- Wujud Solidaritas, Ratusan Paket Lebaran Dibagikan untuk Wartawan dan Masyarakat Prasejahtera
- KNPI Majalengka Konsolidasi Besar, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Wakil Ketua DPC Gerindra: Peran Media Diakui Jembatan Komunikasi Kemasyarakatan Handal.
- Kapolda Metro Cek Pos Pengamanan Cikunir dan Pastikan Arus Mudik Lebaran 2026 Aman, Lancar
- IR H Ateng Sutisna Tegaskan Peran Strategis Jurnalis, Jadi Penyambung Lidah Rakyat
- Robotika untuk Negeri Menyapa Nias: PRSI Sumut Gelar Program Edukasi Teknologi di Gunungsitoli
- Lewat Robotika untuk Negeri, PRSI Sasar Sekolah hingga Pesantren
- PRSI Babel Gelar Fun Match Robot Soccer Saat Ngabuburit Komunitas
- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
LSM LIRA Indonesia dan Majelis Belia Malaysia Bentuk GEMAKU NGO ASEAN: Pemuda Bersatu Lawan Korupsi

Keterangan Gambar : KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, Presiden LSM LIRA Indonesia, dan Ketua Umum Majelis Belia, Penang, Malaysia, M. Alif Anas.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Komitmen memberantas korupsi di Asia Tenggara mendapat energi baru. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Indonesia bersama Majelis Belia, Penang, Malaysia resmi membentuk Generasi Muda Anti-Korupsi Non-Governmental Organization ASEAN (GEMAKU NGO ASEAN) pada Kamis (18/9/2025) di Pendopo LSM LIRA, Cibubur, Jakarta Timur.
Deklarasi ini dilakukan saat kunjungan persahabatan (Friendship NGO) rombongan Majelis Belia, Penang, Malaysia ke Indonesia. Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, Presiden LSM LIRA Indonesia, dan Ketua Umum Majelis Belia, Penang, Malaysia, M. Alif Anas.
Acara tersebut dihadiri sedikitnya 20 perwakilan dari Malaysia serta jajaran pengurus LIRA, termasuk Wapres Imam Bogie, Samsudin, Mustakim Ishak, Ada Irham (Ketum Pemuda LIRA), Ranti Tanjung (Ketum Perempuan LIRA), Miftah Yusufpati (Pemred Liranews), hingga Haji Fauzi (Sekjen Ormas Madas Nusantara).
Baca Lainnya :
- Menkop: Eksistensi Kopdes Merah Putih Merupakan Implementasi Dari Prabowonomics
- Gentengisasi Menyala ! Saatnya Majalengka Naik Level Nasional
- Kementerian ATR/BPN Sosialisasikan Hasil SPI KPK 2025 ke Jajaran untuk Peningkatan Kualitas Layanan dan Tata Kelola Pertanahan
- Hadiri Milad PUI ke-108 di Majalengka, Kapolri Ingatkan Risiko Global dan Pentingnya Stabilitas Nasional
- Dewas BPJS 2026-2031 Terpilih, Forum Jamsos Minta Pengawasan Jangan Formalitas
Baik Jusuf Rizal maupun Alif Anas sepakat bahwa generasi muda ASEAN harus menjadi garda terdepan dalam perang melawan korupsi.
“Kami merasa senang atas jalinan kerja sama ini yang membuahkan lahirnya GEMAKU NGO ASEAN. Gerakan ini akan menjadi kekuatan baru generasi muda ASEAN untuk melawan korupsi,” ujar Alif Anas.
Sementara itu, Jusuf Rizal menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah kolaboratif lintas negara untuk memperkuat integritas pemuda. GEMAKU NGO ASEAN dirancang dengan berbagai program strategis, di antaranya:
Pendidikan & Kesadaran: Menanamkan nilai jujur, disiplin, dan tanggung jawab sejak dini.
Aksi Nyata: Membentuk komunitas anti-korupsi dan melakukan pengawasan partisipatif di daerah.
Kontrol Sosial & Moral: Pemuda menjadi kekuatan moral untuk mencegah praktik korupsi.
Inovasi Teknologi: Pemanfaatan transformasi digital untuk transparansi dan konten kreatif antikorupsi.
Agen Perubahan: Seminar, dialog, dan kegiatan ilmiah untuk mendorong peran pemuda sebagai solusi.
Menurut Jusuf Rizal, bagi Indonesia, gerakan ini selaras dengan visi Generasi Emas 2045 sekaligus mendukung komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam perang melawan korupsi.
“Korupsi adalah musuh bangsa. Melalui GEMAKU NGO ASEAN, pemuda harus berani menjadi garda depan dalam mewujudkan ASEAN yang bersih,” tegas Jusuf Rizal.
Deklarasi GEMAKU NGO ASEAN menjadi tonggak baru kerja sama lintas negara, membuka jalan bagi generasi muda ASEAN untuk tampil sebagai motor penggerak kawasan bebas korupsi.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















