Kasus Tewas Ayah dan Anak di Koja, Setelah Pulih Istri Korban Berikan Keterangan Sebab Kematian

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta: Kasus kematian ayah dan anak balitanya yang ditemukan membusuk di kediamannya Jalan Balai Rakyat, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara akhirnya menemukan titik terang. Sang istri, Nur Hikmah, yang merupakan saksi kunci di rumah tersebut akhirnya pulih dan membuka suara.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan memastikan Nur Hikmah telah membeberkan kronologis kejadian saat suaminya meninggal tersungkur di depan kamar mandi.
Baca Lainnya :
- Iming-Iming Restorative Justice, Oknum Polisi Polrestro Jakarta Utara Diduga Lakukan Pemerasan
- Diduga Dilaporkan Gelapkan Uang Arisan Paket Sembako, Yanto akan Lapor Balik ke Polisi
- Terungkap, Motif Nanang Bunuh Sandy Permana Karena Sakit Hati
- Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto Rotasi 24 Kapolsek
- Kasus Tukar Pasangan dan Penyebaran Konten Pornografi Berhasil Diungkap Siber Polda Metro
"Dari keterangan Nur Hikmah, suaminya meninggal pada 20 Oktober 2023 sekitar jam 2 (siang), yang harusnya biasanya mereka melaksanakan salat Jumat. Tapi pada hari itu dia tidak melaksanakan salat Jumat karena sakit," kata Gidion pada wartawan, Selasa, 21 November 2023.
Sebelumnya, berdasarkan hasil penyelidikan, polisi memperkirakan Hamka, tewas 10 hari sebelum diketemukan, sekitar 18 Oktober 2023. Polisi memastikan keterangan yang diberikan Nur Hikmah, murni dari dirinya, pascapemulihan selama tiga pekan.
Setelah dokter menyatakan sudah sehat, sudah diberikan treatment lalu bisa memberikan keterangan secara dapat dipertanggungjawabkan, maka kemudian kemarin kami ajak lagi. Bahkan kami ajak memberikan keterangannya juga di Polres. Jadi hari ini sudah bisa memberikan keterangan secara bebas, secara independen dan tidak ada tekanan dari manapun, tidak ada desakan dari manapun," jelas Gidion.
Dalam keterangan Nur Hikmah, Hamka sebelumnya akan berangkat ke masjid dekat rumahnya untuk menunaikan salat Jumat. Namun, Hamka tiba-tiba terjatuh di dekat kamar mandinya setelah mengambil air wudhu dan langsung tak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia.
Yang menjadi poin dari penyelidikan kami adalah bahwa tidak ada orang lain yang masuk maupun keluar dari rumah tersebut pada masa-masa peristiwa terjadi sampai kemudian ditemukannya korban," kata Gidion.
Sementara itu, anak Nur Hikmah, AQ meninggal di dalam kamar yang pintunya terkunci dari dalam. Diduga kuat AQ meninggal karena kelaparan, di saat Nur Hikmah juga lemas mengalami sakit selama berhari-hari.
Nur Hikmah berkeinginan melaporkan kematian suami dan anaknya ke tetangga. Kondisinya yang trauma berat dan fisiknya sangat lemah untuk keluar rumah, menjadikannya diam di dalam rumah, hidup selama delapan hari bersama mayat suami dan anaknya yang membusuk.
Seperti diketahui, Hamka, 53, bersama balita laki-lakinya, AQ, 2, ditemukan warga dalam kondisi tak bernyawa. Jasadnya membusuk ditemukan di tempat berbeda pada Sabtu, 28 Oktober 2023. Sementara warga mendapati istri Hamka, Nur Hikmah Fujianti, 32 dan putrinya, AD, 4, masih dalam keadaan hidup.(ASl).
