- Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT Sebanyak 480 Personil Disiagakan
- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM

Keterangan Gambar : ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM OPINI - Malam itu hujan turun deras di Jatiwangi, Majalengka. Di tengah guyuran hujan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait tetap berdiri melepas truk genteng produksi UMKM bersama Bupati Majalengka Eman Suherman. Rabu, (11/03/2026)
Bagi sebagian orang, peristiwa itu mungkin hanya seremoni pelepasan 14 truk genteng. Tetapi bagi para pengrajin di Jatiwangi, momen itu terasa jauh lebih besar dari sekadar acara pemerintah.
Genteng yang dimuat ke truk-truk itu bukan hanya material bangunan. Ia adalah simbol kerja keras para pengrajin yang selama puluhan tahun menghidupi keluarganya dari tanah liat yang dibakar menjadi atap rumah.
Baca Lainnya :
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
- Bupati Eman Puji Reksa Siaga TNI AU, Warga Majalengka Takjub
- Gerak Serentak PKK Majalengka Guncang Desa :26 Kecamatan Disisir, Bantuan Digelontorkan
- Pengedar Tramadol Digerebek di Majalengka, 101 Butir Disita Polisi
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
Industri genteng Jatiwangi pernah berjaya, tetapi beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan besar: permintaan menurun, persaingan produk pabrikan meningkat, dan pasar semakin tidak menentu.
Di tengah kondisi itu, program gentengisasi yang didorong pemerintah atas arahan Presiden Prabowo Subianto menghadirkan harapan baru. Gagasan dasarnya sederhana namun penting : pembangunan rumah rakyat tidak hanya membangun bangunan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Jika setiap program perumahan menyerap produk UMKM lokal genteng, bata, kayu, hingga bahan bangunan lainnya maka pembangunan tidak hanya menghasilkan rumah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi daerah.
Komitmen pembelian genteng hingga sekitar Rp 3 miliar memang bukan angka besar dalam skala proyek nasional. Namun bagi pengrajin Jatiwangi, angka itu berarti pesanan nyata, aktivitas produksi kembali berjalan, dan harapan bahwa industri tradisional mereka masih memiliki tempat di masa depan.
Tentu saja, tantangan tetap ada. UMKM juga harus mampu menjaga kualitas produk, meningkatkan standar produksi, dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang semakin kompetitif. Tanpa itu, peluang yang datang bisa saja tidak bertahan lama.
Namun malam hujan di Jatiwangi memberi pesan yang kuat: ketika pembangunan nasional memberi ruang bagi produk lokal, maka UMKM tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari roda pembangunan.
Dan mungkin dari genteng-genteng sederhana itulah, harapan ekonomi rakyat kembali disusun satu demi satu, seperti atap yang melindungi rumah-rumah di seluruh negeri. ** (Agit)

















