokok, tetapi KAI tegaskan tidak akan menyediakan gerbong untuk perokok.
4.Tunjangan rumah Rp 50 juta.
5.Wakil Ketua Komisi 3 DPR RI Ahmad Saroni mengatakan orang yang menyerukan pembubaran DPR adalah orang tolol.
Karena hal tersebut mahasiswa dan buruh melakukan aksi besar besaran pada hari Senin, 25 Agustus 2025 dan Kamis 28 Agustus 2025, dan sampai menelan korban pengemudi ojol Affan Kurniawan (21) terlindas kendaraan taktis milik Brimob.
Anggota DPR yang berjoget terkesan merayakan kegembiraan karena menerima kado dari Pemerintah dengan tunjangan yang naik.
Sepertinya para anggota DPR tidak peka dan empati terhadap kesulitan sebagian rakyat Indonesia, yang harus pandai pandai mengatur keuangannya dengan pendapatan Rp 3-5 juta perbulan.
Mereka harus pandai mengatur keuangan mereka, untuk bayar listrik, makan harus diatur sesederhana mungkin, bisa jadi makan daging hanya 1 tahun sekali jika di hari Lebaran, untuk biaya sekolah, serta kebutuhan lainnya yang naik terus.
Luapan kegembiraan para anggota DPR yang terhormat di gedung DPR, kurang pas di tengah kondisi ekonomi sebagian masyarakat kita.
Uya Kuya yang sempat ikut berjoget pada saat itu, memang sempat mengeluarkan pernyataan permintaan maaf, beralasan mereka berjoget sebagai bentuk apresiasi kepada penyanyi dan pemain musik pada saat itu, dan ada spontanitas, tetapi kalau jogetnya mereka itu menjadi kemarahan buat rakyat Indonesia, ia meminta maaf. Ia mengatakan sama sekali tidak bermaksud melukai rakyat Indonesia.
Tetapi nasi sudah menjadi bubur, rakyat sudah keburu marah dan sakit hati, terhadap anggota DPR.
Wakil Ketua DPRD Adies Kadir mengatakan sejumlah tunjangan anggota DPR naik, bahkan ada tunjangan rumah sebesar Rp 50 juta perbulan, dan itu masih kurang dengan cost Rp 3 juta per hari. Dan jika di total gaji dan tunjangan lebih dari Rp 100 juta perbulan.
Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan pendapatan buruh Indonesia rata-rata Rp 3-5 juta perbulan, berbeda jauh dengan pendapatan para anggota DPR yang bila ditotal mencapai 104 juta perbulan. Penghasilan anggota DPR bisa mencapai 35 kali lipat buruh.
Menurut Said, ketika para buruh meminta kenaikan Rp 200 ribu saja perbulan, tahapannya bisa sangat lama dan panjang.
Jadi para pendemo bukan marah kepada lagu, musik dan jogetnya, tetapi lebih kepada ketidak pekaan para anggota DPR yang berjoget, di tengah kesulitan ekonomi sebagian masyarakat Indonesia.
Tuhan menciptakan tubuh manusia, dan melalui telinga untuk dapat mendengar suara atau bunyi, diantaranya adalah mendengar nada lagu dan musik, secara spontan dan reflek tubuh bisa merespon untuk bergerak ketika mendengar musik, tapi jangan dinodai musik tersebut, yaitu berjoget yang dapat melukai perasaan orang lain.
Semoga joget anggota DPR di masa yang akan datang, tidak mendatangkan petaka.
Hidup rakyat!, Jaya rakyat Indonesia.
Oleh : Johan
Pemimpin Redaksi megapolitanpos.com
Pendiri Forwat
Ketua PWHI (Perhimpunan Wartawan Hukum Indonesia)
Referensi :
Kontan TV, Detik.com, KBBI
















