- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
Jumlah Korban Pekerja Migran Indonesia yang Dipulangkan dalam Keadaan Meninggal, Terbanyak asal NTT

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat setiap tahun melayani tidak kurang dari 150 pekerja migran Indonesia (PMI) non-prosedural yang dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan meninggal. Dari catatan itu, jumlah pekerja migran asal NTT disebut terbanyak.
"Bukan memonopoli NTT, tapi saya tidak lupa dari sejumlah jenazah yang harus kita layani setiap tahun, NTT terbanyak," kata Deputi Bidang Penempatan dan Perlindungan Kawasan Asia dan Afrika (ASAF) BP2MI, Lasro Simbolon kepada wartawan usai memberikan motivasi dalam acara pelepasan 395 PMI Program Government to Government (G to G) Korea Selatan dan Jerman di eL Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (26/8/2024).
Lasro mengungkapkan, hal tersebut disebabkan karena aktivitas percaloan yang dilakukan oleh sindikat penempatan PMI ilegal. Dikatakan Lasro, negara Malaysia menjadi negara tujuan pemberangkatan PMI non-prosedural asal NTT.
Baca Lainnya :
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
"Penempatan pekerja formal tidak banyak, tapi informalnya banyak sehingga non-proseduralnya juga banyak. Itu sudah terjadi lama," ujar Lasro.
Diakui Lasro, kejadian tersebut imbas buruk dari pemberangkatan PMI secara non-prosedural. Sebab, mereka tidak mendapatkan perlindungan secara maksimal. Bahkan sebaliknya, tenaga mereka terus dieksploitasi oleh sindikat penempatan PMI ilegal.
"Mereka tidak ada kontrak kerja, tidak ada pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat, tidak ada perlindungan asuransi," ujarnya.

"Hampir 100 persen itu buah-buah penempatan non-prosedural. Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan NTT selalu ada kita terima, kita layani dalam bentuk jenazah, dan itu hasil penempatan sudah bertahun-tahun, bahkan lebih dari 10 tahun," tambah Lasro, menyesalkan.
Hal itu berbanding terbalik dengan pelayanan BP2MI terhadap pahlawan devisa yang berangkat secara prosedural.
"Kita lihat begitu terhormat, menggelora, persiapan dan pemberangkatan kita cek kesehatannya, pelepasan di hotel berbintang, mendapat credential letter sebagai duta bangsa," papar dia.
Sekedar informasi, pelepasan 395 PMI terdiri dari 392 yang berangkat ke Korsel dan 3 berangkat ke Jerman. Adapun sektor pekerjaan dari 392 PMI ke Korsel yakni diantaranya 262 akan bekerja di manufaktur dan 130 PMI akan bekerja di bidang perikanan. Sementara 3 PMI ke Jerman akan bekerja sebagai perawat.(*/Anton)



.jpg)
.jpg)












