Breaking News
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
LPDB-KUMKM Menargetkan Rp1,8 triliun Untuk Penyaluran Dana Bergulir di tahun 2022

Jakarta(MEGAPOLITANPOS.COM)– Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) menargetkan Rp1,8 triliun untuk penyaluran di tahun 2022, dengan target masing-masing direktorat sebesar Rp900 miliar. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo di Jakarta, Jumat (7/1/2022). Supomo menambahkan, tahun ini LPDB-KUMKM menyasar ke koperasi-koperasi sektor riil, terutama koperasi-koperasi baru yang belum merasakan LPDB-KUMKM untuk perkuatan permodalan. “Sebagai satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM, LPDB-KUMKM terus mendukung program-program strategis yang inline dengan program-program Kementerian Koperasi dan UKM. Di antaranya, menargetkan koperasi rumah produksi bersama, koperasi multi pihak, dan koperasi modern. Sehingga sejalan dengan program KemenkopUKM, juga arahan Menteri Koperasi dan UKM, otomatis dapat menjaring daerah yang cakupan wilayahnya masih rendah, bahkan belum terjamah penyaluran LPDB-KUMKM,” lanjut Supomo. Senada dengan Supomo, Direktur Bisnis LPDB-KUMKM Krisdianto mengatakan, sejumlah pendekatan dan sinergi dengan berbagai pihak terus dilakukan LPDB-KUMKM, baik dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten atau Kota, juga dengan melibatkan tenaga Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) di seluruh Indonesia. Dengan banyaknya stakeholder yang terlibat melalui proses penyebaran informasi dan sosialisasi LPDB-KUMKM diharapkan dapat menjaring lebih banyak koperasi unggul dan potensial demi peningkatan ekonomi daerah dan nasional. Berbicara mengenai tantangan, Krisdianto menyampaikan bahwa dua tahun terakhir LPDB-KUMKM sudah lebih dikenal oleh masyarakat dan para pelaku koperasi dan UMKM. “Semua ini berkat dukungan dan kerja sama segenap Direksi dan Dewan Pengawas LPDB-KUMKM, MenkopUKM, Dinas Koperasi dan UKM juga seluruh karyawan LPDB-KUMKM. Kendati demikian, LPDB-KUMKM tetap massif melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada calon mitra LPDB-KUMKM secara online dan offline demi membantu para pelaku usaha khususnya koperasi agar dapat bertahan di masa pandemi,” pungkas Krisdianto. *Target Penyaluran 40 Persen Sektor Riil* Berbicara mengenai target penyaluran pinjaman/pembiayaan LPDB-KUMKM ke koperasi sektor riil tahun 2022 meningkat dari 20 persen ke 40 persen, Krisdianto mengatakan bahwa LPDB-KUMKM telah melakukan pendekatan melalui pola solicited dengan para Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi/Kabupaten/Kota secara mandiri untuk menjaring koperasi-koperasi sektor riil agar masuk ke dalam rantai pasok industri, sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang sempurna. “Peningkatan 40 persen ke sektor riil bukan hanya memaksimalkan dari nilai pencairan setiap koperasi, namun meningkat ke jumlah koperasi yang lebih banyak khususnya koperasi yang bergerak di sektor pangan yang merupakan arahan Presiden Jokowi dan MenkopUKM Teten Masduki,” ujar Krisdianto. Selain itu, mengenai model bisnis yang dikembangkan LPDB-KUMKM “Project Venture Like” ke koperasi peternakan, pangan dan logistik, Krisdianto mengatakan sejak tahun lalu dibantu direktorat terkait khususnya Direktorat Pengembangan Usaha, kami telah mengerjakan project bersama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan Dinas Koperasi dan UKM setempat. Misalnya, project produksi susu sapi di KPBS Pengalengan sudah dimulai sejak tahun 2021, sehingga di tahun ini telah terealisasi, dimulai dengan pemanfaatan lahan untuk persiapan dan penguatan untuk pakan ternak. “Beberapa inisiatif juga dilakukan, seperti koperasi perikanan di Cilacap Jawa Tengah, LPDB-KUMKM telah bersinergi dengan para offtaker sehingga tercipta sebuah sistem yang terintegrasi dan modern. Disini LPDB-KUMKM terlibat bukan hanya dari saat proses pengajuan proposal, melainkan juga proses pendampingan setelah proses mendapat pinjaman LPDB-KUMKM. Harapannya, bisnis mereka dapat sustain dan berkembang,” terang Krisdianto. Krisdianto berharap, LPDB-KUMKM terus menjadi lembaga yang dapat diandalkan oleh pemerintah khususnya Kementerian Koperasi dan UKM, sebagai garda terdepan memberikan pembiayaan kepada koperasi. Sebagai garda terdepan, LPDB-KUMKM memiliki peran strategis dalam peningkatan dan penguatan ekonomi di Indonesia. Meskipun bukan yang terbesar memberikan kontribusi, namun LPDB-KUMKM mengambil peran signifikan dalam perekonomian negara. Senada dengan Krisdianto, Supomo juga berharap, dengan pencapaian yang diraih di tahun 2021, LPDB-KUMKM semakin diperhitungkan oleh stakeholder dan pihak eksternal untuk pelayanan LPDB-KUMKM yang jauh lebih baik di tahun mendatang. LPDB-KUMKM sebagai lembaga pelayanan, harus memiliki spirit pelayanan yang mudah, murah, cepat dan ramah. “Saya menyatakan optimis bahwa penyaluran dana bergulir di tahun 2022 dapat maksimal dan mencapai target penyaluran yang ditetapkan yakni Rp1,8 triliun, dengan porsi pinjaman untuk pola konvensional sebesar Rp900 miliar dan pola syariah sebesar Rp900 miliar. Dengan kehadiran SDM yang berkualitas, berdedikasi dan memiliki kemampuan yang baik dalam menganalisa pengajuan proposal mitra, semoga kami dapat menjaga amanah dan integritas lembaga dengan sebaik-baiknya,” tutup Supomo.(ASl/Red/MP).

















