- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
- Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah.
Ombudsman - Bappebti Sepakat Tuntaskan Laporan Masyarakat Terkait Investasi Bodong dan Trading Forex

Keterangan Gambar : Ombudsman - Bappebti Sepakat Tuntaskan Laporan Masyarakat Terkait Investasi Bodong dan Trading Forex
Megapolitanpos com, Jakarta- Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengatakan telah melakukan pertemuan dengan Ombudsman RI. Pertemuan tersebut terkait adanya pengaduan masyarakat terhadap Bappebti tentang investasi bodong dan trading forex.
Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika sebelumnya pada wartawan mengatakan, saat ini dari 20 laporan sudah tersisa 17 kasus. Laporan tersebut merupakan akumulasi dari 2021 sampai 2023.
Yeka menjelaskan, masyarakat atau pelapor meminta Bappebti segera melakukan penyidikan karena 17 kasus tersebut telah membuat kerugian yang diklaim mencapai Rp 63 miliar.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Pin Garuda Emas PAW Hendi Sang Jurnalis Siap Laksanakan Tugas Partai
Dari 20 kasus itu, tiga kasus sudah selesaikan berarti ada sekitar 17 kasus lagi. Sebagian besar 2022 dan tahun 2023 ini memasuki awal bulan Februari, sudah ada dua kasus baru. Yang diklaim pelapor itu kalau dijumlahkan Rp 63 miliar kerugiannya," ungkap Yeka dalam konferensi pers di Kantor Bappebti, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2023).
Sementara tiga kasus lainnya disebut telah selesai bahkan masyarakat yang merugi sudah mendapatkan ganti Rp 2,1 miliar. Oleh sebab itu, jumlah kasus yang tadinya 20 laporan sudah berkurang menjadi 17 laporan.
Menanggapi laporan tersebut, Plt. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko mengatakan pihaknya tidak bisa merinci satu persatu laporan tersebut. Ia hanya mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.
Tentu sesuai dengan kewenangan yang ada di kami, dari situ ada kewenangan Bappebti, ada yang bukan di Bappebti akan kita pilah-pilah lagi, sehingga yang kewenangan Bappebti akan kami tindak lanjuti," kata Didid.
Didid menambahkan telah ada kesepakatan Bappebti dan Ombudsman untuk menyelesaikan kasus tersebut.
" Kami tadi sudah mencapai titik kesepakatan terkait dengan penuntasan atau penyelesaian kasus itu. Pada intinya ombudsman dan bappebti akan membagi kasus itu akan dipilah apakah itu merupakan bagian dari resiko investasi atau merupakan karena produk dikerjain oleh tradernya gitu," terang Didid.
Didid menambahkan dari laporan masyarakat kepada lembaga Ombudsman tersebut 95 persen menginginkan agar bappebti melakukan penyidikan terhadap kasus investasi bodong yang mengakibatkan kerugian masyarakat.
" Kalau memang ini terbukti, maka nanti ada beberapa jalan apakah masuk dalam pidana termasuk pemberhentian pemberian izin usaha dan termasuk juga ada ganti rugi di situ nanti itu akan dicari solusinya," pungkasnya.(ASl/Red/MP).

.jpg)













