- SOSIALISASI PERSIAPAN PERINTIS: PERALIHAN HAK TERINTEGRASI 10 HARI DI KABUPATEN TANGERANG.
- Tingkatan Kualiats Pengajar, Kamenag Kab Tangerang Gelar Pembinaan Guru Non PNS.
- Alhamdulilah Elim Tyu Samba Nahkodai KONI Kota Blitar Gema Olah Raga Semakin Menggelegar.
- Bupati Shalahuddin Hadiri Puncak Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan
- Anto Febrianto Gaspol! Pemuda Majalengka Diajak Jauhi Narkoba
- Bahlil Ungkap Potensi Besar Energi Indonesia, PLTA Papua hingga Kalimantan Jadi Andalan
- Jakarta-New York Tukar Pengalaman Atasi Masalah Perkotaan, Jakarta Bond Jadi Sorotan
- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- Sinergi Tegakkan Keamanan, Babinsa Gandeng Komduk Patroli Malam.
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
Minggu Terakhir Masa Kampanye di Kediri Diwarnai Perusakan Baliho Calon Aleg

Keterangan Gambar : Baliho milik putra Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar itu menjadi sasaran vandalisme.
MEGAPOLITANPOS.COM, Kediri - Minggu Terakhir masa kampanye Pemilu serentak 14 Pebruari 2024 diwarnai adanya perusakan baliho calon Anggota Legislatif (Aleg) terjadi di Kediri, Jawa Timur. Seperti halnya yang menimpa Muhammad Faried Muttaqin Iskandar, Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Baliho milik putra Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar itu menjadi sasaran vandalisme. Wajah Gus Farid di sejumlah baliho disemprot cat warna oleh orang yang tak bertanggung jawab. Selasa, (6/2/2024).
"Ada vandalisme yang terstruktur. Mungkin ada yang ketakutan," ujar Gus Faried kepada media.
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Gaspol! Pemuda Majalengka Diajak Jauhi Narkoba
- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
Caleg nomor 1 daerah pemilihan kota dan Kabupaten Kediri ini menambahkan, berdasarkan laporan timnya, aksi vandalisme terhadap balihonya terjadi hampir di seluruh wilayah Kediri. Seperti Kecamatan Mojo, Semen, Banyakan, Grogol, Tarokan, Kandat dan Ngasem.

"Laporan dari tim hampir di banyak titik. Gambare Guse kok dipiloki. Jalan Raya Kandat, Sambi. Kemudian Katang. Masya Allah yang iri kaleh njenengan kok katah gus. Padahal kita bermain bersih. Tidak pernah ganggu yang lain," imbuh putra pengasuh Pondok Pesantren Al Amien Ngasinan, Kota Kediri ini meniru laporan dari timnya.
Terkait perusakan alat peraga kampanye (APK) milik Gus Faried, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Kediri Yudi Agung Nugroho mengaku, belum menerima laporan. Tetapi pihaknya akan melakukan pengecekan ke Panwascam.
"Sejauh ini baru ada satu laporan perusakan APK milik Partai Amanat Nasional (PAN). Tetapi yang melakukan pengaduan melalui pesan WhatsApp ada dua. Tapi bukan Gus Faried," ujar Yudi Agung Nugroho.
Masih kata Yudi, pihaknya mempersilahkan siapa saja untuk melapor apabila menjadi korban perusakan APK. Tetapi, kata Yudi, pelapor harus memenuhi syarat formal, terutama tentang pihak terlapor.
Senada disampaikan olKetua Bawaslu Kabupaten Kediri Saifudin Zuhri. Pihaknya mengaku, belum ada laporan resmi perusakan APK caleg. **(Hamzah Abdillah tim)















