Jumlah Korban Pekerja Migran Indonesia yang Dipulangkan dalam Keadaan Meninggal, Terbanyak asal NTT

By Sigit 27 Agu 2024, 09:37:51 WIB Nasional
Jumlah Korban Pekerja Migran Indonesia yang Dipulangkan dalam Keadaan Meninggal, Terbanyak asal NTT

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat setiap tahun melayani tidak kurang dari 150 pekerja migran Indonesia (PMI) non-prosedural yang dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan meninggal. Dari catatan itu, jumlah pekerja migran asal NTT disebut terbanyak.

"Bukan memonopoli NTT, tapi saya tidak lupa dari sejumlah jenazah yang harus kita layani setiap tahun, NTT terbanyak," kata Deputi Bidang Penempatan dan Perlindungan Kawasan Asia dan Afrika (ASAF) BP2MI, Lasro Simbolon kepada wartawan usai memberikan motivasi dalam acara pelepasan 395 PMI Program Government to Government (G to G) Korea Selatan dan Jerman di eL Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (26/8/2024).

Lasro mengungkapkan, hal tersebut disebabkan karena aktivitas percaloan yang dilakukan oleh sindikat penempatan PMI ilegal. Dikatakan Lasro, negara Malaysia menjadi negara tujuan pemberangkatan PMI non-prosedural asal NTT. 

Baca Lainnya :

"Penempatan pekerja formal tidak banyak, tapi informalnya banyak sehingga non-proseduralnya juga banyak. Itu sudah terjadi lama," ujar Lasro. 

Diakui Lasro, kejadian tersebut imbas buruk dari pemberangkatan PMI secara non-prosedural. Sebab, mereka tidak mendapatkan perlindungan secara maksimal. Bahkan sebaliknya, tenaga mereka terus dieksploitasi oleh sindikat penempatan PMI ilegal.

"Mereka tidak ada kontrak kerja, tidak ada pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat, tidak ada perlindungan asuransi," ujarnya.


"Hampir 100 persen itu buah-buah penempatan non-prosedural. Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan NTT selalu ada kita terima, kita layani dalam bentuk jenazah, dan itu hasil penempatan sudah bertahun-tahun, bahkan lebih dari 10 tahun," tambah Lasro, menyesalkan. 

Hal itu berbanding terbalik dengan pelayanan BP2MI terhadap pahlawan devisa yang berangkat secara prosedural. 

"Kita lihat begitu terhormat, menggelora, persiapan dan pemberangkatan kita cek kesehatannya, pelepasan di hotel berbintang, mendapat credential letter sebagai duta bangsa," papar dia.

Sekedar informasi, pelepasan 395 PMI terdiri dari 392 yang berangkat ke Korsel dan 3 berangkat ke Jerman. Adapun sektor pekerjaan dari 392 PMI ke Korsel yakni diantaranya 262 akan bekerja di manufaktur dan 130 PMI akan bekerja di bidang perikanan. Sementara 3 PMI ke Jerman akan bekerja sebagai perawat.(*/Anton)




  • Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani

    🕔12:28:14, 25 Mei 2026
  • Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial

    🕔20:53:42, 24 Mei 2026
  • Pemerintah Siapkan Regulasi DHE dan Ekspor CPO Jelang Berlaku 1 Juni 2026

    🕔21:01:45, 21 Mei 2026
  • Sidang Isbat Putuskan 1 Zulhijjah 1447 H pada 18 Mei 2026, Iduladha Digelar Rabu Depan

    🕔07:11:18, 18 Mei 2026
  • Ketahanan Pangan Nasional Diperkuat, Polri Panen Jagung Serentak di Ratusan Ribu Hektare

    🕔07:28:06, 18 Mei 2026