- Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Pagi
Instruksi Tegas Mentan: Semua Bantuan Pertanian Harus untuk Petani Gurem dan Berpendapatan Rendah

Keterangan Gambar : Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan instruksi tegas kepada seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar memastikan seluruh bantuan dari pemerintah pusat diberikan kepada petani
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan instruksi tegas kepada seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar memastikan seluruh bantuan dari pemerintah pusat diberikan kepada petani yang benar-benar membutuhkan. Terutama petani gurem, petani berpendapatan rendah, serta kelompok tani yang masih tertinggal secara ekonomi.
Dalam arahannya pada Apel Nasional Penyuluh Pertanian yang digelar secara daring, Kamis (20/11/25), Mentan Amran menekankan pentingnya integritas dan ketelitian penyuluh dalam mengawal setiap program pertanian di lapangan.
Baca Lainnya :
- Majalengka Raih Penghargaan Nasional Berkat Sukses Kendalikan Inflasi
- Majalengka Jadi Pusat Zakat Nasional, BDF V Guncang Daerah
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Wujudkan Swasembada Gula Kementan Kerjasama CV Lang Buana Tanam Bibit Unggul Tebu Aas Agribun
- Lansia dan Disabilitas Warga Desa Bululawang Bersyukur BLT-DD Mengucur
“Semua bantuan harus diprioritaskan untuk petani miskin dan petani gurem. Jangan sampai petani yang sudah punya traktor dapat bantuan lagi. Utamakan yang kecil, yang lemah, dan yang sangat membutuhkan,” tegasnya.
PPL Diminta Turun Langsung dan Kawal Program
Mentan menegaskan bahwa berbagai program strategis pemerintah—mulai dari peningkatan produksi, perluasan tanam, bantuan saprodi, hingga penguatan alsintan—tidak akan berdampak maksimal tanpa kehadiran aktif para penyuluh.
“Program ini tidak ada artinya kalau penyuluh tidak turun langsung. Keberhasilan pertanian sangat ditentukan oleh integritas dan kecepatan PPL,” ujar Amran.
Ia juga meminta penyuluh memperbaiki kualitas pendampingan dan memastikan pendataan dilakukan dengan benar dan transparan. Menurutnya, kesalahan data akan menghasilkan bantuan yang tidak tepat sasaran.
Kesiapsiagaan Hadapi Perubahan Iklim
Mentan Amran turut mengingatkan pentingnya respons cepat terhadap ancaman banjir, kekeringan, atau serangan hama. PPL diminta melaporkan setiap kejadian lapangan dengan segera agar pemerintah pusat dapat memberikan penanganan cepat.
“Jika terjadi banjir atau serangan hama, laporkan segera. Masalah yang tidak mampu diselesaikan daerah harus cepat disampaikan ke pusat,” katanya.
Produksi Beras Meningkat, Peran PPL Diapresiasi
Mentan Amran menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh penyuluh dan petani yang berperan dalam peningkatan produksi beras nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei KSA Oktober 2025, produksi beras Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, atau naik 4,15 juta ton dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, stok Bulog pada Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton, menandakan stabilnya pasokan nasional.
Ia juga meminta informasi kebijakan pusat seperti penurunan harga pupuk 20% dan perubahan HET disebarkan dengan cepat hingga ke petani tingkat bawah.
45.000 Peserta Hadiri Apel Nasional PPL
Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, melaporkan bahwa apel nasional ini dihadiri sekitar 45.000 peserta, terdiri dari penyuluh pertanian seluruh Indonesia, petani, petani milenial, Brigade Pangan, BRMP, serta seluruh UPT Kementan.
Idha menyebut penyuluh kini telah menjadi satu kekuatan besar dalam mendukung swasembada pangan. Para PPL juga aktif memberikan laporan lapangan, mulai dari LTT, luas panen, harga gabah, hingga perkembangan komoditas lainnya.().
















