- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
KDEI Taipei Sediakan Saluran Siaga untuk Gempa Taiwan

Keterangan Gambar : Poto: Istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Taipei – Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei di Taiwan menyediakan saluran siaga (hotline) untuk dihubungi terkait gempa bumi 7,2 skala Richter di Hualien, Taiwan yang terjadi pada Rabu pagi, (3/4) waktu Taiwan.
Kepala KDEI Taipei Iqbal S. Shofwan menyampaikan, hotline ini terutama bagi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk melaporkan kondisi mereka bila terdampak
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Produk Indonesia Kian Diminati di Arab Saudi, Kemendag Perkuat Promosi dan Penjajakan Bisnis
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
gempa atau bila mengetahui ada WNI yang terdampak.
KDEI Taipei dapat dihubungi melalui hotline +886 901 132 000 atau +886 987 587 000.
“Kami imbau WNI di Taiwan untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dari Otoritas Taiwan dan KDEI Taipei serta melaporkan informasi terkait WNI yang terdampak gempa melalui hotline yang telah kami sediakan. Kami juga mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi gempa susulan,”kata Iqbal.
Hingga Kamis (4/4) pukul 13.24 waktu Taiwan, Iqbal mengonfirmasi bahwa tidak ada korban WNI, baik korban jiwa maupun luka-luka, akibat gempa tersebut. Informasi tersebut didapatkan dari hasil komunikasi KDEI Taipei dengan otoritas di Taiwan yaitu Central Emergency Operation Center (CEOC)
dan organisasi-organisasi kemasyarakatan WNI di Taiwan.
“Sampai saat ini, belum ada laporan WNI, baik Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun pelajar, yang terkena dampak. WNI masih terpantau aman,” ungkap Iqbal.
Iqbal mengatakan, hasil komunikasi KDEI Taipei dengan CEOC juga mendapati informasi bahwa gempa bumi 7,2 skala Richter memiliki episentrum sekitar 20 km lepas pantai, arah selatan Hualien.
Kota Hualien terletak di selatan Kota Taipei, sekitar 150 km dari Taipei. “Belum ada peringatan tsunami dari Otoritas Taiwan. Apabila ada peringatan tsunami, Otoritas Taiwan akan menyampaikannya dalam bentuk pesan singkat (SMS blast),” tutur Iqbal.
Selain itu, KDEI Taipei terus berkomunikasi dengan organisasi kemasyarakatan WNI di Hualien yaitu Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Taiwan,
Satuan Tugas Pekerja Migran Indonesia, dan Masjid Nurul Iman. “Transportasi ke Hualien masih sangat terbatas. KDEI Taipei akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. KDEI Taipei juga akan terus berkomunikasi dengan CEOC dan organisasi kemasyarakatan WNI di Hualien,” pungkas Iqbal.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)




.jpg)


.jpg)
.jpg)




