- Kapolres Metro Depok Gandeng Cipayung Plus Jaga Kamtibmas Lewat Program JAGA Depok On The Spot
- Prabowo Instruksikan Subsidi BBM Nelayan Lewat BPDP, Bukan APBN
- Petani Tebu Dapat Kepastian Pasar, Pemerintah Perkuat Koperasi Menuju Swasembada Gula
- LPDB Koperasi Tegaskan Komitmen Pembiayaan Syariah Berbasis Good Governance
- Menteri UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Hadapi Bonus Demografi
- Diduga Konspirasi Praktik Monopoli Pengadaan Seragam SMKN 1 Doko Blitar Jadi Sorotan Publik
- JPO Tendean Nyaris Roboh Ditabrak Truk, FPPJ Desak Audit Menyeluruh Dinas Bina Marga DKI Jakarta
- Bupati Barito Utara Tinjau Sejumlah Lokasi Pembangunan Prioritas
- Naruk Saritani Bersama Anggota DPRD Meriahkan Gowes Pagi Car Free Day di Muara Teweh
- Menteri UMKM: Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen
Petani Tebu Dapat Kepastian Pasar, Pemerintah Perkuat Koperasi Menuju Swasembada Gula

Keterangan Gambar : Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
MEGAPOLITANPOS.COM, Semarang – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi transformasi tata kelola koperasi petani tebu guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui penguatan kelembagaan, akses pembiayaan, serta kolaborasi lintas sektor, koperasi petani tebu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan anggotanya.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, swasembada pangan menjadi salah satu target utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam sektor gula, konsolidasi koperasi petani tebu dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi nasional sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai industri gula.
"Pemerintah ingin koperasi menjadi penggerak utama di sektor pertanian, tanaman pangan, dan perkebunan sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Ferry saat menghadiri Rembuk Petani Tebu Rakyat dalam Penguatan Ekosistem Industri Gula melalui Sinergi Koperasi, LPDB Koperasi dan PT PG Rajawali I di Semarang, Selasa (14/7).
Baca Lainnya :
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Anggota Komisi VI DPR RI Ma'ruf Mubarak, Anggota DPRD Jawa Tengah Suhartini, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Direktur Utama PT PG Rajawali I Daniyanto, serta Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang Margantha Mia Dewi Sopa.
Menurut Ferry, keberhasilan industri gula nasional tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan petani. Karena itu, koperasi harus diperkuat agar mampu menjadi motor penggerak sektor produksi sekaligus memberikan nilai tambah bagi anggotanya.
Dalam skema yang disiapkan pemerintah, hasil panen tebu petani yang dihimpun koperasi akan diserap oleh PT PG Rajawali I. Langkah ini diharapkan memberikan kepastian pasar dan harga bagi petani sehingga usaha mereka menjadi lebih berkelanjutan.
Setelah diolah menjadi gula konsumsi, produk tersebut juga diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan didistribusikan melalui gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di berbagai daerah.
Selain memperkuat sinergi dengan Kementerian Pertanian, Kemenkop juga mendorong koperasi petani tebu memanfaatkan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi. Ferry menegaskan, LPDB tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga pendampingan, inkubasi usaha, serta peningkatan tata kelola koperasi agar semakin profesional dan berdaya saing.
"LPDB akan mempercepat transformasi koperasi petani tebu agar semakin produktif dan profesional," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut sektor pertanian kini menjadi momentum penting sebagai penggerak ekonomi nasional berbasis koperasi. Menurutnya, Indonesia telah mampu memenuhi kebutuhan gula konsumsi dari produksi dalam negeri, meski gula rafinasi untuk industri masih mengandalkan impor.
Ke depan, pemerintah menargetkan seluruh kebutuhan gula, termasuk bahan baku bioetanol E10 hingga E20, dapat dipenuhi dari hasil budidaya tebu nasional.
"Ini saatnya kebangkitan pertanian yang dibungkus melalui koperasi. Presiden sangat fokus agar produktivitas pertanian meningkat, petani semakin sejahtera, dan jalur bisnisnya dikelola melalui koperasi," kata Sudaryono.
Penguatan sinergi antara Kemenkop, Kementerian Pertanian, LPDB Koperasi, dan industri gula diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan swasembada gula nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia.(AS/MP).
















