- Dukung Ekonomi Berkeadilan, Pemerintah Perkuat Ekosistem UMKM Lewat Bursa Wirausaha Unggulan
- Hendik Budi Yuantoro Penerima Mandat PAW DPP PDI Perjuangan
- Prabowo: Obat Generik Murah dan Modernisasi Rumah Sakit Jadi Prioritas Pemerintah
- LSM GANNAS Geruduk Dewan Atas Rencana Pembangunan Farm Greenfields 3 di Doko
- Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
Jaga Stabilitas dan Cadangan, Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Kemenkopangan dan Bapanas

Keterangan Gambar : Presiden RI Prabowo Subianto
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta-- Presiden RI, Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja kementerian dan lembaga yang membidangi urusan pangan selama ini. Pasalnya, pemerintah berhasil menjaga stabilitas dan juga cadangan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah cuaca ekstrem hingga geopolitik dunia yang terus berkecamuk.
“Apresiasi saya kepada Bapanas (Badan Pangan Nasional) dan semua unsur menteri BUMN dan BUMN yang ada dibawahnya. Terimaksih karena langkah-langkah kita di akhir tahun 2024 juga karena dukungan Presiden Joko Widodo, kita mampu mengatasi tahun yang tidak ringan karena kita menghadapi el nino sekaligus la Nina kita mampu mengatasi musim kering dan geopolitik dunia,” ujar Presiden dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 2 Desember 2024.
Diketahui, Badan Pangan Nasional/Natipnal Food Agency (NFA) dan juga lembaga kementerian lainnya terus memperkuat kolaborasi untuk menjaga stabilitas harga sehingga kondisi pangan dalam beberapa tahun terakhir mampu terjaga dengan sangat baik.
Baca Lainnya :
- Harga Pangan Terkendali Pasca-Lebaran, Pemerintah Pastikan Stok Bapok Aman
- Kementerian Pertanian Pastikan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat Segera Tersalurkan
- Kemenkop Pastikan Koperasi Sektor Produksi Siap Penuhi Kebutuhan Bahan Baku SPPG
- Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh
- Sabang Kondusif Pasca Penyegelan 250 Ton Beras Ilegal, Warga Justru Beri Dukungan ke Aparat
Menurut Kepala Negara, langkah-langkah tersebut berhasil membawa Indonesia menjadi salah satu negara terkuat di dunia serta mampu melewati masa sulit akibat krisis yang berkembang.
“Terima kasih kepada tim Menko Pangan dan semuanya karena dalam rapat terakhir beberapa hari lalu saya mendapat paparan yang sangat menggembirakan, di mana cadangan pangan kita mungkin terbesar dalam beberapa tahun ini, mendekati 2 juta ton,” katanya.
Mengenai hal ini, Kepala Bapanas/NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa Bapanas terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.
GPM yang digelar merupakan kolaborasi nyata yang dilakukan Bapanas dengan BUMN Pangan dan pemerintah daerah melalui dinas yang menangani urusan pangan provinsi dan kabupaten/kota.
“Menjelang Nataru ini, kita terus gencarkan GPM di berbagai daerah, khusus untuk bulan Desember ini Badan Pangan Nasional bersama Pemerintah daerah dan BUMN pangan serta stakeholder lainnya menargetkan GPM sebanyak 134 kali di 25 Kab/Kota 6 Provinsi,” katanya.
Sebagai informasi, masyarakat dapat memantau langsung pergerakan harga pangan secara harian melalui panelharga.badanpangan.go.id yang menghimpun data secara real-time dari seluruh daerah.
“Berdasarkan pemantauan harga yang kita lakukan, secara umum pergerakan harga pangan stabil, namun beberapa daerah ada yang mengalami kenaikan harga di atas harga acuan, sehingga intervensi stabilisasi pangan terus digencarkan, khususnya terkait dengan meningkatnya permintaan di beberapa daerah karena menjelang Natal dan tahun baru,” jelas Arief.
Diketahui, program GPM dilakukan sejak Januari hingga November 2024 dan telah dilaksanakan lebih dari 8.750 kali di 514 Kab/Kota dan 38 Provinsi.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















