Menyongsong Kebangkitan Perbukuan Nasional, Kemendes PDTT Dukung Ikapi Gelar Indonesia International Book Fair ke 42 di JCC
Salah satu hal yang membuat IIBF ke-42 pada tahun ini istimewa adalah situasi pandemi yang mulai membaik dan sudah tidak ada pembatasan aktivitas

By Achmad Sholeh(Alek) 07 Nov 2022, 18:20:36 WIB Nasional
Menyongsong Kebangkitan Perbukuan Nasional, Kemendes PDTT Dukung Ikapi Gelar Indonesia International Book Fair ke 42 di JCC

Megapolitanpos.com, Jakarta - Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) didukung Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemen - PDTT)akan menggelar acara Indonesia International Book Fair (IIBF) ke 42  pada Rabu - Minggu tanggal 09 - 13 November 2022 di Jakarta Convention Center(JCC) dan secara daring di lokapasar Shopee. Pada IIBF 2022 tersebut akan diikuti 134 peserta dari dalam dan luar negeri dengan target jumlah pengunjung 25.000 .

" Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, akan membuka secara resmi pameran ini dalam opening ceremony yang diselenggarakan pada Rabu pagi 09 November 2022 pukul 10.00 WIB," ungkap Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kemen - PDTT, Dr. Ivanovich Agusta, dalam acara Konperensi pers di Jakarta,Senin(7/11/2022).

Menurutnya Acara opening ceremony ini juga akan dihadiri presiden, Bodour Al Oasimi, dan wakil presiden, Karine Pansa, dari International Publishers Association (IPA) yang bermarkas di Geneva, Swiss. IPA adalah organisasi nirlaba yang beranggotakan asosiasi-asosiasi penerbit dari seluruh dunia, saat ini beranggotakan 86 organisasi dari 73 negara.

Baca Lainnya :

Ivan menambahkan Kemendes selalu berminat ,mendukung IIBF 2022, Kemendes memiliki fokus data informasi,menyusun berkaitan data sebaran informasi.

" Perpustakaan desa di Abdul Muis dipindah di Kemendes, posisinya berada sebelah masjid, dimaksudkan agar lebih mudah di akses oleh pembaca publik," katanya.

Dia memaparkan, saat ini 31 Desa telah memiliki perpustakaan sebanyak 42.ribu,  28 ribu aktif atau sekitar 38 persen," Mendes ingin perpustakaan Desa bisa mencapai  78.980 dari jumlah desa di seluruh Indonesia," katanya.

IIBF kali ini akan dilaksanakan bersamaan dengan International Publishers Congress ke-33 yang merupakan agenda rutin IPA setiap dua tahun dan dihadiri para insan dan tokoh perbukuan dari seluruh dunia. Ikapi telah menjadi anggota IPA sejak tahun 1973. Pada kongres ini, Ikapi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi tuan rumah. Event ini akan diselenggarakan selama 3 hari pada 10-12 November 2022 di Fairmont Hotel, Jakarta.

Salah satu hal yang membuat IIBF ke-42 pada tahun ini istimewa adalah situasi pandemi yang mulai membaik dan sudah tidak ada pembatasan aktivitas sehingga masyarakat lebih leluasa pergi ke tempat kerja, destinasi wisata, pasar, mal, konser, dan pameran.

" Situasi ini mendorong kita semua untuk menyongsong IIBF baru dengan optimisme. Meskipun masih banyak tantangan yang dihadapi oleh penerbit dan pelaku industri perbukuan, Ikapi berharap IIBF 2022 dapat menjadi salah satu upaya bagi industri penerbitan di Indonesia supaya dapat bangkit, lebih kreatif, dan bergerak maju, " katanya.

Ketua Umum Ikapi, Arys Hilman Nugraha, mengatakan bahwa, “Secara tatap muka maupun daring, IIBF adalah pusat kegiatan promosi, transaksi, diskusi, dan interaksi internasional bagi kalangan penerbit, penulis, pustakawan, aktivis literasi, seni, budaya, dan pendidikan, serta pelaku industri kreatif.

" IIBF juga merupakan ikhtiar Ikapi dalam meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat, sebagai bagian dari gerakan literasi dan pencerdasan bangsa," kata Arys Hilman.

Dia menambahkan, pembukuan Indonesia saat ini mendapatkan tempat terhormat di tingkat dunia, impor hak salin terjemahan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia bisa tampil di ajang dunia internasional.

" Pada masa pandemi, situasi pembukuan anjlog, karena masyarakat banyak beli paket internet untuk nonton video, melihat medsos," paparnya

Selanjutnya Dia berharap Kemendes memprioritaskan perpustakaan desa, dengan melakukan pembinaan, sehingga akan tumbuh penerbit daerah yang aktif dan daerah dapat membawa buku unggulan," katanya.

Sementara Ketua Panitia IBF 2022, Wahyu Rinanto, memaparkan IIBF 2022 mengusung tema Empowering Creative People In a Creative Way. Beragam acara akan diadakan untuk memeriahkan IIBF. Acara akan dimulai dengan kegiatan pre event seperti BF Goes to Campus, 1IBF Goes to School, dan IIBF Goes to Mali. Kemudian pada hari H acara-acara yang akan diselenggarakan mulai dari Diskusi dan Peluncuran Buku, Jumpa Penulis,Seminar/Workshop untuk insan perbukuan dan penerbitan, hingga Anugerah Ikapi(Ikapi Award), " Ikapi Award, yakni penghargaan dari Ikapi yang dianugerahkan kepada penulis dan tokoh/lembaga yang memiliki dedikasi serta kontribusi positif terhadap perkembangan dan kemajuan perbukuan atau kegiatan literasi masyarakat," kata Wahyu.

Selain acara-acara di atas, juga akan diselenggarakan Get Inspiring (Sharing Knowledge from The Expert, Business Matchmaking, dan Indonesia Rights Fair(IRF).

IRF merupakan program khusus untuk transaksi hak cipta (copyrights) yang diselenggarakan tanggai 11-13 November 2022. Di IRF, para penerbit, penulis, serta content creator dapat saling mempromosikan buku atau karyanya, melakukan transaksi hak cipta (copynghts) agar buku dan karyanya dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, melakukan kerja sama penerbitan bersama (co-publishing), serta kerja sama dalam berbagai hal. Panitia juga akan memberikan fasilitas penggunaan meeting room bagi peserta IRF selama 2 jam untuk melakukan business meeting dengan client.

Untuk diketahui IIBF merupakan ajang  pameran buku tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia  (IKAPI). Pameran pertama kali dilaksanakan pada tahun 1980 dengan nama Indonesia Book Fair (IBF). Untuk menjangkau khalayak yang lebih besar, pada tahun 2014 Indonesia Book Fair menjadi Indonesia International Book Fair (IIBF) dengan Arab Saudi sebagai negara Tamu Kehormatan pertamanya, diikuti oleh Korea Selatan pada tahun 2015 dan Malaysia pada tahun 2016.

Dari info Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (Pusat Perbukuaan, Kemendikbudristekdikti) disebutkan bahwa buku yang tersedia sebanyak 1.115 judul buku.

Survei Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Tahun 2015 jumlah terbitan buku di Indonesia rata-rata setiap tahunnya 30.000 judl buku. Data statistik ISBN Perpustakaan Nasional RI tahun menunjukkan jumlah judul buku di Indonesia pada tahun 2021  sebanyak 147.404 judul.(ASl/Red/Mp).




  • DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata

    🕔18:51:10, 15 Mar 2026
  • TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia

    🕔16:33:10, 14 Mar 2026
  • Gelombang Pertama Evakuasi WNI dari Iran Tiba di Indonesia, Imigrasi Beri Layanan Prioritas

    🕔03:39:35, 11 Mar 2026
  • Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi

    🕔09:49:10, 11 Mar 2026
  • DPR Soroti Risiko Fiskal 2026, Program Makan Bergizi Gratis Bisa Disesuaikan

    🕔13:35:15, 09 Mar 2026