- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Kemenag Kab Tangerang Terus Perkuat Pembinaan Madrasah.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- Muhammad Nazaruddin Pimpin Jalan Sehat PRI, Bahas Program Pemerintah dan Agenda Partai
- Sambut HUT Ke-7 Kogabwilhan I, IKKT PWA CBS II Kogabwilhan II Pererat Silaturahmi Dan Kepedulian.
- Peran Aktif Babinsa Patroli Malam, Jadi Tauladan Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Kirab Budaya dan Ruwat Bumi, Pentingnya Menjaga Kerukunan .
Listrik Padam di Tengah Paripurna, DPRD Tetap Gas Kritik Keras Kinerja Pemda 2025

Keterangan Gambar : Kondisi saat paripurna di Aula Rapat DPRD Majalengka
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Kamis (30/04/2026), mendadak diwarnai insiden listrik padam. Di tengah agenda krusial penyampaian rekomendasi terhadap LKPJ Tahun Anggaran 2025, aliran listrik tiba-tiba terhenti, membuat seluruh perangkat pengeras suara tidak berfungsi.
Namun situasi itu tidak menghentikan jalannya sidang. Penyampaian pandangan resmi tetap dilanjutkan secara manual tanpa mikrofon, menciptakan suasana hening sekaligus tegang di Aula Rapat DPRD Majalengka. Para anggota dewan tetap bertahan, menyimak langsung setiap poin kritik yang disampaikan.
Pandangan Ketua DPRD H. Didi Supriadi dibacakan oleh Wakil Ketua I H. Deden Hardian Narayanto. Dalam kondisi serba terbatas, substansi kritik justru terdengar lebih "telanjang" lugas, keras, dan tanpa distraksi.
Baca Lainnya :
- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- DPKPP Majalengka Tegur CV Adibrata Jaya Persada soal Proyek Sumberjaya
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
Kemiskinan Masih Jadi Alarm Utama
DPRD menegaskan bahwa penurunan kemiskinan harus menjadi tolok ukur utama keberhasilan pembangunan, bukan sekadar pertumbuhan ekonomi. Angka kemiskinan yang masih berada di kisaran 10,31 persen dinilai belum menunjukkan progres signifikan.
Sorotan diarahkan pada lemahnya integrasi antar perangkat daerah, ketidakakuratan basis data, serta program yang belum menyentuh akar persoalan. DPRD juga mendorong perluasan kepesertaan BPJS bagi masyarakat miskin sebagai langkah konkret perlindungan sosial.
Industrialisasi Disorot, Jangan Eksklusif
Arah industrialisasi daerah turut dikritik. DPRD mengingatkan agar pembangunan industri tidak bersifat elitis dan hanya menguntungkan kelompok tertentu. Pemerintah daerah diminta memastikan masyarakat lokal ikut terlibat dan meningkat kapasitasnya.
Pertanian Didorong Naik Kelas
Di sektor pertanian, DPRD menekankan pentingnya modernisasi berbasis teknologi, perlindungan lahan, hingga hilirisasi komoditas agar memiliki nilai tambah. Stabilitas harga juga dinilai krusial untuk menjaga keberlangsungan petani.
Sinergi antara sektor pertanian dan industri pengolahan disebut sebagai kunci agar ekonomi daerah tidak berjalan di tempat.
Fiskal Daerah Ikut Dibedah
Tak luput, DPRD juga menyoroti kualitas pendapatan dan belanja daerah. Pendapatan dinilai harus diperkuat dari sektor pajak dan pengelolaan aset, sementara belanja daerah masih belum optimal dalam memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Banyak organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai masih berorientasi pada output, bukan outcome.
Peringatan Keras untuk OPD
DPRD mengingatkan seluruh OPD agar tidak lagi sekadar melaporkan realisasi anggaran, tetapi mampu menunjukkan dampak nyata program. Rendahnya realisasi di sejumlah sektor juga disorot, termasuk aspek transparansi.
Pesan Tegas : Uang Rakyat Harus Terasa
Meski sempat terganggu listrik padam, rapat paripurna justru menegaskan satu hal pentingnya komitmen pengawasan DPRD tidak akan padam.
Pesan yang disampaikan tegas setiap rupiah anggaran harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jika tidak, DPRD memberi sinyal akan memperketat pengawasan pada tahun anggaran berikutnya. ** (Agit)









1.jpg)
.jpg)





