- Kakek Mujiran Resmi Bebas, PTPN I Tegaskan Komitmen BUMN Humanis
- Keluhan Pasien Meningkat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali
Lima Kecamatan Penghasil Tembakau di Kabupaten Blitar Digelontor DBHCHT ini Penjelasannya

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Sektor pertanian di Kabupaten Blitar kususnya bidang budidaya tembakau lokal bakal digarap secara intensif oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar.
Duungkapkan oleh Toha Mashuri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, melalui anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Pemkab Blitar akan bergeral memulihkan masa ke emasan tembakau Kabupaten Blitar.
"Ada 5 daerah sentra tembakau kita yankni di kecamatan Selopuro, Gandusari, Talun dan Nglegok, program ini kita ambilkan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2024," ungkap Toha Selasa (24/09/24)
Baca Lainnya :
- Kakek Mujiran Resmi Bebas, PTPN I Tegaskan Komitmen BUMN Humanis
- Keluhan Pasien Meningkat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
Toha Mashuri didampingi Kepala Bidang Sarana Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ir. Lukas Suprayitno menyebutkan bersama Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Pemanis dan Serat (BSIP TAS) para petani mendapatkan benih yang berkualitas
agar menghasilkan benih sebar yang berkualitas dan bersertifikat dan teruji.
"Sejak dulu tembakau Selopuro punya trade mark di tingkat nasional, lima jenis tembakau lokal khas Blitar yang dikembangkan adalah Kenongo, Mancung, Lulang, Sedep, dan Kalituri," jlentrehnya.
Lebih lanjut Lukas menjelaskan dari lima kecamatan petani tembakau ini mulai dari penanaman sampai ke budidayaannya mengikuti SOP yang sudah ditetapkan BSIP TAS. Karena tujuannya untuk menjaga kemurnian tembakau sehingga tembakau Blitar sudah menggandeng beberapa pabrikan yaitu Gudang Garam, Djarum, Gudang Baru.

"kita bekerja sama dengan beberapa pabrik kami langsung ke pabriknya karena memang tujuannya untuk memangkas jalur pemasaran,'tuturnya.
Lukas menghimbau kepada petani tembakau yang sudah didampingi BSIP TAS harus betul betul sesuai dengan SOP yang ada, tanam sesuai dengan komoditasnya supaya kemurniannya terjaga.
"Dengan harapan semoga dari tahun ke tahun luasan tembakau akan meningkat, berkaitan anggaran dari DBHCHT juga akan semakin meningkat," pungkasnya. (adv/za/mp)
















