- Bupati Shalahuddin Apresiasi Pandangan Fraksi PKB terhadap Raperda Perubahan APBD 2026
- Erick Soedjasa Pulang ke Indonesia atas Kemauan Sendiri, Kuasa Hukum: Bukan untuk Hindari Proses Hukum
- Pemkab Barito Utara Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi Terkait APBD-P 2026
- Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Babinsa Koramil CBD Dan Ciputat Patroli Kamtibmas Malam.
- Bupati Barito Utara Minta Penyelesaian Batas Desa Mea dan Tongka Dipercepat
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Sosialisasi PSDN, Dorong Kesadaran Bela Negara dan Penguatan Komcad.
- Babinsa Cireundeu Hadiri Penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten 2026.
- Catat Tanggalnya, Pemkot Tangerang Buka Layanan KB Gratis 15–18 September 2026.
- Akses Pedestrian Jadi Prioritas, Trotoar Jalan Bouraq-Lio Baru Kota Tangerang Diperbaiki.
- Tangerang 10K Dongkrak Okupansi Hotel, 1.362 Kamar Terisi Dua Hari.
Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menekankan pentingnya membangun tim kerja yang kuat atau superteam dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat melakukan kunjungan anjangsana ke RSUD Muara Teweh, Minggu (16/08/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan lima kunci sukses yang harus menjadi pegangan seluruh jajaran dalam bekerja.
Baca Lainnya :
- Bupati Shalahuddin Apresiasi Pandangan Fraksi PKB terhadap Raperda Perubahan APBD 2026
- Erick Soedjasa Pulang ke Indonesia atas Kemauan Sendiri, Kuasa Hukum: Bukan untuk Hindari Proses Hukum
- Pemkab Barito Utara Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi Terkait APBD-P 2026
- Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Babinsa Koramil CBD Dan Ciputat Patroli Kamtibmas Malam.
- Bupati Barito Utara Minta Penyelesaian Batas Desa Mea dan Tongka Dipercepat
Lima kunci tersebut yakni :
-Disiplin
-Kerja Keras
-Kerja Cerdas.
-Menyamakan Mindset
serta
- Istiqamah atau
Konsisten dan
Konsekuen.
Bupati menempatkan disiplin sebagai salah satu kunci utama dalam keberhasilan pekerjaan. Menurutnya, tanpa disiplin, berbagai tugas organisasi tidak akan dapat diselesaikan dengan baik.
Selain disiplin, jajaran juga diminta membangun budaya kerja keras dengan memberikan upaya lebih dari standar biasa.
Hal tersebut kemudian harus diimbangi dengan kerja cerdas, yakni menggunakan strategi yang tepat agar target organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien.
“Yang paling penting kita harus menyamakan mindset. Seluruh elemen pemerintahan dan jajarannya harus memiliki visi dan tujuan yang sama, yaitu bagaimana kita melayani dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Shalahuddin.
Ia menegaskan, pemerintahan tidak dapat dijalankan hanya oleh kepala daerah seorang diri. Keberhasilan pembangunan membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran, mulai dari wakil kepala daerah, sekretaris daerah, kepala perangkat daerah, jajaran rumah sakit hingga unsur Forkopimda.
“Dalam bekerja kita ini superteam. Tidak mungkin saya bekerja dengan Pak Wakil sendiri, dengan Pak Sekda, hanya dengan kepala dinas dibantu Forkopimda. Tidak mungkin tanpa kita semua,” tegasnya.
Menurut Bupati, superteam harus dibangun dengan tim yang kuat dan memiliki komitmen yang sama. Tidak boleh ada tawar-menawar dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab dan pencapaian target pekerjaan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga meminta Direktur RSUD Muara Teweh melakukan evaluasi terhadap jajaran pegawai, khususnya mereka yang dinilai tidak mampu bekerja sama dan menghambat kinerja organisasi.
“Buat daftar namanya, biar kita pindahkan dari sini. Buat apa menaruh orang yang tidak mau bekerja,” tegas Bupati.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar tidak membiasakan diri menunda pekerjaan. Dengan waktu efektif hingga akhir tahun yang semakin terbatas, pekerjaan harus dilakukan secara cepat dan terukur, terlebih kondisi musim hujan berpotensi menghambat pelaksanaan berbagai kegiatan di lapangan.
"Waktu efektif kerja hingga akhir tahun (Desember) hanya tersisa sekitar 3–4 bulan dari saat ini (terpotong musim hujan). Oleh karena itu, dibutuhkan percepatan (akselerasi) pekerjaan secara masif.
Target pekerjaan satu sampai dua bulan, kalau bisa kita selesaikan hari ini atau minggu depan. Jangan menunggu sampai batas waktunya,” ujarnya.
Bupati juga meminta setiap kesalahan yang ditemukan segera diperbaiki dan tidak boleh kembali terulang. Ia mencontohkan persoalan kebersihan di lingkungan rumah sakit yang harus langsung dicari solusinya apabila ditemukan kekurangan.
“Jangan mengulangi kesalahan. Kalau hari ini ada kekurangan, besok harus sudah diperbaiki,” katanya.
Shalahuddin menegaskan, pembangunan Barito Utara tidak hanya berfokus pada infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Pelayanan publik dasar, khususnya kesehatan melalui RSUD dan penyediaan air bersih melalui PDAM, juga menjadi prioritas yang harus mendapatkan perhatian dan pengawasan.
“Selain membangun infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan, pelayanan publik primer seperti kesehatan dan air bersih menjadi prioritas utama, RSUD dan PDAM yang kita awasi setiap hari," ucapnya
Lebih jauh, Bupati mengingatkan seluruh pejabat dan aparatur pemerintah bahwa jabatan serta anggaran daerah merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Menurutnya, masyarakat memiliki harapan besar agar pemerintah mampu membawa Barito Utara menuju kondisi yang lebih maju, sejahtera dan berkeadilan. Karena itu, setiap pejabat harus menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat.
“Kita ini diberikan amanah. Jabatan dan anggaran daerah adalah amanah masyarakat. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan dan bantuan,” katanya.
Bupati berharap seluruh jajaran, termasuk RSUD Muara Teweh, dapat bergerak dalam satu irama, memperkuat kerja sama dan mempercepat pelaksanaan program pembangunan.
“Harapan saya, kita bersama-sama maju untuk membangun Barito Utara ini,” pungkasnya.
Selain meninjau progres pembangunan gedung RSUD, Bupati beserta rombongan juga berkesempatan melakukan peninjauan ke ruang rawat pasien.
(Dd)






.jpg)








