- Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702 Pisowanan Agung Sejarah Budaya Para Raja
- Jejak Narkoba di Majalengka Terkuak, Polisi Bongkar Dugaan Produsen Tembakau Sintetis
- Mensos Gus Ipul Minta Pejabat Baru Fokus Validasi Data dan Berantas Korupsi
- Kinerja BNI Melesat, Transformasi Digital dan BRAVE Jadi Motor Pertumbuhan
- PTPN I Percepat Optimalisasi Aset, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru untuk Ketahanan Pangan
- Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Pemkab Barito Utara Laksanakan Kaji Tiru ke DIY
- Elim Tyu Samba Dampingi Ketua MPR RI Ziarah Ke Makam Bung Karno
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
Jeritan dari Daerah! H. Iing Misbahuddin, SM, SH Soroti Ketimpangan Nasib Buruh

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin SM, SH
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 tak berhenti sebagai seremoni tahunan. Dari daerah, suara keras menggema ke panggung nasional. Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH melontarkan kritik tajam terhadap arah pembangunan yang dinilai masih kerap menempatkan buruh di posisi pinggiran.
Dalam pernyataannya, Iing menegaskan bahwa buruh bukan sekadar angka statistik, melainkan fondasi utama yang menjaga roda industri tetap bergerak. Namun, ia menilai, kontribusi besar itu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan yang diterima.
"Berapa lama lagi keringat buruh dijadikan dasar pembangunan tanpa mereka benar-benar menikmati hasilnya?" ujarnya. Jumat, (1/5/2026).
Baca Lainnya :
- Jejak Narkoba di Majalengka Terkuak, Polisi Bongkar Dugaan Produsen Tembakau Sintetis
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Harga garam Merosot, petani minta pemerintah tetapkan HET
- Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Prabowo Tekankan Birokrasi Bersih dan Antikorupsi
- Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek
Ia mengingatkan, pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai keadilan sosial hanya akan melahirkan ketimpangan baru. Menurutnya, pembangunan yang mengabaikan kesejahteraan pekerja berpotensi menciptakan krisis jangka panjang.
"Jangan bangun kemajuan di atas penderitaan. Itu bukan pembangunan, melainkan pengorbanan sepihak," tegasnya.
Lebih lanjut, Iing mendorong adanya kolaborasi yang nyata antara pemerintah, pelaku industri, dan pekerja. Ia menekankan bahwa hubungan industrial yang sehat merupakan kunci bagi stabilitas ekonomi yang berkelanjutan.
Momentum May Day, lanjutnya, harus menjadi titik refleksi bersama bukan sekadar peringatan simbolik. Ia menilai, sudah saatnya buruh ditempatkan sebagai subjek utama dalam kebijakan pembangunan.
Dari Majalengka, pesan itu kini menguat. Tanpa keadilan bagi buruh, pertumbuhan ekonomi hanya akan menjadi angka tanpa makna. ** (Agit)

















