- Kejari Kota Tangerang Musnahkan BB 210 Perkara, Pidum Dan Pidsus.
- Diduga Hubungan Arus Pendek Listrik Pemilik Toko Bangunan di Gandusari Rugi Ratusan Juta Toko Ludes Terbakar.
- Hadiri Talkshow Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Anggaran BPJS Kota Bogor Tak Ditambah, Dedi Khawatir Banyak BPJS Warga ang Nonaktif
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Film \'People Pleaser\' Si Paling Gak Enakan, Siap Tayang 19 November
- Hadir di Tengah Warga, Babinsa Koramil Perkuat Keamanan, Kebersamaan Lewat Patroli Malam.
- Mendagri dan Mentan Teken SEB, Guna Sukseskan Swasembada Pangan
- Brigjen Aries Syahbudin Resmi Menjabat Kepala Korlantas Polri
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
Instruksi Tegas Mentan: Semua Bantuan Pertanian Harus untuk Petani Gurem dan Berpendapatan Rendah

Keterangan Gambar : Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan instruksi tegas kepada seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar memastikan seluruh bantuan dari pemerintah pusat diberikan kepada petani
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan instruksi tegas kepada seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar memastikan seluruh bantuan dari pemerintah pusat diberikan kepada petani yang benar-benar membutuhkan. Terutama petani gurem, petani berpendapatan rendah, serta kelompok tani yang masih tertinggal secara ekonomi.
Dalam arahannya pada Apel Nasional Penyuluh Pertanian yang digelar secara daring, Kamis (20/11/25), Mentan Amran menekankan pentingnya integritas dan ketelitian penyuluh dalam mengawal setiap program pertanian di lapangan.
Baca Lainnya :
- Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
- Ratusan UMKM Aceh Ikuti Workshop Pemulihan Usaha, Akses Modal hingga Pemasaran Diperkuat
- Cegah Stunting Dan Pemenuhan Gizi : Dinas Perikanan Bagikan 150 Paket Olahan Ikan Untuk Ibu Hamil Dan Balita Serta Lansia Di Kecamatan Curug.
- Bupati Eman Puji Reksa Siaga TNI AU, Warga Majalengka Takjub
“Semua bantuan harus diprioritaskan untuk petani miskin dan petani gurem. Jangan sampai petani yang sudah punya traktor dapat bantuan lagi. Utamakan yang kecil, yang lemah, dan yang sangat membutuhkan,” tegasnya.
PPL Diminta Turun Langsung dan Kawal Program
Mentan menegaskan bahwa berbagai program strategis pemerintah—mulai dari peningkatan produksi, perluasan tanam, bantuan saprodi, hingga penguatan alsintan—tidak akan berdampak maksimal tanpa kehadiran aktif para penyuluh.
“Program ini tidak ada artinya kalau penyuluh tidak turun langsung. Keberhasilan pertanian sangat ditentukan oleh integritas dan kecepatan PPL,” ujar Amran.
Ia juga meminta penyuluh memperbaiki kualitas pendampingan dan memastikan pendataan dilakukan dengan benar dan transparan. Menurutnya, kesalahan data akan menghasilkan bantuan yang tidak tepat sasaran.
Kesiapsiagaan Hadapi Perubahan Iklim
Mentan Amran turut mengingatkan pentingnya respons cepat terhadap ancaman banjir, kekeringan, atau serangan hama. PPL diminta melaporkan setiap kejadian lapangan dengan segera agar pemerintah pusat dapat memberikan penanganan cepat.
“Jika terjadi banjir atau serangan hama, laporkan segera. Masalah yang tidak mampu diselesaikan daerah harus cepat disampaikan ke pusat,” katanya.
Produksi Beras Meningkat, Peran PPL Diapresiasi
Mentan Amran menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh penyuluh dan petani yang berperan dalam peningkatan produksi beras nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei KSA Oktober 2025, produksi beras Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, atau naik 4,15 juta ton dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, stok Bulog pada Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton, menandakan stabilnya pasokan nasional.
Ia juga meminta informasi kebijakan pusat seperti penurunan harga pupuk 20% dan perubahan HET disebarkan dengan cepat hingga ke petani tingkat bawah.
45.000 Peserta Hadiri Apel Nasional PPL
Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, melaporkan bahwa apel nasional ini dihadiri sekitar 45.000 peserta, terdiri dari penyuluh pertanian seluruh Indonesia, petani, petani milenial, Brigade Pangan, BRMP, serta seluruh UPT Kementan.
Idha menyebut penyuluh kini telah menjadi satu kekuatan besar dalam mendukung swasembada pangan. Para PPL juga aktif memberikan laporan lapangan, mulai dari LTT, luas panen, harga gabah, hingga perkembangan komoditas lainnya.().







.jpg)
.jpg)






