- Pimpin Upacara Peringatan Harhubnas 2026, Bupati Tangerang Tandaskan Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Formalitas.
- Buka Seleksi Wawancara Kanvas Gemilang 2026, Wabup Intan Dorong Inovasi Masyarakat untuk Percepat Pembangunan.
- Romy Soekarno Gandeng KPU Kota Blitar Dorong Gen Z Jadi Pengawal Demokrasi Digital.
- Kamenag Kab Tangerang Dampingi Stafsus Kementrian Agama Persoalan GKPI.
- Pangkogabwilhan II Jadi Narasumber Latihan Posko OMP Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026.
- Romy Soekarno : Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial.
- Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi.
- Praktisi Hukum M Haryono S.H., M.H., : Elim Tyu Samba Masih Layak Menggunakan Azas Praduga Tak Bersalah ini Penjelasanya.
- Dugaan Ancaman Golok Saat Ibadah GKPI Rajeg, LBH Gekira Desak Penyelidikan Menyeluruh
- Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi
Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM

Keterangan Gambar : ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM OPINI - Malam itu hujan turun deras di Jatiwangi, Majalengka. Di tengah guyuran hujan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait tetap berdiri melepas truk genteng produksi UMKM bersama Bupati Majalengka Eman Suherman. Rabu, (11/03/2026)
Bagi sebagian orang, peristiwa itu mungkin hanya seremoni pelepasan 14 truk genteng. Tetapi bagi para pengrajin di Jatiwangi, momen itu terasa jauh lebih besar dari sekadar acara pemerintah.
Genteng yang dimuat ke truk-truk itu bukan hanya material bangunan. Ia adalah simbol kerja keras para pengrajin yang selama puluhan tahun menghidupi keluarganya dari tanah liat yang dibakar menjadi atap rumah.
Baca Lainnya :
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
Industri genteng Jatiwangi pernah berjaya, tetapi beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan besar: permintaan menurun, persaingan produk pabrikan meningkat, dan pasar semakin tidak menentu.
Di tengah kondisi itu, program gentengisasi yang didorong pemerintah atas arahan Presiden Prabowo Subianto menghadirkan harapan baru. Gagasan dasarnya sederhana namun penting : pembangunan rumah rakyat tidak hanya membangun bangunan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Jika setiap program perumahan menyerap produk UMKM lokal genteng, bata, kayu, hingga bahan bangunan lainnya maka pembangunan tidak hanya menghasilkan rumah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi daerah.
Komitmen pembelian genteng hingga sekitar Rp 3 miliar memang bukan angka besar dalam skala proyek nasional. Namun bagi pengrajin Jatiwangi, angka itu berarti pesanan nyata, aktivitas produksi kembali berjalan, dan harapan bahwa industri tradisional mereka masih memiliki tempat di masa depan.
Tentu saja, tantangan tetap ada. UMKM juga harus mampu menjaga kualitas produk, meningkatkan standar produksi, dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang semakin kompetitif. Tanpa itu, peluang yang datang bisa saja tidak bertahan lama.
Namun malam hujan di Jatiwangi memberi pesan yang kuat: ketika pembangunan nasional memberi ruang bagi produk lokal, maka UMKM tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari roda pembangunan.
Dan mungkin dari genteng-genteng sederhana itulah, harapan ekonomi rakyat kembali disusun satu demi satu, seperti atap yang melindungi rumah-rumah di seluruh negeri. ** (Agit)















