- Sekretariat DPRD Barito Utara Ikut Kerja Bakti Jelang Pembukaan Batara Expo 2026
- PTPN I Genjot Kinerja Regional 1, Tembakau Deli Dijaga sebagai Warisan Bernilai Global
- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
Kemenkop Percepat Digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih, 92,69% Sudah Teregistrasi di Simkopdes

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kemenkop, Henra Saragih, dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (21/11/2025).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, — Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus mempercepat efisiensi dan efektivitas pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih melalui transformasi digital. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pengembangan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes) sebagai pusat data dan monitor kegiatan koperasi secara nasional.
Berdasarkan data Simkopdes per 21 November 2025, sebanyak 76.733 atau 92,69% Kopdes Merah Putih telah memiliki akun Simkopdes. Total Kopdes Merah Putih yang terdata mencapai 82.780 koperasi, terdiri dari 74.185 Koperasi Desa dan 8.595 Koperasi Kelurahan.
“Sistem ini memungkinkan pemantauan data koperasi desa secara komprehensif. Mulai dari jumlah koperasi, anggota, pengurus, pengawas, hingga titik lokasi lahan,” jelas Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kemenkop, Henra Saragih, dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Baca Lainnya :
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- Kemenkop Siap Koreksi Pelaksanaan KDKMP, Dorong Peran Aktif Masyarakat
- Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
Henra menegaskan bahwa Simkopdes dibangun untuk menghadirkan dashboard nasional terintegrasi yang dapat diakses lintas kementerian hingga pemerintah daerah.
Pembangunan Infrastruktur Kopdes Dikebut
Kemenkop juga memastikan percepatan pembangunan berdasarkan:
Inpres Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Kopdes/Kel Merah Putih
Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih
Hingga saat ini, 32.071 titik lahan telah terdata di sistem, dengan 15.028 di antaranya sedang dalam proses pembangunan.
“Minimal 20 ribu pembangunan gudang gerai selesai pada November ini,” ungkap Henra.
Target inventarisasi titik lahan ditetapkan:
Periode Target
Desember 2025 40.000 titik
Januari 2026 60.000 titik
Maret 2026 Seluruh target terselesaikan
Untuk mempercepat proses, Kemenkop menggandeng PT Agrinas dan TNI guna menginventarisasi lahan milik pemerintah daerah dan desa yang dapat dijadikan lokasi pembangunan gerai dan gudang koperasi.
Kriteria lahan yang dapat digunakan antara lain:
Milik Pemerintah Daerah atau Desa
Strategis dan tidak bermasalah
Lahan hibah dari pengurus koperasi
Aset desa/daerah yang menganggur seperti bangunan kantor
Harus merupakan barang milik negara
“Dengan berbagai upaya ini, Kemenkop berharap kinerja koperasi desa dapat semakin optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Henra.
Simkopdes Terhubung Lintas Kementerian dan Lembaga
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Digitalisasi Kemenkop, Riza Azmi, menegaskan bahwa Simkopdes terintegrasi dengan berbagai data pemerintah seperti:
Data pajak
Data kependudukan Kemendagri
Data dana desa
Data lahan melalui Agrinas
“Kemenkop juga telah membuat microsite untuk masing-masing koperasi yang dapat dikelola dan diperbarui langsung oleh pengurus,” jelas Riza.
Dengan sistem digital terpadu dan percepatan pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah menargetkan transformasi koperasi menjadi motor ekonomi berbasis desa yang modern dan inklusif.( Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)



.jpg)











