- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
Jeritan dari Daerah! H. Iing Misbahuddin, SM, SH Soroti Ketimpangan Nasib Buruh

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin SM, SH
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 tak berhenti sebagai seremoni tahunan. Dari daerah, suara keras menggema ke panggung nasional. Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH melontarkan kritik tajam terhadap arah pembangunan yang dinilai masih kerap menempatkan buruh di posisi pinggiran.
Dalam pernyataannya, Iing menegaskan bahwa buruh bukan sekadar angka statistik, melainkan fondasi utama yang menjaga roda industri tetap bergerak. Namun, ia menilai, kontribusi besar itu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan yang diterima.
"Berapa lama lagi keringat buruh dijadikan dasar pembangunan tanpa mereka benar-benar menikmati hasilnya?" ujarnya. Jumat, (1/5/2026).
Baca Lainnya :
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
- Bupati Eman Puji Reksa Siaga TNI AU, Warga Majalengka Takjub
- Gerak Serentak PKK Majalengka Guncang Desa :26 Kecamatan Disisir, Bantuan Digelontorkan
- Pengedar Tramadol Digerebek di Majalengka, 101 Butir Disita Polisi
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
Ia mengingatkan, pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai keadilan sosial hanya akan melahirkan ketimpangan baru. Menurutnya, pembangunan yang mengabaikan kesejahteraan pekerja berpotensi menciptakan krisis jangka panjang.
"Jangan bangun kemajuan di atas penderitaan. Itu bukan pembangunan, melainkan pengorbanan sepihak," tegasnya.
Lebih lanjut, Iing mendorong adanya kolaborasi yang nyata antara pemerintah, pelaku industri, dan pekerja. Ia menekankan bahwa hubungan industrial yang sehat merupakan kunci bagi stabilitas ekonomi yang berkelanjutan.
Momentum May Day, lanjutnya, harus menjadi titik refleksi bersama bukan sekadar peringatan simbolik. Ia menilai, sudah saatnya buruh ditempatkan sebagai subjek utama dalam kebijakan pembangunan.
Dari Majalengka, pesan itu kini menguat. Tanpa keadilan bagi buruh, pertumbuhan ekonomi hanya akan menjadi angka tanpa makna. ** (Agit)

















