- Kakek Mujiran Resmi Bebas, PTPN I Tegaskan Komitmen BUMN Humanis
- Keluhan Pasien Meningkat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali
Jumlah Korban Pekerja Migran Indonesia yang Dipulangkan dalam Keadaan Meninggal, Terbanyak asal NTT

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat setiap tahun melayani tidak kurang dari 150 pekerja migran Indonesia (PMI) non-prosedural yang dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan meninggal. Dari catatan itu, jumlah pekerja migran asal NTT disebut terbanyak.
"Bukan memonopoli NTT, tapi saya tidak lupa dari sejumlah jenazah yang harus kita layani setiap tahun, NTT terbanyak," kata Deputi Bidang Penempatan dan Perlindungan Kawasan Asia dan Afrika (ASAF) BP2MI, Lasro Simbolon kepada wartawan usai memberikan motivasi dalam acara pelepasan 395 PMI Program Government to Government (G to G) Korea Selatan dan Jerman di eL Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (26/8/2024).
Lasro mengungkapkan, hal tersebut disebabkan karena aktivitas percaloan yang dilakukan oleh sindikat penempatan PMI ilegal. Dikatakan Lasro, negara Malaysia menjadi negara tujuan pemberangkatan PMI non-prosedural asal NTT.
Baca Lainnya :
- Kakek Mujiran Resmi Bebas, PTPN I Tegaskan Komitmen BUMN Humanis
- Keluhan Pasien Meningkat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
"Penempatan pekerja formal tidak banyak, tapi informalnya banyak sehingga non-proseduralnya juga banyak. Itu sudah terjadi lama," ujar Lasro.
Diakui Lasro, kejadian tersebut imbas buruk dari pemberangkatan PMI secara non-prosedural. Sebab, mereka tidak mendapatkan perlindungan secara maksimal. Bahkan sebaliknya, tenaga mereka terus dieksploitasi oleh sindikat penempatan PMI ilegal.
"Mereka tidak ada kontrak kerja, tidak ada pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat, tidak ada perlindungan asuransi," ujarnya.

"Hampir 100 persen itu buah-buah penempatan non-prosedural. Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan NTT selalu ada kita terima, kita layani dalam bentuk jenazah, dan itu hasil penempatan sudah bertahun-tahun, bahkan lebih dari 10 tahun," tambah Lasro, menyesalkan.
Hal itu berbanding terbalik dengan pelayanan BP2MI terhadap pahlawan devisa yang berangkat secara prosedural.
"Kita lihat begitu terhormat, menggelora, persiapan dan pemberangkatan kita cek kesehatannya, pelepasan di hotel berbintang, mendapat credential letter sebagai duta bangsa," papar dia.
Sekedar informasi, pelepasan 395 PMI terdiri dari 392 yang berangkat ke Korsel dan 3 berangkat ke Jerman. Adapun sektor pekerjaan dari 392 PMI ke Korsel yakni diantaranya 262 akan bekerja di manufaktur dan 130 PMI akan bekerja di bidang perikanan. Sementara 3 PMI ke Jerman akan bekerja sebagai perawat.(*/Anton)



.jpg)













