- Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Balaraja, Pemkab Tangerang dan Kejaksaan Agung Sinergikan Layanan Kesehatan Inklusif.
- NGEMAS di Desa Pangkat, Bupati Tangerang Serap Aspirasi Penggiat Seni dan Budaya.
- Camat Jatitujuh Pastikan Jalan Babajurang Dikerjakan Berkualitas
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Polda Kaltim, Perkuat Sinergi Pengamanan Wilayah Strategis.
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Kodam VI/Mulawarman, Perkuat Sinergi Pertahanan Wilayah.
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Kodam VI/Mulawarman, Perkuat Sinergi Pertahanan Wilayah
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Polda Kaltim, Perkuat Sinergi Pengamanan Wilayah Strategis
- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
Miris Fasilitas Toilet Puskesmas Cisoka

Keterangan Gambar : Toilet di Puskesmas Cisoka
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang-Mulai dari petugas yang tidak ramah, toilet yang rusak, hingga WC mampet menjadi pemandangan sehari hari warga yang hendak mendapatkan fasilitas kesehatan di puskesmas Cisoka.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada selasa (13/9/2022) terdapat 3 toilet dilantai dasar yang keseluruhannya kumuh dan mustahil bisa digunakan masyarakat.
Ironisnya, di salahsatu toilet di lantai dasar terdapat kotoran dibiarkan membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap di sekitar toilet.
Baca Lainnya :
- Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Balaraja, Pemkab Tangerang dan Kejaksaan Agung Sinergikan Layanan Kesehatan Inklusif.
- NGEMAS di Desa Pangkat, Bupati Tangerang Serap Aspirasi Penggiat Seni dan Budaya.
- Camat Jatitujuh Pastikan Jalan Babajurang Dikerjakan Berkualitas
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Polda Kaltim, Perkuat Sinergi Pengamanan Wilayah Strategis.
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Kodam VI/Mulawarman, Perkuat Sinergi Pertahanan Wilayah.
Irman, salahseorang keluarga pasien kepada wartawan mengaku sudah mengetahui kondisi yang membuatnya tidak nyaman, namun begitu dirinya tidak mempunyai pilihan lain lantaran tidak memiliki biaya untuk membayar layanan di fasilitas kesehatan swasta untuk orangtuanya yang membuatnya harus rutin ke puskesmas.
"Ya namanya juga murah, bau sangit gini mah udah mau ngga mau kita telen, uyuhan ini geh, kalau punya duitmah mending ke klinik," ujar Irman.
Ia mengaku, bukan cuma fasilitas toilet, pelayanan di Puskesmas Cisoka disebutnya juga tidak ramah dan menjengkelkan.
"Kita tau kita orang kecil, kalau ngarep mereka ramah rasannya ngga mungkin, buktinya saya datang dari 7:30, 8:20 loket masih ngga orang," tutur Irman.
Tidak berbeda dengan Irman, Haryati juga mendapatkan pelayanan yang kurang mengenakan.
Ia menuturkan, dihari saat suaminya membutuhkan tindakan medis, tidak ada satupun ada tenaga medis di Puskesmas yang menyediakan layanan instalasi gawat darurat 24 Jam.
"Udah pucet, udah lemes otomatis kan kita ke IGD biar ada tindakan, malah dijutekin dan disuruh tunggu dan disuruh ambil nomer (antrian), " ungkap dia.
Haryanti yang hanya bisa pasrah, pada akhirnya mengikuti permintaan petugas untuk mengambil nomer antrian untuk mendapatkan fasilitas kesehatan.
Bukannya mendapatkan tindakan medis, Haryanti yang sudah menunggu lama, diminta untuk membayar tagihan untuk biaya cek darah.
"Kaget aja, belum juga dipegang kita disuruh bayar cek lab 130ribu, kan dispanduknya ngga sampe 50ribu dengan alasan BPJs kita ngga aktif," jelas Haryanti.
Sayangnya hingga berita ini dilansir, belum ada keterangan resmi dari kepala Puskesmas Cisoka, saat wartawan mencoba mendatangi kantornya dirinya sedang tidak ada ditempat.(Hendro/Forwat Korwil Kab.Tangerang/Jhn)








.jpg)





