- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Kemenag Kab Tangerang Terus Perkuat Pembinaan Madrasah.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- Muhammad Nazaruddin Pimpin Jalan Sehat PRI, Bahas Program Pemerintah dan Agenda Partai
- Sambut HUT Ke-7 Kogabwilhan I, IKKT PWA CBS II Kogabwilhan II Pererat Silaturahmi Dan Kepedulian.
- Peran Aktif Babinsa Patroli Malam, Jadi Tauladan Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Kirab Budaya dan Ruwat Bumi, Pentingnya Menjaga Kerukunan .
Bupati Majalengka Bongkar Dugaan Konstruksi Bermasalah di Balik Ambruknya Atap SD

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka, H Eman Suherman
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Ambruknya atap bangunan SDN 3 Mirat, Kecamatan Leuwimunding, Jumat (1/5/2026), tak berhenti sebagai peristiwa biasa. Bupati Majalengka, Drs H. Eman Suherman, MM, turun langsung ke lokasi dan mengungkap adanya dugaan persoalan serius pada kualitas konstruksi bangunan yang baru berusia sekitar lima tahun tersebut.
Di hadapan jajaran Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Plt Kepala BKAD, Bupati menegaskan bahwa faktor hujan deras bukan satu-satunya penyebab.
Ia justru menyoroti temuan teknis di lapangan yang dinilai menyimpang dari standar.
Baca Lainnya :
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
Hasil peninjauan menunjukkan penggunaan baja ringan dengan ketebalan sekitar 0,75 mm yang dianggap terlalu tipis untuk menopang struktur atap, serta jarak antar kuda-kuda yang melebihi 1 meter, padahal standar ideal berada di kisaran 80 cm.
Temuan ini memunculkan dugaan bahwa kualitas pekerjaan konstruksi tidak dilakukan secara optimal sejak awal.
"Ini tidak bisa dianggap semata-mata karena faktor alam. Ada aspek teknis yang harus dievaluasi secara serius. Kualitas pembangunan, apalagi untuk fasilitas pendidikan, tidak boleh dikompromikan," tegas Eman.
Ia juga memberi sinyal akan dilakukan penelusuran lebih jauh terhadap proses pembangunan proyek tersebut, termasuk kemungkinan adanya kelalaian dalam perencanaan maupun pelaksanaan.
Di tengah sorotan itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka memastikan aktivitas belajar mengajar tetap berjalan. Siswa untuk sementara dialihkan ke ruang perpustakaan dan area musala agar proses pendidikan tidak terganggu.
Perbaikan bangunan dipastikan akan dilakukan secepatnya menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Bupati menekankan bahwa proses rehabilitasi tidak boleh mengulang kesalahan yang sama, dengan mewajibkan keterlibatan pihak profesional dan pengawasan yang lebih ketat.
"Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Perbaikan harus cepat, tapi yang lebih penting adalah kualitasnya benar-benar terjamin," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Muhamad Umar Ma'ruf, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun ia mengakui bahwa insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelolaan sarana pendidikan di daerah.
Pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah lain untuk memastikan keamanan siswa di seluruh wilayah Kabupaten Majalengka.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik, bukan hanya karena bangunan sekolah yang ambruk, tetapi juga karena menguak potensi persoalan kualitas proyek infrastruktur pendidikan.
Di tengah momentum Hari Pendidikan Nasional, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan mutu fasilitas belajar adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditawar. ** (Agit)









1.jpg)
.jpg)





