- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
Kementerian UMKM: Holding Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok

Keterangan Gambar : Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan Holding UMKM Klaster Perkebunan
MEGAPOLITANPOS.COM, Kepulauan Bangka Belitung — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan Holding UMKM Klaster Perkebunan sebagai model konsolidasi petani dan pengusaha UMKM untuk memperkuat rantai nilai komoditas perkebunan dari hulu hingga hilir serta memperluas akses ke pasar global.
Peluncuran tersebut ditandai dengan penetapan PT Cinquer Agro Nusantara sebagai operator Holding UMKM Klaster Perkebunan sekaligus pelepasan ekspor 16 ton Lada Putih Muntok (Muntok White Pepper) senilai 159.680 dolar AS atau sekitar Rp2,86 miliar.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan Holding UMKM Klaster Perkebunan dirancang untuk mengonsolidasikan kekuatan petani dan pengusaha UMKM dalam satu ekosistem usaha yang terintegrasi sehingga memiliki skala ekonomi dan posisi tawar yang lebih kuat.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
- Wamen UMKM: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Cetak Wirausaha Baru
- Kementerian UMKM Dorong Flobamorata Creative Expo Jadi Pintu Perluasan Pasar UMKM NTT
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Non-KUR melalui SHAT
“Holding UMKM adalah model untuk membangun kekuatan ekonomi secara bersama. Melalui Holding UMKM Klaster Perkebunan, kita ingin mengonsolidasikan petani dan pengusaha UMKM agar memiliki skala, kapasitas, akses pembiayaan, kepastian pasar, dan daya saing yang lebih kuat sehingga mampu masuk ke rantai nilai nasional maupun global,” kata Bagus saat meluncurkan Holding UMKM Klaster Perkebunan di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (15/8).
Menurut Bagus, model holding memungkinkan berbagai aspek dalam ekosistem usaha dikelola secara terintegrasi, mulai dari produksi dan pengumpulan komoditas, pembiayaan, peningkatan kapasitas dan pemenuhan standar, hingga pengolahan serta akses pasar.
“Konsolidasi tersebut memungkinkan petani dan pengusaha UMKM memiliki skala usaha yang lebih kuat sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok dan posisi tawar,” ujarnya.
Dengan model tersebut, komoditas perkebunan unggulan daerah diharapkan tidak berhenti sebagai bahan baku, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.
Bagus menjelaskan, pelepasan 16 ton Lada Putih Muntok menjadi langkah awal implementasi Holding UMKM Klaster Perkebunan. Komoditas yang dikonsolidasikan melalui ekosistem holding dipersiapkan untuk memenuhi standar dan persyaratan ekspor sebelum dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok menuju pasar internasional.
Lada Putih Muntok merupakan salah satu komoditas unggulan Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas, nilai tambah, maupun perluasan akses pasar.
“Melalui konsolidasi dalam Holding UMKM, potensi tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani sekaligus memperkuat posisi produk perkebunan Indonesia di pasar global,” kata Bagus.
Ia menambahkan, peluncuran Holding UMKM Klaster Perkebunan juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi Kementerian UMKM dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin), terutama dalam meningkatkan kesiapan komoditas UMKM memasuki pasar internasional melalui pemenuhan persyaratan karantina dan standar negara tujuan.
“Ke depan, Kementerian UMKM bersama Barantin akan memperluas kolaborasi melalui edukasi dan penyediaan informasi mengenai kebijakan serta persyaratan karantina, termasuk pengembangan web series yang dikemas secara praktis dan aplikatif bagi pengusaha UMKM,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pengusaha UMKM mengenai ketentuan ekspor, memperkecil kesenjangan informasi, serta mempercepat kesiapan produk unggulan daerah dalam memenuhi persyaratan dan standar pasar internasional.
Kementerian UMKM terus memperkuat peran Holding UMKM agar tidak berhenti pada konsolidasi pelaku usaha, tetapi berkembang menjadi instrumen untuk meningkatkan skala usaha, menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi rantai pasok, memperluas akses pembiayaan, serta membuka pasar yang lebih luas.
Dengan ekosistem usaha yang semakin terintegrasi, petani dan pengusaha UMKM diharapkan tidak lagi hanya berada pada posisi pemasok bahan baku, tetapi dapat mengambil peran yang lebih besar dalam proses pengolahan, distribusi, hingga pemasaran sehingga memperoleh porsi nilai tambah yang lebih baik dalam rantai perdagangan.
“Peluncuran Holding UMKM Klaster Perkebunan dan pelepasan Lada Putih Muntok menjadi langkah nyata untuk menghubungkan kekuatan komoditas daerah dengan pasar global sekaligus memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh petani dan pengusaha UMKM,” kata Bagus.(AS/MP).

.jpg)
.jpg)
.jpg)



.jpg)


.jpg)




